alexametrics

Terjadi Penyerangan di Norwegia, Pelaku Pakai Anak Panah dan Tewaskan 5 Orang

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Terjadi Penyerangan di Norwegia, Pelaku Pakai Anak Panah dan Tewaskan 5 Orang
Ilustrasi garis polisi. (Shutterstocks)

Dua orang juga mengalami luka-luka akibat penyerangan tersebut.

Suara.com - Sedikitnya lima orang tewas dan dua lainnya terluka akibat insiden penyerangan oleh seorang pria menggunakan busur dan anak panah di kota Kongsberg, Norwegia.

Menyadur The Guardian Kamis (14/10/2021), Kepala Kepolisian Kota Kongsberg Øyvind Aas mengatakan bahwa penyerang telah ditangkap.

Aas mengungkapkan pria itu, yang tidak disebutkan identitasnya, adalah satu-satunya orang yang terlibat dalam penyerangan yang terjadi pada Rabu (13/10/2021).

Pelaku penyerangan tersebut kini sudah ditangkapkan dan dibawa ke kantor polisi kota Drammen dan tidak ada orang lain yang dicari sehubungan dengan serangan itu.

Baca Juga: Detik-detik Penyerangan Posramil Kisor, 4 Prajurit TNI Gugur

Penyiar publik Norwegia NRK melaporkan Kepolisian Kongsberg menerima laporan sekitar pukul 18.15 waktu setempat.

Polisi mendapat laporan bahwa ada seorang pria sedang berjalan di sekitar pusat kota sambil menembakkan busur dan anak panah.

Setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung menerjunkan pasukan bersenjata, helikopter, hingga anjing pelacak untuk mengamankan daerah tersebut.

Aas mengatakan jika pelaku penyerangan berhasil ditangkap sekitar 20 menit kemudian setelah konfrontasi singkat dengan petugas.

Delapan ambulans dan tiga ambulans udara dikirim ke tempat kejadian dan rumah sakit universitas Oslo serta rumah sakit lokal di Drammen bersiaga untuk menerima korban.

Baca Juga: Mobil Listrik Mendominasi Pasar Otomotif Norwegia, Tesla Ada di Posisi Teratas

Penyerangan tersebut dilaporkan pertama kali terlihat di dekat sebuah toko Coop yang terletak di pusat kota.

Juru bicara Coop Harald Kristiansen mengatakan kepada NRK telah terjadi insiden serius di depan toko, namun tidak ada karyawan yang terluka.

"Kami memberikan bantuan kepada rekan-rekan kami dan membantu polisi dalam penyelidikan," jelas Harald Kristiansen.

"Banyak sumber daya dikirim dari beberapa tempat, termasuk polisi distrik Oslo, penjinak bom, polisi nasional, dan tim tanggap darurat," kata Aas kepada wartawan.

"Masih banyak aktivitas polisi di seluruh wilayah. Mereka mengamankan berbagai TKP … dan memiliki banyak saksi untuk diwawancarai," sambungnya.

Walikota Kongsberg Kari Anne Sand mengatakan kepada surat kabar VG bahwa serangan itu adalah tragedi besar bagi semua yang terlibat. "Saya tidak bisa berkata-kata," ungkapnya.

Sand mengatakan telah menugaskan petugas di sebuah hotel untuk membantu para korban. "Kami melakukan semua yang kami bisa," tambahnya.

Tak lama setelah serangan itu, direktorat polisi nasional Norwegia mengatakan telah memerintahkan petugas di seluruh negeri untuk membawa senjata api.

"Ini adalah tindakan pencegahan ekstra. Polisi sejauh ini tidak ada indikasi adanya perubahan tingkat ancaman nasional," kata direktorat itu dalam sebuah pernyataan.

Aas menjelaskan motif penyerangan tersebut belum jelas, tetapi polisi tidak mengesampingkan kemungkinan terkait dengan terorisme.

"Satu orang telah melakukan tindakan ini sendirian, wajar untuk mempertimbangkan apakah itu tindakan terorisme. Tetapi pria itu belum ditanyai dan terlalu dini untuk sampai pada kesimpulan apa pun," jelas Aas.

Penjabat perdana menteri Erna Solberg, menggambarkan jika serangan itu mengerikan dan mengatakan terlalu dini untuk berspekulasi tentang motifnya.

"Saya mengerti bahwa banyak orang takut, tetapi penting untuk menekankan bahwa polisi sekarang memegang kendali," katanya dalam konferensi pers.

Komentar