Tiga Siswa di Tarakan Tidak Naik Kelas 3 Tahun Karena Beda Agama

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Senin, 22 November 2021 | 10:39 WIB
Tiga Siswa di Tarakan Tidak Naik Kelas 3 Tahun Karena Beda Agama
Ilustrasi siswa SD belajar tatap muka. [ANTARA/HO-HUmas Pemkab Banyuwangi]

Suara.com - Tiga orang siswa di SDN 051 Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tidak naik kelas selama tiga tahun berturut-turut hanya karena menganut agama Saksi Yehuwa.

Ketiga kakak beradik itu berinisial M (14 tahun) kelas 5 SD; Y (13 tahun) kelas 4 SD; dan YT (11 tahun) kelas 2 SD. Mereka tidak naik kelas pada tahun ajaran 2018/2019; tahun ajaran 2019/2020; dan tahun ajaran 2020/2021.

Perlakuan diskriminasi ini membuat si anak terpukul, tidak semangat belajar, malu dengan teman-temannya, bahkan tidak mau lagi melanjutkan sekolah jika tak naik kelas untuk keempat kalinya.

“Orang tua korban membuat pengaduan ke KPAI dan atas pengaduan tersebut, KPAI segera melakukan koordinasi dengan Itjen Kemendikbud Ristek untuk pemantauan bersama ke Tarakan,” kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, Senin (22/11/2021).

Orang tua ketiga anak ini juga selalu menang saat menggugat sekolah di Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda, namun sekolah tetap tidak menaikkan kelas ketiga anaknya.

Tahun pertama mereka tidak naik kelas karena dianggap absen lebih dari 3 bulan, padahal mereka absen karena dikeluarkan pihak sekolah dan baru masuk setelah putusan PTUN.

Tahun kedua, sekolah tidak memberikan pelajaran agama kepada ketiga anak tersebut karena agama yang dianutnya, padahal orang tua sudah meminta anaknya dimasukkan saja ke kelas agama Kristen.

"Selama tahun ajaran 2019-2020, Bapak AT (orang tua) terus berupaya meminta agar ketiga anaknya diberikan akses pendidikan Agama dari pihak sekolah. AT tidak pernah menolak kelas Agama Kristen tersebut, bahkan memintanya," ungkap Retno.

Guru pendidikan agama Kristen, Ibu DR menilai ketiga anak tersebut tidak bisa masuk kelasnya karena ada perbedaan akidah dan ajaran antara keyakinannya dan agama ketiga anak sebagai Kristen Saksi-Saksi Yehuwa.

baca juga

"Sekolah telah melanggar hukum dengan sama sekali tidak memberikan pelajaran Agama, menetapkan syarat-syarat yang tidak berdasar hukum, serta mempersoalkan keyakinan Agama dari ketiga anak," ucap Retno.

Tahun ketiga, pada 24 Juni 2021, saat Ujian praktek pelajaran agama, ketiga anak ini diminta menyanyikan lagu rohani yang tidak sesuai keyakinannya. Karena tidak sesuai dengan akidah agamanya, ketiga anak menawarkan lagu rohani lain, sesuai dengan Alkitab, namun ditolak, hingga mendapatkan nilai rendah dan tidak naik kelas lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Guru Cantik Tegur Murid Minum saat Belajar, Warganet Malah Ingin Tak Naik Kelas

Viral Guru Cantik Tegur Murid Minum saat Belajar, Warganet Malah Ingin Tak Naik Kelas

Sumsel | Rabu, 06 Oktober 2021 | 10:22 WIB

Ratusan Siswa di Kota Cimahi Tidak Naik Kelas Gara-gara Ini

Ratusan Siswa di Kota Cimahi Tidak Naik Kelas Gara-gara Ini

Jabar | Minggu, 11 Juli 2021 | 11:33 WIB

Geram Ada Siswa Putus Sekolah Gegara Laptop Rusak, KPAI Lakukan Ini

Geram Ada Siswa Putus Sekolah Gegara Laptop Rusak, KPAI Lakukan Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:13 WIB

Putus Sekolah Gegara Laptop Rusak, Siswa di Nganjuk Terpaksa Jadi Pelayan

Putus Sekolah Gegara Laptop Rusak, Siswa di Nganjuk Terpaksa Jadi Pelayan

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 21:25 WIB

Terkini

3 Parfum Pria Tahan Lama Terbaik, Dijamin Bikin Cewek Nempel!

3 Parfum Pria Tahan Lama Terbaik, Dijamin Bikin Cewek Nempel!

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:41 WIB

Sinopsis Matching: True Love, Film Thriller Jepang Dibintangi Tao Tsuchiya

Sinopsis Matching: True Love, Film Thriller Jepang Dibintangi Tao Tsuchiya

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:40 WIB

YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY

YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY

Jogja | Sabtu, 26 September 2026 | 17:38 WIB

Sinopsis The Love of Hypnosis, Dracin Terbaru Liu Yifei dan Jing Bo Ran

Sinopsis The Love of Hypnosis, Dracin Terbaru Liu Yifei dan Jing Bo Ran

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:35 WIB

Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir

Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:30 WIB

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 17:21 WIB

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:20 WIB

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:17 WIB

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:13 WIB

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB

×