Pria Ini Sengaja Racuni Tubuhnya dengan Bisa Ular Selama 33 Tahun, Demi Apa?

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:11 WIB
Pria Ini Sengaja Racuni Tubuhnya dengan Bisa Ular Selama 33 Tahun, Demi Apa?
Ilustrasi ular berbisa. (Pixabay/ Ian Lindsay)

Suara.com - Seorang pria di London memiliki kabiasaan yang cukup aneh yaitu sengaja meracuni tubuhnya sendiri dengan bisa ular dan ia mengaku sangat menikmatinya.

Menyadur My London Selasa (26/10/2021) warga London kelahiran Amerika Steve Ludwin, 55, mengatakan dia telah melakukannya lebih dari 1.500 kali sejak tahun 1988.

Ini bukan semata-mata untuk kesenangan, dia melakukannya dengan harapan menemukan obat untuk gigitan ular berbisa di bagian dunia yang lebih miskin.

“Perusahaan farmasi besar tidak peduli dengan Afrika dan Asia,” katanya.

Dia memperkirakan sekitar 155.000 orang di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia - meninggal setiap tahun karena gigitan ular dan setengah juta lainnya digigit dan kehilangan anggota tubuh mereka. Sungguh menakutkan.

Ilustrasi racun atau bisa ular. (Shuttertstock)

“Racun ular akan menyebabkan Anda berdarah dari gigi dan mata. Itu akan mengubahmu menjadi zombie,” katanya.

Ludwin mulai menyuntikkan racun ular pada akhir 1988 untuk melihat apakah itu mungkin setelah dia bertemu seseorang yang telah melakukannya sejak 1948.

Pada puncak hobinya Steve memiliki 33 ular berbisa termasuk kobra dan ular derik, yang tinggal di salah satu ruangan rumahnya di Highbury.

Kecintaannya meningkat setelah menemukan pekerjaan di Walthamstow, sebuah perusahaan yang menjual hewan ke kebun binatang dan laboratorium.

baca juga

Steve tidak menyuntikkan racun langsung ke pembuluh darah, yang dibutuhkan hanya masuk ke bawah kulit. Dan dia memiliki banyak metode untuk melakukan ini.

Ilustrasi tangan terluka karena gigitan ular berbisa. (Shutterstock)
Ilustrasi tangan terluka karena gigitan ular berbisa. (Shutterstock)

"Racun tak perlu masuk ke aliran darah seperti yang dipikirkan orang. Itu berjalan di anggota badan serta aliran darah."

"Kobra, mamba, dan semua ular neurotoksik yang sangat berbahaya lainnya memiliki taring depan yang sangat kecil yang pada dasarnya mereka menggaruk Anda."

"[Saya] suka racun yang membusuk lengan Anda dan memakan kaki Anda. Neurotoksin jauh 'bersih' dan tidak menyebabkan kerusakan jaringan atau menghancurkan sel darah merah."

Bagi Steve, ular derik dan ular pohon adalah barang pengumpul karena racunnya bersifat hemotoksik, artinya mereka menargetkan tubuh dan bukan otak (neurotoksik, yang melumpuhkan otot).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Ungkap Kebiasaan Aneh Mengigit Sepatu Baru, Ternyata Ada Manfaatnya

Wanita Ungkap Kebiasaan Aneh Mengigit Sepatu Baru, Ternyata Ada Manfaatnya

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:45 WIB

Kebiasaan Aneh, Wanita Ini Menjemur Vagina selama Dua Jam Sehari

Kebiasaan Aneh, Wanita Ini Menjemur Vagina selama Dua Jam Sehari

Riau | Kamis, 03 Desember 2020 | 15:14 WIB

Curi 70 Pasang Sepatu, Pria Ini Punya Kebiasaan Aneh

Curi 70 Pasang Sepatu, Pria Ini Punya Kebiasaan Aneh

Lifestyle | Kamis, 07 Februari 2019 | 20:05 WIB

Terkini

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

×