Suara.com - Jurnalis televisi nasional perempuan berinisial FK menjadi korban pelecehan seksual ketika sedang belanja sayuran di Pasar Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2021) lalu. Pelaku pelecehan seksual adalah seorang pengamen yang setiap hari mangkal di lokasi kejadian.
Hari ini, Kamis (11/11/2021), FK telah membikin laporan ke Mapolrestro Jakarta Selatan. Laporan itu, tepatnya diajukan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
"Saya sudah lapor ke Polres Metro Jakarta Selatan barusan ke Unit PPA, dan sekarang lagi mau divisum," kata FX dalam pesan singkat, Kamis (11/11/2021).
Selain menjalani visum, FK dalam laporannya juga membawa sejumlah barang bukti. Mulai dari memperlihatkan video saat dirinya melabrak pelaku hingga mwnceritakan kronologis kejadian tidak menyenangkan tersebut.
Laporannya sudah sampai ke polisi, tadi nunjukin bukti video dan screenshoot foto pelaku yang direkam. Saya juga ditanya soal kronologisnya hingga lokasi kejadian," ucap dia.
Sebelumnya, FK menuturkan, pada Selasa (9/11/2021) sekitar pukul 08.00 WIB dirinya berbelanja sayuran di Pasar Rawajati. Ketika itu, pelaku bersama dengan temannya datang mengamen.
"Terus dia ke sebelah ibu-ibu di sebelah saya tetap ngamen. Terus saya nggak nyangka dia nyolek saya dan pas banget nyoleknya itu nyolek bokong," kata FK kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).
Tak terima dengan ulah biadab pelaku, FK melontarkan teguran. Namun, pelaku berdalih tidak sengaja menyenggol bokongnya.
"Tapi menurut saya itu bukan hal yang nggak masuk akal kalau nggak sengaja. Karena itu dia bentuknya nyolek bukan nyenggol," ungkapnya.
Kedua pelaku selanjutnya pergi meninggalkan korban. FK sempat berupaya mengejarnya untuk memvideokan wajah pelaku.
"Awalnya dia menghindar terus saya dikatai 'udah nggak usah diladeni itu orang gila'. Makanya saya balas 'bapak yang gila'," beber FK.
Berkaitan dengan kasus ini, FK berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku. Meskipun dia mengaku belum membuat laporan resmi.
"Saya cuma mau bilang buat orang-orang di sana yang kena pelecehan seksual, korbannya jangan takut untuk melawan kita harus berani. Jangan dipendam biar mereka tau apa yang mereka lakukan salah dan biar tidak ada korban-korban lain," pungkasnya.