Tak Tahu Tercemar Parasetamol, Saban Sore Banyak Warga Muara Angke Mandi di Laut

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 04 Oktober 2021 | 13:21 WIB
Tak Tahu Tercemar Parasetamol, Saban Sore Banyak Warga Muara Angke Mandi di Laut
Tak Tahu Tercemar Parasetamol, Saban Sore Banyak Warga Muara Angke Mandi di Laut. Ilustrasi banjir rob di kawasan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Kamis (19/01).

Suara.com - Sebuah studi penelitian menyebutkan kalau pantai Jakarta, yakni Teluk Angke dan Ancol tercemar paracetamol. Terkait hal itu, warga di sekitar kawasan Muara Angke mengaku belum mengetahui hal tersebut.

Pantauan Suara.com, Senin (4/10/2021) siang, aktivitas di Pelabuhan Muara Angke tampak sepi. Kapal-kapal hanya terlihat bersandar di dermaga.

Air laut di bibir dermaga tampak sedikit keruh. Sampah-sampah dengan volume kecil juga terlihat mengambang di permukaan.

Tini (37), penjual kopi yang sehari-hari mangkal di kawasan Pelabuhan Muara Angke mengaku belum mengetahui soal tercemarnya air laut oleh kandungan paracetamol. Bahkan, dia baru tahu setelah awak media bertanya mengenai hal itu siang ini.

"Wah malah saya belum dengar isu itu," ungkap dia saat ditemui di lokasi.

Tini mengatakan, aktivitas di bibir dermaga masih tampak normal dalam beberapa waktu ke belakang. Bahkan, kata dia, masih banyak orang yang kerap mandi di bibir dermaga.

"Masih banyak yang mandi di laut juga kok, kalau sudah sore itu, kalau sudah agak adem," sambungnya.

Penampakan air laut di Muara Angke, Jakarta Utara yang tercemar parasetamol. (Suara.com/Arga)
Penampakan air laut di Muara Angke, Jakarta Utara yang tercemar parasetamol. (Suara.com/Arga)

Warga lainnya, Fauzi (60) juga mengaku tidak mencium adanya bau obat-obatan pada air laut. Sepanjang yang dia tahu, aroma tidak sedap itu hanya berasal dari solar-solar kapal yang bersandar di pelabuhan.

"Kalau bau obat-obatan saya tidak nyium sih," ujar pria yang akrab disapa Oji tersebut.

baca juga

Oji menambahkan, sejak akhir pekan lalu memang ada sejumlah petugas yang mengambil sampel air laut. Tidak hanya itu, sejumlah awak media sejak beberapa waktu ke belakang juga mendatangi lokasi untuk meliput soal isu tercemarnya air laut.

"Kemarin, beberapa waktu lalu memang ada petugas yang ambil sampel air laut. Wartawan juga ada beberapa yang sudah datang ke sini.

Penampakan air laut di Muara Angke, Jakarta Utara yang tercemar parasetamol. (Suara.com/Arga)
Penampakan air laut di Muara Angke, Jakarta Utara yang tercemar parasetamol. (Suara.com/Arga)

Sebelumnya, sebuah hasil studi menyebutkan air laut di kawasan Teluk Jakarta memiliki kandungan paracetamol. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bakal menelusuri hal ini lebih lanjut.

Hasil penelitian tersebut dimuat dalam sebuah jurnal bertajuk Science Direct, Agustus 2021. Tertulis dalam penelitian tersebut, air laut di Angke memiliki konsentrasi tinggi akan kandungan Paracetamol, yakni 610 ng/L.

Sedangkan di Ancol ditemukan kandungan paracetamol sebesar 420 ng/L.

Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menyebut sejauh ini pihaknya belum mendapatkan temuan soal ini. Namun, ia menyebut akan melakukan penelusuran terkait hal ini.

"Nanti kita dalami, kita telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu," ujar Yogi saat dikonfirmasi, Jumat (1/10/2021).

Selama ini, kata Yogi, kandungan obat-obatan di air laut bukan menjadi parameter khusus pihaknya untuk diteliti. Namun, jika memang benar air laut mengandung paracetamol, maka bisa dianggap sebagai pencemaran lingkungan.

"Iya, karena bukan pada tempatnya. Parasetamol kok ada di laut, apapun yang tidak pada tempatnya, apapun yang melebihi kadarnya di suatu tempat tergolong pencemaran," pungkasnya.

Pengunjung memadati Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Selasa (19/6).
Ilustrasi pengunjung pantai Ancol.

Reaksi Wagub DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga angkat bicara soal riset yang mengatakan ada kandungan paracetamol di laut Teluk Angke dan Ancol. Ia meminta agar masyarakat tak membuang sampah sembarangan.

Riza mengatakan pembuangan sampah di laut hanya akan membuat pencemaran. Apalagi jika yang dibuang adalah limbah medis seperti obat-obatan.

"Masyarakat atau siapapun jangan sembarangan membuang sampah, apalagi limbah obat-obatan, kita jaga lingkungan kita, laut kita, kita jaga kebersihannya dan juga ekosistem kita," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta.

Menurut Riza, pembuangan limbah medis farmasi memang mengalami peningkatan, terlebih di masa pandemi Covid-19. Meski demikian, Riza mengimbau agar prosedur pengolahan limbah tetap diperhatikan.

"Dinkes sudah melakukan upaya-upaya antisipasi bersama dinas LH untuk memastikan semua limbah dari Covid-19 bisa disalurkan ke tempat-tempat pengelolaan limbah, sesuai dengan SOP aturan yang ada," katanya.

Mengenai temuan tersebut, Riza mengaku sudah meminta Dinas LH menelusurinya. Uji kandungan terhadap kandungan air tersebut sudah mulai dilakukan agar mendapatkan hasil termutakhir.

"Jadi kita memang DLH DKI selalu meneliti setiap 6 bulan sekali, nanti kita tunggu hasilnya, sedang diteliti sesuai dengan PP 22 ttg penyelenggaraan perlindungan pengelolaan lingkungan hidup," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinas LH DKI: Sampel Air Laut Teluk Jakarta Mengandung Paracetamol Diambil Tahun 2017

Dinas LH DKI: Sampel Air Laut Teluk Jakarta Mengandung Paracetamol Diambil Tahun 2017

News | Senin, 04 Oktober 2021 | 13:11 WIB

Dampak Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Ini Kata Peneliti

Dampak Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Ini Kata Peneliti

News | Senin, 04 Oktober 2021 | 11:14 WIB

Pemprov DKI Dalami Temuan Kandungan Paracetamol di Ancol dan Muara Angke

Pemprov DKI Dalami Temuan Kandungan Paracetamol di Ancol dan Muara Angke

Jakarta | Minggu, 03 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Parasetamol di Teluk Jakarta, Pemerintah Diminta Kuatkan Regulasi Tata Kelola Limbah

Parasetamol di Teluk Jakarta, Pemerintah Diminta Kuatkan Regulasi Tata Kelola Limbah

Tekno | Minggu, 03 Oktober 2021 | 09:05 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×