Erick Thohir dan Luhut Diduga Terlibat Bisnis Tes PCR, Pengamat: Harus Direshuffle

Erick Tanjung, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 05 November 2021 | 00:52 WIB
Erick Thohir dan Luhut Diduga Terlibat Bisnis Tes PCR, Pengamat: Harus Direshuffle
Foto kolase Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin berharap KPK segera mengusut tuntas laporan dugaan keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam bisnis PCR.

Ia pun mengapresiasi jika KPK berani mengusut tuntas dugaan keterlibatan Luhut dan Erick.

"Harusnya ditindaklanjut. Kita lihat saja, kalau mereka tidak mengusut ya tidak berani itu saja kita lihat saja. Kalau berani kita acungi jempol," ujar Ujang saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/11/2021).

Tak hanya itu, Ujang juga menyarankan Presiden Jokowi seharusnya melakukan perombakan (Reshuffle) kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Luhut dan Erick diduga terlibat dalam konflik kepentingan antara bisnis tes PCR di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Namun ia tak yakin Jokowi berani merushuflle kedua menterinya tersebut

"Saya melihat ini harus di usut tuntas oleh KPK. Bahkan menurut saya kalau ada reshuffle harusnya (Luhut dan Erick) walaupun masih dugaan ya keterlibatan itu. Saya tidak yakin Pak Jokowi berani reshuffle (Luhut dan Erick)," ucap dia.

Ujang mencontohkan di luar negeri, pejabat pemerintah yang diduga memiliki keterlibatan kasus korupsi, langsung mengundurkan diri karena malu.

"Karena kalau di luar negeri demi integritas dan menjaga moral politik di luar ngerti di negara yang sudah maju yang mengedepankan budaya malu, maka ketika disebut pun mereka di luar negeri sudah pada mundur mengundurkan diri," kata Ujang.

Namun kata Ujang berbeda dengan di Indonesia bahwa jika ada oknum atau pejabat yang terlibat korupsi, justru tidak mengakuinya.

baca juga

Ujang mencontohkan kasus korupsi E-KTP yang menjerat Setya Novanto. Ketika itu Setya Novanto tak mengakui hingga bersumpah karena tak melakukan korupsi

"Di kita banyak oknum, pejabat ketika salah pun aku tidak salah. Lihat saja dulu kasus Novanto dulu "Demi Allah" saya tidak korupsi. Tapi kan pola pola seperti itu pola pola umum pejabat di kita itu ya miskin moral politik, etika politik di kita, tidak ada budaya malu," ucapnya

"Saya nggak yakin kalau mereka malu mengakui meminta maaf. Tidak yakin pula pak Jokowi akan mershuffle ini sebuah tragedi yang menurut saya sangat memalukan bagi bangsa ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Ujang mencurigai bahwa tes PCR sebenarnya gratis seperti vaksin.

Terlebih sempat ada program vaksinasi berbayar yang akhirnya dibatalkan Presiden Jokowi. Bahkan kini harga tes PCR sudah turun menjadi Rp 275 ribu untuk Jawa Bali dan Rp 300 ribu untuk luar Jawa Bali.

"Saya curiga ya, kenapa curiga? PCR bisa berbayar. Karena kita tahu vaksin aja gratis. Kita tahu juga ketika itu BUMN ingin vaksin berbayar, kita kritik habis sehingga Jokowi membatalkan vaksin berbayar itu. Ini kan saya melihat kalau BUMN tu kan menterinya Erick Thohir," ucap Ujang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawatan Jokowi ke UEA Hasilkan Komitmen Bisnis dan Investasi USD 32,7 Miliar

Lawatan Jokowi ke UEA Hasilkan Komitmen Bisnis dan Investasi USD 32,7 Miliar

News | Jum'at, 05 November 2021 | 00:05 WIB

Jajaki Kerja Sama Dengan Uni Emirat Arab, Jokowi Sodorkan Tiga Sektor Prioritas

Jajaki Kerja Sama Dengan Uni Emirat Arab, Jokowi Sodorkan Tiga Sektor Prioritas

News | Kamis, 04 November 2021 | 23:50 WIB

Alasan Kuat Jokowi Pilih Jenderal Andika Perkasa Calon Tunggal Panglima TNI

Alasan Kuat Jokowi Pilih Jenderal Andika Perkasa Calon Tunggal Panglima TNI

Bekaci | Kamis, 04 November 2021 | 13:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×