alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Video Jokowi Joget di Tengah Kerumunan Tak Patuh Prokes di Papua, Benarkah?

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
CEK FAKTA: Video Jokowi Joget di Tengah Kerumunan Tak Patuh Prokes di Papua, Benarkah?
CEK FAKTA Video Jokowi Joget di Tengah Kerumunan Tak Patuh Prokes di Papua. (Turnbackhoax.id)

Beredar video Presiden Jokowi berjoget di tengah kerumunan yang tidak patuh protokol kesehatan saat berkunjung di Papua. Benarkah?

Video KompasTV tersebut diunggah pada 28 Oktober 2019. Momen itu terjadi ketika Presiden Jokowi yang sedang berkunjung di Kaimana, Papua Barat.

Dalam moment tersebut, Jokowi dan Iriana sedang melakukan tarian Seka. Tarian Seka merupakan tarian adat masyarakat pesisir selatan Papua.

Namun, video asli tersebut sudah diunggah akun YouTube KompasTV sejak 2019. Fakta tersebut secara otomatis tentu langsung membantah narasi Jokowi menari di tengah kerumunan yang tidak patuh prokes.

Pasalnya, kasus pertama Covid-19 di Indonesia baru diumumkan pada awal Maret 2020. Artinya, momen Jokowi berjoget itu tidak terjadi saat pandemi virus corona melanda Tanah Air.

Baca Juga: Adopsi Kucing Kampung, Warganet Malah Salfok dengan Gelang Sisca Kohl

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka video Presiden Jokowi berjoget di tengah kerumunan yang tidak patuh protokol kesehatan di Papua adalah hoaks.

Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar