Profil Max Sopacua, Politikus Senior yang Meninggal Dunia

Dany Garjito

Rabu, 17 November 2021 | 10:43 WIB
Profil Max Sopacua, Politikus Senior yang Meninggal Dunia
Max Sopacua meninggal dunia. (foto: Antara)

Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti tanah air. Politikus senior dan seorang Pendiri Partai Demokrat Max Sopacua meninggal dunia pada Rabu (17/11/2021) di RSPAD Gatot Soebroto.

Kabar duka tersebut disampaikan anak Max Sopacua, Imelda Sari melalui akun Twitternya pada Rabu (17/11/2021).

 “Innalillahi waiina ilaihi rojiun. Telah berpulang papa kami H. Zulkifli bin Adam (Max Sopacua) pada Hari ini rabu 17 November 2021 pukul 05.53 wib, mohon di maafkan segala kekhilafan Almarhum semasa hidup. Ferro Sopacua,” tulis akun Imelda Sari @Isari68.

Max Sopacua menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Max Sopacua meninggal disebut karena terindikasi sakit kanker paru-paru.

"Indikasinya kanker di paru-paru meninggal tadi pagi jam 5.53 di RSPAD," kata anak Max Sopacua yakni Ferro Sopacua kepada wartawan, Rabu (17/11/2021).

Seperti apa profil Max Sopacua?

Latar Belakang Max Sopacua

Max Sopacua lahir tanggal 2 Maret 1946. Dirinya adalah seorang politikus yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama dua periode pada 2004–2009 dan 2009–2014. Max juga merupakan tokoh senior Partai Demokrat, selama di DPR dirinya mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IV (2004–2009) dan Jawa Barat V (2009–2014) serta pernah bertugas di Komisi IX dan I DPR.

Sebelum terjun ke dunia politik, Max adalah seorang penyiar berita olahraga di TVRI yang terkenal pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Selain sebagai penyiar berita, Max juga menjadi produser di TVRI pada tahun 1985 hingga 2002.

baca juga

Berbagai program olahraga TVRI dalam perhelatan-perhelatan olahraga dunia diproduseri oleh Max, di antaranya adalah program Olimpiade Seoul 1988, Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia FIFA 1998, SEA Games 1999, hingga terakhir Olimpiade Sydney 2000.

Pekerjaannya sebagai seorang penyiar berita olahraga membuatnya kian aktif di organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di mana dirinya menjadi anggota di dalamnya pada 1990 hingga 2001. Selain itu, dirinya juga merupakan anggota Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) . 

Pada tahun 2009, Max mendirikan Sheba FM, yaitu sebuah stasiun radio yang berbasis di Bogor bagian barat dan mengudara pada frekuensi 87,8 FM, stasiun radio tersebut kini bernama X Channel.

Kiprah Max Sopacua di Dunia Politik

Max Sopacua terjun ke dunia politik, dirinya bergabung dengan Partai Demokrat pada 2002 setelah tidak lagi bekerja di TVRI, dan langsung menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Demokrat pada saat itu hingga 2005. 

Pada pemilu legislatif 2004, Max terpilih sebagai anggota DPR RI untuk dapil Jawa Barat IV yang saat itu meliputi wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, ia memperoleh 29.827 suara. Selama di DPR untuk periode 2004–2009, dirinya bertugas di Komisi IX dan sempat menjadi wakil ketua di komisi tersebut dari tahun 2005–2007. Selain itu, dirinya juga menjadi Wakil Ketua Panitia Khusus Angket tentang Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak pada 2008 hingga 2009.

Pada kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Hadi Utomo periode 2005–2010, Max Sopacua ditunjuk sebagai Ketua DPP Bidang Pendidikan, Pemuda dan Kominfo. Pada pemilu legislatif 2009, dirinya terpilih kembali menjadi anggota DPR, kali ini mewakili dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) untuk periode 2009–2014, perolehan suaranya meningkat signifikan dengan mendulang 95.797 suara.

Dirinya bertugas di Komisi I dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen sebagai anggota, di Fraksi Partai Demokrat Max menjadi wakil ketuanya pada 2009 hingga 2010, setelahnya dirinya dipercaya sebagai penasihat fraksi hingga periode masa jabatan berakhir pada 2014. Sepak terjangnya di DPR hanya dua periode saja, sebab pada pemilu legislatif 2014 dan 2019 Max gagal meraih kursi DPR.

Kemudian pada Juni 2019, Max bersama sejumlah tokoh senior Partai Demokrat membentuk Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD), mereka menyerukan agar diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) selambat-lambatnya pada 9 September 2019, dan menyebutkan bahwa  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang menjadi ketua umum.

Seruan itu dilakukan sebab mereka menilai perolehan suara partai pada pemilu legislatif 2019 menurun dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Lalu pada Desember 2020, Max menyatakan diri keluar dari Partai Demokrat.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×