Menilik Bangunan Pasar Megah Masa Kolonial di Kota Ambon

Erick Tanjung

Rabu, 24 November 2021 | 19:37 WIB
Menilik Bangunan Pasar Megah Masa Kolonial di Kota Ambon
Gambar pasar tradisional di Kota Ambon pada 1724 (Balai Arkeologi Maluku)

Suara.com - Arkeolog Andrew Huwae mengatakan Kota Ambon, Provinsi Maluku, pernah memiliki bangunan pasar tradisional yang megah. Sebagaimana digambarkan oleh François Valentijn, mantan menteri Belanda, naturalis dan penulis "Oud en Nieuw Oost-Indin" (India Timur Lama dan Baru).

"Pada masa kolonial bangunan pasar di Kota Ambon untuk mendukung perekonomian dan perdagangan masyarakat di Pulau Ambon dan Lease dibangun sangat megah," kata arkeolog Andrew Huwae dari Balai Arkeologi Maluku di Ambon, Rabu (24/11/2021).

Ia mengatakan pembangunan pasar tradisional di Kota Ambon dilaksanakan pada 1860 yang diprakarsai oleh Dirk de Haas, gubernur Hindia-Belanda saat itu. Terletak tak jauh dari tepi laut, gedung bangunan pasar dibuat memanjang dan terbuka, tanpa tembok, dengan atap ditopang sejumlah pilar.

Pasar tradisional di Kota Ambon saat itu, katanya, digambarkan oleh François Valentijn, mantan menteri Belanda, sebagai pasar terindah yang pernah ia lihat, karena letaknya membuat orang-orang bisa menikmati pemandangan Teluk Ambon dari gerbang yang memanjang dari gerbang laut Benteng Victoria.

Naturalis dan penulis "India Timur Lama dan Baru" itu, kata Andrew, juga menyebutkan ukuran bangunan pasar jauh lebih besar dari gedung-gedung gereja di Ambon masa itu, dan digunakan oleh para wanita dari Leitimur datang berjualan sayuran, daging, buah, sagu dan sebagainya untuk dibeli warga.

"Pasar itu sekarang kita kenal dengan dengan nama Pasar Lama. Pasar itu awalnya dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda, hingga kini bentuk bangunannya telah mengalami beberapa kali pembangunan ulang," ucap Andrew.

Dikatakannya lagi, bangunan Pasar Lama yang megah pernah rusak berat saat gempa bumi yang melanda Ambon pada 1754. Pembangunan ulang yang dilakukan oleh Hindia-Belanda tidak menyerupai bentuknya yang lama dan tidak semegah sebelumnya.

Saat gempa bumi Tahun 1898, bangunan pasar mengalami sedikit kerusakan dan diperbaiki menjadi lebih permanen, dibangun menjadi beberapa gedung terbuka ditopang tiang dan beratap seng, sehingga tampak seperti pasar terbuka.

Bangunan pasar dibangun dalam bebeberapa bagian untuk pengelompokan barang jualan berdasarkan fungsinya, guna mempermudah warga mendagangkan barangnya dan berbelanja.

baca juga

"Bentuk bangunan pasar yang dibangun ulang pada 1898 yang sampai sekarang kita gunakan, dipisahkan sesuai fungsinya untuk jualan sayuran, buah, kayu bakar dan lain sebagainya," tutur Andrew. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Labfor Makassar Selidiki Penyebab Kebakaran di Kota Ambon

Tim Labfor Makassar Selidiki Penyebab Kebakaran di Kota Ambon

Sulsel | Jum'at, 19 November 2021 | 13:41 WIB

Tradisi Mandi Safar di Ambon, Tetap Ramai di Masa Pandemi COVID-19

Tradisi Mandi Safar di Ambon, Tetap Ramai di Masa Pandemi COVID-19

Lifestyle | Kamis, 07 Oktober 2021 | 16:43 WIB

Miris! Masih Ada Nakes di RSUD Haulussy Ambon Digaji Rp1 Juta Per Bulan

Miris! Masih Ada Nakes di RSUD Haulussy Ambon Digaji Rp1 Juta Per Bulan

News | Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Terkini

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×