Cegah Penyebaran Covid hingga Narkoba, KSP Dorong Penguatan Satgas Perbatasan RI-Malaysia

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 11 November 2021 | 04:10 WIB
Cegah Penyebaran Covid hingga Narkoba, KSP Dorong Penguatan Satgas Perbatasan RI-Malaysia
Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan saat melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji bersama Forkopimda di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, terkait permasalahan di kawasan perbatasan. (Foto dok. KSP)

Suara.com - Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong adanya penguatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), terutama di sepanjang 976 km perbatasan darat Indonesia - Malaysia di Kalimantan Barat.

KSP mengatakan sepanjang jalan itu merupakan jalur tikus lintas batas darat yang menjadi arus keluar-masuk orang ilegal masih menjadi salah satu masalah terbesar bagi kawasan perbatasan di Indonesia.

Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan menyayangkan maraknya eksploitasi sumber daya alam, perpindahan orang secara ilegal dan bahkan transaksi narkotika yang terjadi di jalur-jalur tikus perbatasan.

Menurutnya, hal tersebut menimbulkan kerugian negara yang sangat besar.

"KSP mendorong penguatan pengamanan di jalur ilegal untuk mencegah penyebaran Covid-19, serta tindak pidana lintas batas negara seperti TPPU, narkoba dan human trafficking," ujar Irfan saat melakukan audiensi dengan Forkopimda Kalimantan Barat, Rabu (10/11/2021).

"KSP akan membawa masalah ini dalam forum rapat koordinasi antar Kementerian/Lembaga terkait," Irfan menambahkan.

Sementara itu, tim tenaga profesional KSP melakukan kunjungan ke Kalimantan Barat dalam rangka verifikasi lapangan terkait pemulihan ekonomi di kawasan perbatasan yang merupakan pintu masuk aliran devisa ke dalam negeri.

Dalam pertemuannya dengan tim KSP, Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XII Tanjungpura Brigjen TNI Handoko Nurseta melaporkan bahwa setidaknya ditemukan 98 jalan tikus di sepanjang perbatasan darat Kalimantan Barat - Malaysia.

Menurut Handoko, sepanjang 400 km wilayah perbatasan yang beririsan dengan wilayah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), masih menjadi blank area yang tidak dijaga oleh satgas pamtas karena menjadi wilayah penjagaan polisi hutan.

baca juga

Namun, ironisnya blank area ini marak dijadikan jalur untuk memasok kayu dari hutan Indonesia ke Malaysia secara ilegal karena jumlah personel dan fungsi polisi hutan masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, penguatan satgas pamtas menjadi hal yang krusial untuk menjaga perbatasan.

"Sangat perlu bagi pemerintah untuk menambah satgas pamtas dari kesatuan TNI untuk mengamankan wilayah blank area tersebut," kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSP Tunjuk Kemenaker dan KemenPPPA Pimpin Gugus Tugas Percepatan Pengesahan RUU PPRT

KSP Tunjuk Kemenaker dan KemenPPPA Pimpin Gugus Tugas Percepatan Pengesahan RUU PPRT

News | Rabu, 10 November 2021 | 23:41 WIB

WNA Asal China Diduga Otak Pendiri KSP Pinjol Ilegal Ditangkap di Bandara

WNA Asal China Diduga Otak Pendiri KSP Pinjol Ilegal Ditangkap di Bandara

Bali | Rabu, 10 November 2021 | 10:22 WIB

Kasus Covid-19 Turun, Zona Hijau di Kulon Progo Capai 99,75 Persen

Kasus Covid-19 Turun, Zona Hijau di Kulon Progo Capai 99,75 Persen

Jogja | Selasa, 09 November 2021 | 20:49 WIB

Kepala KSP Moeldoko Sebut Uni Eropa Masih Butuh Kelapa Sawit Indonesia

Kepala KSP Moeldoko Sebut Uni Eropa Masih Butuh Kelapa Sawit Indonesia

News | Senin, 08 November 2021 | 16:34 WIB

KSP Dorong Optimalisasi Penyerapan Kuota BBM Bersubsidi Untuk Nelayan

KSP Dorong Optimalisasi Penyerapan Kuota BBM Bersubsidi Untuk Nelayan

News | Jum'at, 05 November 2021 | 10:25 WIB

Terkini

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

×