Keluarga Korban Serangan Drone AS Tolak Permintaan Maaf Pentagon

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 20 September 2021 | 13:24 WIB
Keluarga Korban Serangan Drone AS Tolak Permintaan Maaf Pentagon
Marinir AS di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Jumat (20/8/2021). (via Reuters/US Marines)

Suara.com - Kerabat korban serangan drone AS menolak ucapan belasungkawa dan permintaan maaf Pentagon dan menyebut serangan itu sebagai "kejahatan perang".

Menyadur TRT World Senin (20/9/2021), Romal Ahmadi yang kehilangan tiga anak, termasuk bayi yang sedang menyusui serta saudara laki-lakinya menuntut keadilan di bawah hukum internasional.

"Bagaimana ini bisa diterima?" kata Romal Ahmadi kepada Anadolu Agency, Sabtu. AS membunuh orang yang tidak bersalah. Mereka harus datang pada saya, minta maaf dan menyampaikan belasungkawa."

Kakak laki-lakinya berada di dalam rumah ketika sebuah rudal menabrak kendaraan dan menghancurkan segalanya.

Zamari Ahmadi, pekerja kemanusiaan yang kendaraannya menjadi target ada di dalam rumahnya di Kabul pada 29 Agustus. Ia dicurigai memiliki hubungan dengan Daesh-Khorasan (atau ISIS-K) oleh pasukan AS.

Bombardir serangan Amerika kepada ISIS di Afghanistan [Foto: Antara]
Bombardir serangan Amerika kepada ISIS di Afghanistan [Foto: Antara]

Mereka tidak memindahkan apapun dari rumah itu sejak sebuah drone AS menyerang kendaraannya dengan rudal, kata paman Ahmadi, Mohammad Nasim.

"Ini tidak dapat kami terima," kata Nasim, meminta AS untuk mengakuinya sebagai kejahatan perang.

Pada hari Jumat, AS minta maaf atas apa yang disebutnya sebagai kesalahan tragis.

"Kami sekarang tahu bahwa tidak ada hubungan antara Ahmadi dan ISIS-Khorasan [Daesk-K], bahwa aktivitasnya pada hari itu sama sekali tidak berbahaya dan sama sekali tidak terkait dengan ancaman yang kami yakini."

baca juga

"Kami meminta maaf, dan kami akan berusaha untuk belajar dari kesalahan mengerikan ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara-negara Islam Segera Bentuk Tim Investigasi Kejahatan Perang, Israel Mulai Panik

Negara-negara Islam Segera Bentuk Tim Investigasi Kejahatan Perang, Israel Mulai Panik

Batam | Rabu, 26 Mei 2021 | 07:50 WIB

Agen Rahasia Inggris Terlibat Kejahatan Perang Nazi, Anak Klaim Punya Bukti

Agen Rahasia Inggris Terlibat Kejahatan Perang Nazi, Anak Klaim Punya Bukti

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 11:27 WIB

Terlibat Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

Terlibat Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

News | Jum'at, 06 November 2020 | 10:41 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×