Gunakan Spyware Pegasus Buatan NSO Group, Israel Retas Ponsel Aktivis Palestina

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 09 November 2021 | 14:38 WIB
Gunakan Spyware Pegasus Buatan NSO Group, Israel Retas Ponsel Aktivis Palestina
Gunakan Spyware Pegasus Buatan NSO Group, Israel Retas Ponsel Aktivis Palestina. Ilustrasi Seorang demonstran Palestina berdebat dengan tentara Israel selama protes terhadap pemukiman Israel, di Beit Dajan di Tepi Barat yang diduduki Israel, Jumat (8/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Raneen Sawafta/rwa.

Suara.com - Spyware dari perusahaan pengawasan Israel NSO Group terdeteksi di gawai enam aktivis hak asasi manusia Palestina, menjadi kejadian pertama aktivis Palestina yang diketahui menjadi sasaran spyware Pegasus tingkat militer.

Mengutip dari laporan Al Jazeera, Selasa (9/11/2021), organisasi nirlaba Frontline Defenders mengungkapkan temuannya pada Senin (8/11/2021) dalam laporan teknis bersama bersama dengan Amnesty International dan Citizen Lab Universitas Toronto.

Tidak jelas siapa yang menempatkan spyware buatan NSO yang secara diam-diam memberikan penyusup akses penyimpanan dan aktivitas di gawai, termasuk akses komunikasi real-time.

Frontline Defenders mengatakan tiga dari warga Palestina yang diretas bekerja untuk kelompok masyarakat sipil. Sisanya tidak bekerja untuk kelompok masyarakat sipil dan tidak ingin disebutkan identitasnya.

Di antara mereka yang diretas adalah Ubai Aboudi, seorang ekonom berusia 37 tahun dan warga negara AS yang menjalankan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisan di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki.

Aboudi mengatakan dia kehilangan rasa aman melalui peretasan telepon yang tidak manusiawi. Dia mengatakan istrinya pada tiga malam pertama setelah mengetahui peretasan tersebut menjadi tidak bisa tidur karena merasa privasi mereka terganggu.

Aboudi terutama khawatir tentang penyadap yang mengetahui rahasia komunikasinya dengan diplomat asing. Pemeriksaan para peneliti terhadap gawai Aboudi menemukan bahwa gawai miliknya terinfeksi oleh Pegasus pada Februari 2021.

Frontline Defenders yang berbasis di Irlandia menganggap Israel sebagai tersangka utama penyadapan tersebut.

Dua penyusupan pertama diidentifikasi pada Selasa (19/10/2021) dan tiga hari setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menuduh enam kelompok masyarakat sipil Palestina sebagai organisasi teroris.

baca juga

Koresponden Al Jazeera Harry Fawcett melaporkan dari Ramallah bahwa Frontline Defenders tidak sepenuhnya menuduh bahwa Israel berada di balik ini, tetapi timing dari semua ini sangat menarik.

Dua warga Palestina lainnya yang diretas yang bersedia disebutkan namanya adalah peneliti bernama Ghassan Halaika dari kelompok hak asasi Al-Haq dan pengacara bernama Salah Hammouri dari organisasi Addameer.

Peneliti hukum di Al-Haq, Tahseen Elayyan, mengungkapkan bahwa kelompoknya telah mendesak PBB untuk menyelidiki penyadapan tersebut.

“Kami menyerukan PBB untuk meluncurkan penyelidikan untuk mengungkap pihak dibalik layar yang menggunakan program ini di telepon aktivis hak asasi manusia, sebuah langkah yang membahayakan hidup mereka,” kata Elayyan kepada Reuters.

NSO Group telah memicu kemarahan dari kelompok hak asasi manusia awal tahun ini setelah penyelidikan oleh media internasional mengungkapkan spyware Pegasus perusahaan tersebut digunakan oleh pasukan keamanan dan pemerintah otoriter di beberapa negara.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden pekan lalu memasukkan NSO Group dan pesaing Israel yang kurang dikenal, Candiru, ke dalam daftar hitam karena mengembangkan dan memasok spyware ke pemerintah asing yang menggunakan alat ini untuk tujuan jahat.

Teknologi tersebut telah digunakan untuk meretas dan menyadap jurnalis, aktivis hak, dan pembangkang politik, mulai dari Meksiko hingga Arab Saudi sejak 2015.

(Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Remaja 13 Tahun Asal Palestina Tewas Ditembak Mati Pasukan Israel

Ngeri! Remaja 13 Tahun Asal Palestina Tewas Ditembak Mati Pasukan Israel

Sumbar | Minggu, 07 November 2021 | 13:15 WIB

Israel Tembak Mati Anak Laki-laki Palestina Berusia 13 Tahun

Israel Tembak Mati Anak Laki-laki Palestina Berusia 13 Tahun

News | Sabtu, 06 November 2021 | 14:12 WIB

Daftar Hari Besar November 2021: Hari Besar Nasional dan Internasional

Daftar Hari Besar November 2021: Hari Besar Nasional dan Internasional

News | Selasa, 02 November 2021 | 20:32 WIB

Pakai Kursi Roda, Menteri Energi Israel Tak Bisa Masuk COP26

Pakai Kursi Roda, Menteri Energi Israel Tak Bisa Masuk COP26

News | Selasa, 02 November 2021 | 13:47 WIB

Terkini

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×