alexametrics

Hinca Pandjaitan Sebut Demokrat Siap Koalisi dengan Parpol Manapun di Pilpres 2024

Rizki Nurmansyah | Bagaskara Isdiansyah
Hinca Pandjaitan Sebut Demokrat Siap Koalisi dengan Parpol Manapun di Pilpres 2024
Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. (Suara.com/M. Yasir)

Para kader Demokrat saat ini tetap mendukung dan berharap agar AHY bisa maju dalam Pilpres 2024.

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan, partainya siap berkoalisi dengan partai mana saja pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan catatan sama-sama mempunyai tujuan untuk membangun bangsa.

"Siapa saja (berkoalisi), selama punya semangat sama untuk membangun negara, kita bersama-sama. Bukanlah negara ini negara kita semua," kata Hinca kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

Hinca mengatakan, dalam satu tahun terakhir pihaknya sudah menjalin komunikasi untuk menjalin kemungkinan berkoalisi. Hal itu pula yang dilakukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.

"Kalau Anda ikuti setahun terakhir, mas AHY selalu melakukan safari itu ke semua parpol," ungkapnya.

Baca Juga: Pilpres 2024: Prabowo Bakal Gaet Sandiaga atau Anies, Jika Gagal Berduet dengan Puan

Sementara di sisi lain, Hinca mengatakan, para kader Demokrat saat ini tetap mendukung dan berharap agar AHY bisa maju dalam Pilpres 2024. Menurutnya, AHY merupakan kader terbaik Demokrat saat ini.

"Kalau kami waktu itu pernah berkuasa 10 tahun menyiapkan Pak SBY, tentu ke depan kami mempersiapkan kader terbaik kami untuk ke depan. Siapa yang sekarang? Yang sekarang memimpin partai, Mas Agus Harimurti Yudhoyono," tuturnya.

Namun Hinca menyadari Demokrat tak bisa mengusung begitu saja AHY mengingat adanya ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold sebesar 20 persen.

Diperlukan adanya koalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung AHY, atau ambang batas diubah jadi nol persen.

"Ayo kita lihat apakah memungkinkan dan di sini nanti dialog politik karena dibatasi presidential Threshold 20 persen. Karena itu selalu kami mintakan, buat apa 20 persen, 0 persen saja. Supaya banyak pilihan, dan kalau itu 0 persen tentu banyak pilihannya, termasuk kalau ada niat untuk memilih AHY sebagai presiden, jadi terkabul," pungkasnya.

Baca Juga: Eks Pegawai KPK Mau Bikin Parpol, Kubu AHY Sebut Jangan Tiru Moeldoko Cs Begal Partai

Komentar