Menderita Sejak Dikuasai Taliban, G20 Sepakat Beri Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:14 WIB
Menderita Sejak Dikuasai Taliban, G20 Sepakat Beri Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan
Kelompok Taliban. Foto: Al Jazeera

Suara.com - Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan G20 lewat konferensi video telah sepakat untuk bekerja sama menghindari bencana kemanusiaan di Afghanistan, bahkan jika itu berarti harus mengoordinasikan upaya dengan Taliban.

Mengutip Aljazeera, Rabu (13/10/2021), Uni Eropa membuka pembicaraan pada Selasa (12/10/2021) dengan menjanjikan satu miliar euro atau 1,2 miliar dolar yang akan digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk membantu negara-negara tetangga yang menampung warga Afghanistan yang telah melarikan diri sejak Taliban menguasai negara itu.

“Pada dasarnya ada konvergensi pandangan tentang perlunya menangani keadaan darurat kemanusiaan,” kata Draghi kepada wartawan di akhir konferensi video khusus tersebut.

“Ini adalah respons multilateral pertama terhadap krisis Afghanistan. Multilateralisme akan kembali dengan susah payah, tetapi akan kembali lagi,” kata Draghi.

Ada kesepakatan bulat di antara para peserta tentang perlunya meringankan krisis di Afghanistan, di mana aset negara di luar negeri telah dibekukan, bank kehabisan uang, pegawai negeri belum dibayar, dan harga pangan melonjak.

Jutaan warga Afghanistan berisiko mengalami kelaparan parah saat musim dingin mendekat.

"Untuk berdiri dan menyaksikan 40 juta orang terjun ke dalam kekacauan karena listrik tidak dapat disuplai dan tidak ada sistem keuangan, itu tidak bisa dan tidak boleh menjadi tujuan komunitas internasional," kata Kanselir Jerman Angela Merkel kepada wartawan.

Uni Eropa menekankan dana bantuan tersebut akan masuk ke organisasi internasional yang bekerja di lapangan dibandingkan ke Taliban yang belum diakui oleh pemerintah lain.

baca juga

Sebagian besar upaya bantuan G20 akan disalurkan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga akan ada bantuan langsung antar negara.

Namun, Draghi mengatakan keterlibatan Taliban sangat krusial untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Afghanistan.

“Sangat sulit untuk melihat bagaimana seseorang dapat membantu rakyat Afghanistan tanpa semacam keterlibatan pemerintah Taliban,” ucap Draghi.

Draghi menekankan bahwa berkoordinasi dengan Taliban tidak berarti mengakui pemerintahan mereka dan Taliban akan dinilai berdasarkan perbuatan mereka, bukan kata-kata mereka.

Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan itu, para pemimpin G20 meminta Taliban untuk menangani kelompok garis keras yang beroperasi di luar negeri.

Program kemanusiaan di masa depan sebaiknya fokus pada perempuan dan anak perempuan, serta perjalanan yang aman harus diberikan kepada orang-orang Afghanistan yang ingin meninggalkan negara itu. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Jahit Mulut Imigran Afghanistan di Riau, Minta Dipindah ke Negara Lain

Aksi Jahit Mulut Imigran Afghanistan di Riau, Minta Dipindah ke Negara Lain

Riau | Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Pengungsi Afghanistan Datangi Konsulat AS di Medan, Minta Dikirim ke Negara Ketiga

Pengungsi Afghanistan Datangi Konsulat AS di Medan, Minta Dikirim ke Negara Ketiga

Sumut | Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Debat Sengit Budiman Sudjatmiko vs Fahri Hamzah dari Kafir, Densus 88 hingga Afghanistan

Debat Sengit Budiman Sudjatmiko vs Fahri Hamzah dari Kafir, Densus 88 hingga Afghanistan

News | Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:35 WIB

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan, Seorang Pemimpin Taliban Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan, Seorang Pemimpin Taliban Tewas

Sumbar | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 11:08 WIB

Terkini

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

×