alexametrics

Dokter Amerika Berhasil Tempelkan Ginjal Babi ke Tubuh Manusia, Bagaimana Hasilnya?

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Dokter Amerika Berhasil Tempelkan Ginjal Babi ke Tubuh Manusia, Bagaimana Hasilnya?
Ilustrasi operasi. [Shutterstock]

Ginjal itu diletakkan di luar tubuh manusia yang ditempelkan pada pembuluh darah.

Suara.com - Tim medis di rumah sakit New York City berhasil menempelkan ginjal babi ke tubuh manusia dengan hasil yang memuaskan.

Menyadur New York Post Kamis (21/10/2021), penerima adalah pasien wanita di NYU Langone Health yang menderita mati otak dan menunjukkan tanda-tanda disfungsi ginjal.

Keluarga pasien menyetujui percobaan ini sebelum ia dikeluarkan dari alat bantu hidup, kata para ilmuwan pada Reuters.

Gen pada ginjal babi telah diubah sehingga jaringannya tidak lagi menyimpan molekul yang diketahui memicu penolakan segera.

Baca Juga: Ingin Hamil dan Melahirkan, Transgender Ini Ngebet Transplantasi Rahim

Terobosan ini diharapkan mengarah pada penggunaan hewan dalam transplantasi yang menyelamatkan jiwa.

Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]
Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]

Para peneliti memiliki akses selama tiga hari karena ginjal itu diletakkan di luar tubuh sambil menempel pada pembuluh darah.

Dr Robert Montgomery, yang memimpin penelitian, mengatakan hasilnya cukup normal dan menambahkan organ menghasilkan urin yang seperti diharapkan dari transplantasi ginjal manusia.

"Tingkat kreatinin abnormal pasien - yang menunjukkan fungsi ginjal yang buruk - kembali normal setelah transplantasi," katanya.

Ilustrasi babi. (shutterstock)
Ilustrasi babi. (shutterstock)

Eksperimen ini memimpin jalan untuk uji coba pada pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir, mungkin dalam satu atau dua tahun ke depan, kata Montgomery.

Baca Juga: Akibat Kelalaian, Rumah Sakit Ini Lakukan Transplantasi Ginjal ke Pasien yang Salah

Peserta mungkin adalah orang-orang dengan kemungkinan rendah menerima ginjal manusia dan prognosis buruk pada dialisis.

“Bagi orang-orang itu, angka kematian sama tingginya dengan beberapa jenis kanker, dan kami tidak berpikir dua kali untuk menggunakan obat baru dan melakukan uji coba baru yang memberi waktu beberapa bulan untuk mengakses lebih banyak kehidupan," kata Montgomery.

Komentar