Habiskan 5,5 Kg Makanan, Pria China Ini Dilarang Datang ke Restoran All You Can Eat

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 24 November 2021 | 13:48 WIB
Habiskan 5,5 Kg Makanan, Pria China Ini Dilarang Datang ke Restoran All You Can Eat
Ilustrasi all you can eat (freepik.com/mrsiraphol)

Suara.com - Seorang pria di China mengungkapkan jika dirinya masuk dalam daftar hitam sebuah restoran all-you-can-eat karena makan terlalu banyak.

Menyadur BBC News Rabu (24/11/2021), pria itu, yang hanya dikenal sebagai Kang, mengatakan kepada Hunan TV bahwa dia dilarang datang ke restoran Handadi Seafood BBQ Buffet di kota Changsha.

Kang dilarang masuk oleh pihak restoran setelah sempat berkunjung beberapa kali dan dinilai menghabiskan banyak makanan.

Kang mengungkapkan dia makan 1,5 kg kaki babi saat kunjungan pertamanya dan 3,5 kg hingga 4 kg udang pada kunjungan lain.

Kang mengatakan restoran itu bersikap diskriminatif kepada food vlogger dan orang-orang yang bisa makan banyak.

"Saya bisa makan banyak, apakah itu salah?" kata Kang dan menambahkan bahwa dia tidak menyia-nyiakan makanannya.

Pemilik restoran all-you-can-eat tersebut mengatakan kepada Hunan TV bahwa Kang telah membuat usahanya rugi dan mengeluarkan banyak biaya.

"Setiap kali dia datang ke sini, saya kehilangan beberapa ratus yuan," katanya.

"Bahkan ketika dia minum susu kedelai, dia bisa minum 20 hingga 30 botol. Ketika dia makan kaki babi, dia menghabiskan seluruh nampannya. Dan untuk udang, biasanya orang menggunakan penjepit untuk mengambilnya, dia menggunakan nampan untuk mengambilnya," ungkapnya.

baca juga

Pemilik restoran tersebut juga mengungkapkan bahwa ia tidak hanya melarang Kang, namun juga semua influencer yang akan melakukan live streaming langsung dari restorannya.

Kisah ini sedang tren di media sosial Tiongkok dan telah ditonton lebih dari 250 juta kali di Weibo dan mengundang beragam komentar.

Beberapa mengatakan bahwa pihak restoran tidak boleh menjadi restoran all-you-can-eat jika mereka tidak mampu membelinya, sementara yang lain merasa kasihan pada pemilik restoran.

Tahun lalu pemerintah China mulai menindak influencer makanan, dan video semacam itu akan dilarang total di negara tersebut.

Aturan tersebut muncul setelah Presiden Xi Jinping meminta orang-orang untuk berjuang melawan limbah makanan, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kekurangan makanan.

Pada bulan April, Komisi Pusat bagian Inspeksi Disiplin meminta platform berbagi video untuk mengambil tindakan terhadap video mukbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer China Terus Pantau Pergerakan Kapal Perang Amerika di Selat Taiwan

Militer China Terus Pantau Pergerakan Kapal Perang Amerika di Selat Taiwan

Malang | Selasa, 23 November 2021 | 21:43 WIB

Jual Ginjal untuk Beli iPhone, Pria Ini Sekarang Harus Cuci Darah Rutin

Jual Ginjal untuk Beli iPhone, Pria Ini Sekarang Harus Cuci Darah Rutin

News | Selasa, 23 November 2021 | 21:40 WIB

Mangkir Bayar Pajak, Dua Influencer China Didenda Ratusan Miliar

Mangkir Bayar Pajak, Dua Influencer China Didenda Ratusan Miliar

Lifestyle | Selasa, 23 November 2021 | 17:24 WIB

Terkini

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Malang | Sabtu, 07 November 2026 | 18:37 WIB

Comeback Pertama Sejak Debut, UNCHILD Unjuk Sisi Unik di Lagu TiNG TiNG

Comeback Pertama Sejak Debut, UNCHILD Unjuk Sisi Unik di Lagu TiNG TiNG

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:35 WIB

Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit

Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:30 WIB

Pelindo Perkuat Kerja Sama Bisnis dan Konektivitas Maritim dengan Port of Los Angeles

Pelindo Perkuat Kerja Sama Bisnis dan Konektivitas Maritim dengan Port of Los Angeles

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:27 WIB

Ulasan Film The Imaginary: Ketika Imajinasi Menjadi Tempat untuk Bertahan

Ulasan Film The Imaginary: Ketika Imajinasi Menjadi Tempat untuk Bertahan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:25 WIB

KAI Siapkan 23 Rangkaian KRL Jabodetabek Baru! Delapan di Antaranya Mendesak

KAI Siapkan 23 Rangkaian KRL Jabodetabek Baru! Delapan di Antaranya Mendesak

News | Sabtu, 07 November 2026 | 18:25 WIB

GAC Indonesia Ramaikan Segmen SUV Listrik Lewat Kehadiran AION i60

GAC Indonesia Ramaikan Segmen SUV Listrik Lewat Kehadiran AION i60

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:20 WIB

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 18:17 WIB

×