Demo Menentang Kudeta Sudan, 15 Orang Tewas Ditembak Aparat

Bangun Santoso

Kamis, 18 November 2021 | 12:26 WIB
Demo Menentang Kudeta Sudan, 15 Orang Tewas Ditembak Aparat
Aksi unjuk rasa menentang kudeta militer di Sudan.[Anadolu Agency]

Suara.com - Aparat keamanan menembak hingga menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya ketika ribuan warga Sudan turun ke jalan pada Rabu (17/11/2021) waktu setempat, kata komite dokter.

Peristiwa itu menjadi insiden paling mematikan dalam serangkaian aksi protes selama sebulan terakhir untuk menentang kekuasaan militer.

Para demonstran yang berunjuk rasa menentang kudeta 25 Oktober di ibu kota Khartoum, Bahri dan Omburman, itu menuntut agar kekuasaan sepenuhnya diserahkan kepada otoritas sipil.

Aparat menembakkan peluru tajam dan gas air mata untuk membubarkan massa di ketiga kota, dan komunikasi selular diputus, kata sejumlah saksi.

Mereka yang terluka adalah demonstran dan petugas polisi, kata stasiun TV negara.

Mereka juga menuntut agar para pemimpin yang mendalangi kudeta diseret ke pengadilan.

"Pasukan kudeta menggunakan banyak peluru tajam di sejumlah kawasan ibu kota dan ada puluhan korban luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius," kata Komite Pusat Dokter Sudan, kelompok yang bergabung dengan para pemrotes.

Korban meninggal sebagian besar ada di Bahri, kata mereka.

Komite dokter itu dan serikat-serikat lainnya mengatakan dalam pernyataan bahwa petugas keamanan mencoba merazia sebuah rumah sakit di Omdurman dan mengepung RS lainnya, melepaskan gas air mata dan memblokade akses pasien.

baca juga

Hal yang sama juga terjadi di Bahri, kata seorang demonstran.

Seorang saksi mengatakan mereka melihat aparat mengejar demonstran untuk ditangkap hingga ke permukiman.

"Kami belum pernah mengalami kekerasan di Bahri seperti hari ini, bahkan di masa rezim lama," kata seorang demonstran.

Dia mengatakan udara penuh gas air mata dan aparat keamanan menggunakan peluru tajam hingga Rabu malam.

Sebagai balasan, demonstran membuat barikade sehingga jalan-jalan menjadi lengang, kata seorang saksi.

"Orang-orang kini ketakutan," kata seorang pengunjuk rasa di Omdurman.

Sebelumnya, di sebuah jalan utama Khartoum, demonstran membakar ban dan meneriakkan yel-yel "Rakyat semakin kuat, dan mundur sudah mustahil."

Pengunjuk rasa lain membawa gambar-gambar korban tewas dalam sejumlah aksi protes sebelumnya.

Mereka juga membawa foto Abdalla Hamdok, perdana menteri sipil yang ditangkap dalam kudeta.

"Legitimasi datang dari jalan, bukan meriam," tulis sebuah poster yang dibawa demonstran.

Gambar-gambar aksi protes di kota-kota lain, seperti Port Sudan, Kassala, Dongola, Wad Madani dan Geneina, beredar di media sosial.

Sejumlah besar pasukan keamanan dikerahkan ke jalan-jalan utama dan persimpangan, sementara jembatan-jembatan di atas Sungai Nil ditutup, menurut beberapa saksi.

Belum ada komentar dari pihak keamanan.

Sebelumnya, pemimpin militer Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mengatakan aksi damai diperbolehkan dan militer tidak membunuh demonstran.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Afrika Molly Phee mencuit: "Saya sedih dengan laporan kekerasan dan hilangnya nyawa hari ini di Sudan."

Pemerintah AS, kata dia, mengutuk kekerasan terhadap pemrotes damai dan menyerukan penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia di negara Afrika itu.

Phee bertemu Hamdok selama kunjungannya ke Khartoum pada Selasa untuk membahas cara untuk memulihkan transisi demokrasi di Sudan.

Kudeta pada 25 Oktober itu mengakhiri koalisi sipil-militer di Sudan sejak penggulingan Omar al-Bashir pada 2019.

Kendati ditekan Barat dengan penangguhan bantuan ekonomi, upaya mediasi menemui kebuntuan.

Insiden pada Rabu itu menambah jumlah kematian jadi 39 orang sejak kudeta, menurut data komite dokter. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transisi ke Pemerintahan Sipil, Begini Janji Panglima Militer Sudan Abdel Fattah Al-Burhan

Transisi ke Pemerintahan Sipil, Begini Janji Panglima Militer Sudan Abdel Fattah Al-Burhan

News | Senin, 08 November 2021 | 10:53 WIB

Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

News | Jum'at, 05 November 2021 | 17:04 WIB

Pesawat Jatuh di Sudan Selatan, 5 Orang Meninggal

Pesawat Jatuh di Sudan Selatan, 5 Orang Meninggal

Sulsel | Rabu, 03 November 2021 | 05:45 WIB

Situasi Makin Buruk Pasca Kudeta, Puluhan Negara Desak PBB Bikin Agenda Khusus Bahas Sudan

Situasi Makin Buruk Pasca Kudeta, Puluhan Negara Desak PBB Bikin Agenda Khusus Bahas Sudan

News | Selasa, 02 November 2021 | 11:07 WIB

Bentrokan Semakin Menjadi-jadi, PBB dan AS Kecam Pemerintah Militer Baru Sudan

Bentrokan Semakin Menjadi-jadi, PBB dan AS Kecam Pemerintah Militer Baru Sudan

News | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 15:09 WIB

WNI di Sudan Kemungkinan Dievakuasi Apabila Keadaan Memburuk

WNI di Sudan Kemungkinan Dievakuasi Apabila Keadaan Memburuk

News | Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:48 WIB

Aksi Protes Guncang Sudan Setelah Militer Rebut Kendali Lewat Kudeta

Aksi Protes Guncang Sudan Setelah Militer Rebut Kendali Lewat Kudeta

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:31 WIB

Terkini

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

×