alexametrics

Muncul di Tengah Ekonomi Indonesia yang Mulai Pulih, Menkeu Turut Waspadai Varian Omicron

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Muncul di Tengah Ekonomi Indonesia yang Mulai Pulih, Menkeu Turut Waspadai Varian Omicron
Omicron. (Dok. Envato)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani turut mewaspadai kemunculan Virus Corona varian baru, yakni Omicron.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani turut mewaspadai kemunculan Virus Corona varian baru, yakni Omicron. Mengingat Omicron muncul di tengah kondisi Ekonomi Indonesia yang sedang dalam masa pemulihan.

Sehingga, kehadiran Virus Corona varian baru dari wilayah Afrika tersebut tentunya akan menjadi kekhawatiran.

"Kami sangat waspada dan tentunya mencermati apa yang sebenarnya sedang terjadi di berbagai belahan dunia dengan meningkatnya kasus atau mutasi kasus baru Omicron Covid-19 yang berasal dari Afrika Selatan dan kini menyebar ke beberapa negara," kata Sri Mulyani dalam The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2021, Selasa (30/11/2021).

Sri Mulyani mengatakan, pada situasi pandemi yang masih berlangsung, pemerintah tentu berupaya melakukan pemulihan ekonomi. Ia mengharapkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 berkisar 3,5-4,0 persen. 

Baca Juga: Ahli Inggris: Masker Kurang Melindungi terhadap Penularan Varian Omicron

Diakui Menkeu, harapan pertumbuhan ekonomi tersebut tentu tidak begitu saja mudah dicapai. Namun begitu, pemerintah tetap optimis memaksimalkan anggaran guna pemulihan ekonomi. 

Presiden Jokowi sampai dengan saat ini sendiri sudah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022 kepada pimpinan kementerian/lembaga (K/L) serta kepala daerah.

Sri Mulyani berujar ke depan akan menjadi tahun ketiga di mana anggaran digunakan untuk pemulihan ekonomi.

"Menjadi tahun ketiga atau ketiga anggaran yang akan terus berlanjut mendukung pemulihan ekonomi serta penanganan tantangan Covid-19," katanya.

Baca Juga: Omicron Mengancam, Apakah akan Membatalkan Aksi Reuni 212?

Komentar