alexametrics

Soal Pergantian Kepala BPK, Wagub DKI: Tak Ada Hubungannya dengan Formula E

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Soal Pergantian Kepala BPK, Wagub DKI: Tak Ada Hubungannya dengan Formula E
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/12/2020). [ANTARA/Livia Kristianti]

Empat kali berturut-turut laporan keuangan Pemprov DKI mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) sejak tahun 2018, 2019, 2020, hingga 2021.

Suara.com - Dede Sukarjo kini telah resmi memegang Jabatan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta. Dede menggantikan Kepala BPK DKI sebelumnya, Pemut Aryo yang kini menjadi Kepala BPK Perwakilan Aceh.

Pergantian ini dilakukan di tengah ramainya isu soal interpelasi. BPK juga dalam laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan DKI tahun 2020 memberikan sejumlah rekomendasi terkait rencana gelaran ajang balap mobil listrik itu.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pergantian jabatan BPK kali ini adalah hal biasa. Penggantian jabatan disebut tidak berhubungan dengan gelaran Formula E.

"Enggak ada hubungannya, pergantian BPK itu biasa. Enggak ada hubungan dengan rekomendasi BPK terkait macam hal," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Jumlah Harian Vaksinasi Menurun, Wagub DKI: Kebanyakan Warga Sudah Divaksin

Riza pun juga mengungkit sudah empat kali berturut-turut laporan keuangan Pemprov DKI mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) sejak tahun 2018, 2019, 2020, hingga 2021.

"Justru DKI kan berprestasi, 4 tahun berturut-turut WTP," jelasnya.

Bersama dengan Ketua BPK DKI baru, Riza berharap bisa terus bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam mengaudit laporan akuntabilitas keuangan daerah.

"Harapan kami tentu kami dapat bekerja sama, berkolaborasi, bersinergi positif, dan terus melanjutkan kerja sama yang selama ini sudah baik," pungkasnya.

Baca Juga: Didesak Usut Proyek Formula E di Jakarta, Begini Reaksi KPK

Komentar