alexametrics

Paspor Diblokir, WNA Penyiram Air Keras ke Istri Tak Bisa Kabur ke Timur Tengah

Agung Sandy Lesmana
Paspor Diblokir, WNA Penyiram Air Keras ke Istri Tak Bisa Kabur ke Timur Tengah
Paspor Diblokir, WNA Penyiram Air Keras ke Istri Tak Bisa Kabur ke Timur Tengah Abdul Latief, WN Timur Tengah ditangkap karena menyiram istrinya dengan air keras hingga meninggal. (ist/Antara)

"Kami juga berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta, untuk memblokir nomor paspor milik tersangka, sehingga dapat memudahkan penangkapan..."

Suara.com - Abdul Latief, warga negara asing (WNA). pelaku penyiraman air keras terhadap istrinya, seorang warga Cianjur ditangkap polisi saat hendak melarikan diri keluar negeri. Pelaku ditangkap setelah terpegok sedang mengurus keberangkatannya ke Timur Tengah di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. 

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Septiawan Adi seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/11/2021), mengatakan pihaknya sudah meminta terhadap petugas bandara untuk memblokir paspor milik WNA tersebut. 

"Kami juga berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta, untuk memblokir nomor paspor milik tersangka, sehingga dapat memudahkan penangkapan. Petugas bandara mengabarkan tersangka sedang mengurus keberangkatan ke negara Timur Tengah," katanya.

Petugas bandara yang menemukan keberadaan tersangka, langsung melakukan penangkapan sambil menunggu petugas dari Polres Cianjur. Selanjutnya tersangka digelandang ke Mapolres Cianjur, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca Juga: Siram Air Keras ke Istrinya hingga Meninggal, WNA Ini Ditangkap Polisi di Bandara Soetta

"Pelaku sudah sampai di Mapolres Cianjur, saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Diduga pelaku merencanakan perbuatannya untuk menyiram korban menggunakan air keras, kita akan terus mendalami kasusnya," ucapnya.

Diketahui, Sarah (21), warga Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh Abdul Latief yang merupakan suaminya tersebut. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah semoat mendapat perawatan intensif di RSUD Cianjur.

Direktur RSUD Cianjur, dr Darmawan saat dihubungi mengatakan, korban yang datang dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat terkena siraman air keras mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.

Nyawa korban tak tertolong meski ditangani maksimal oleh tim medis. Sekitar pukul 20.30 WIB korban menghembuskan nafas terakhirnya.

"Kami sudah berencana untuk merujuk korban ke RSHS Bandung karena luka yang diderita lebih dari 90 persen. Namun menjelang malam, korban meninggal dunia dan saat ini, jenazahnya masih tersimpan di ruang jenazah RSUD Cianjur, guna autopsi," katanya. (Antara)

Baca Juga: Istri Tewas Disiram Air Keras, WN Timteng Tertangkap saat Kabur ke Jakarta

Komentar