Bamsoet: Tak Seorang Pun Jadi Pancasilais, Kalau Tak Membuat Dirinya Pancasilais

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:29 WIB
Bamsoet: Tak Seorang Pun Jadi Pancasilais, Kalau Tak Membuat Dirinya Pancasilais
Ketua MPR Bambang Soesatyo

Suara.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan dirinya sependapat bahwa Pancasila adalah soal perjuangan yang tak bisa diwarisi dari nenek moyang. Pancasila merupakan keyakinan dan pendirian asasi.

"Saya sependapat dengan pernyataan Nicolaus Driyarkara sebagaimana dikutip Yudi Latif, bahwa Pancasila adalah soal perjuangan. Pancasila tidak kita warisi dari nenek moyang kita menurut hukum Mendel. Pancasila adalah soal keyakinan dan pendirian asasi," ujar Bambang dalam Kongres Kebangsaan yang disiarkan dari Youtube MPR, Kamis (28/10/2021).

Karena itu, Pancasila tidak akan bisa tertanam dalam jiwa, jika masing-masing tidak berjuang. Baik untuk masyarakat dan negara, maupun untuk setiap individu, usaha penanaman Pancasila harus berjalan terus-menerus, tak ada hentinya.

"Tak seorang pun akan menjadi Pancasilais, kalau dia tidak membuat dirinya Pancasilais. Negara kita tidak akan menjadi negara Pancasila, jika kita tidak memperjuangkannya dalam setiap lini masa periodisasi zaman," papar Bambang.

Bambang menuturkan, dalam perspektif Pancasila, peradaban Indonesia sebagai puncak perkembangan kebudayaan nasional merupakan kerangka operasional dalam pembangunan tiga ranah kehidupan bangsa.

Yaitu pertama, ranah mental spiritual (tata nilai), yang menegaskan pentingnya penguatan visi spiritual peradaban, dan menjaga terpeliharanya etos, etika, dan mindset sebagai "jiwa" budaya peradaban. Kedua, yakni ranah institusional-politikal (tata kelola), yang mengamanatkan pentingnya pengelolaan manajerial pemerintahan dan ketepatan desain kelembagaan institusi negara, agar tidak terjadi "salah urus" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dan ketiga yaitu, ranah material-teknologikal (tata sejahtera), yang menempatkan keadilan material dan kesejahteraan umum sebagai landasan fundamental dalam membangun ketahanan dan kebajikan sosial," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, penting disadari bahwa membangun peradaban harus dilandasi oleh kesadaran. Pasalnya, tidak ada satu pun peradaban di dunia ini, sekuat dan sehebat apapun kelihatannya, akan kebal terhadap potensi ke-rentanan yang dapat dipicu oleh beragam faktor.

Antara lain yakni satu, ketidaksetaraan dan oligarki politik, yang melemahkan kohesi sosial dan mendorong terjadinya dis-integrasi bangsa.

baca juga

Faktor kedua, degradasi ekologi, di mana kemampuan sumberdaya lingkungan semakin rapuh dalam menopang kebutuhan masyarakat yang tumbuh dalam lompatan deret ukur. Faktor ketiga kompleksitas tantangan dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan.

"Serta keempat faktor eksternal yang tidak ter-prediksi, seperti perang, bencana
alam, wabah, dan lain-lain," kata Bambang.

Tak hanya itu, Bambang menuturkan dalam pandangan global, hingga abad ke-20, banyak pakar sejarah terkemuka, di antaranya Johann Gustav Droysen, George Frederick Hegel, Karl Marx, Oswald Spaengler, dan Goldwin Smith, yang meyakini, bahwa sejarah adalah proses linear menuju kemajuan.

Namun jika kita cermati lebih dalam, rujukan fakta sejarah justru mengindikasikan bahwa sejarah peradaban bersifat dinamis.

Ia mengatakan, pasca Perang Dunia II, Uni Soviet adalah representasi negara dengan peradaban terkuat di dunia, namun akhirnya runtuh pada periode 1980-an hingga 1990-an.

Inggris kata dia, yang sempat berjaya memimpin peradaban Barat, tergeser oleh
Amerika Serikat yang menguasai hegemoni global dalam waktu yang relatif lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Contoh Pengamalan Pancasila yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Warga Negara Indonesia

Contoh Pengamalan Pancasila yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Warga Negara Indonesia

Jogja | Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:27 WIB

Cegah Konflik Rumah Tangga dan Perceraian, Toleransi Dalam Keluarga Perlu Ditingkatkan

Cegah Konflik Rumah Tangga dan Perceraian, Toleransi Dalam Keluarga Perlu Ditingkatkan

Lifestyle | Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:18 WIB

Mengenal Pengertian Dasar Negara dan Fungsi Pancasila

Mengenal Pengertian Dasar Negara dan Fungsi Pancasila

News | Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:58 WIB

Bamsoet: Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Menjanjikan

Bamsoet: Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Menjanjikan

Otomotif | Rabu, 27 Oktober 2021 | 01:14 WIB

9 Kuliner Malam Surabaya Terpopuler, Wajib Coba Rawon

9 Kuliner Malam Surabaya Terpopuler, Wajib Coba Rawon

Jatim | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Asal Usul Rumusan Pancasila Hingga Jadi 5 Sila Saat ini

Asal Usul Rumusan Pancasila Hingga Jadi 5 Sila Saat ini

Jogja | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 08:20 WIB

10 Pilar Demokrasi Indonesia Sebagai Dasar Konstitusional

10 Pilar Demokrasi Indonesia Sebagai Dasar Konstitusional

Jogja | Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:50 WIB

Terkini

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:45 WIB

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:23 WIB

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 06:12 WIB

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

×