alexametrics

Instagram DPD Sebut La Nyalla Didukung Jadi Presiden, Publik: Kampanye Pakai Akun Lembaga

Reza Gunadha | Fita Nofiana
Instagram DPD Sebut La Nyalla Didukung Jadi Presiden, Publik: Kampanye Pakai Akun Lembaga
Unggahan Instagram DPD RI (https://www.instagram.com/dpdri/)

Akun resmi DPD RI menuai kritikan publik karena unggahannya.

Suara.com - Akun instagram resmi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendapatkan kecaman publik karena dinilai disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Kecaman terseeut bermula dari unggahan instagram @dpdri yang menampilkan foto ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama pihak Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS).

Pada akun lembaga pemerintah tersebut secara terang-terangan menyatakan bahwa La Nyalla mendapat dukungan menjadi calon presiden.

"Dipinang jadi ketua dewan pengawas, ABPEDNAS dukung Lanyalla jadi presiden," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Viral, Jepitan Rambut Unik Bikin Netizen Ogah Pakai, Takut Dikira Beneran

Pada unggahan tersebut trlihat LaNyalla foto bersama lima anggota ABPEDNAS sambil berpose membentuk huruf L.

"AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kembali mendapat dukungan untuk menjadi Presiden pada Pemilu 2024. Kali ini, dukungan disampaikan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS)," tulis akun @dpdri.

"Dukungan diungkapkan dalam audiensi yang berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPD RI di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/11/2021)," imbuhnya.

Akun publik tersebut menyatakan bahwa Deden Samsuddin selaku ketua umum ABPEDNAS telah mengenal baik LaNyalla sehingga mendukung Ketua DPD RI itu maju di kontestasi Pilpres 2021.

"Kami sudah paham siapa figur Ketua DPD RI. Kami merasa seirama dengan Pak LaNyalla. Kami juga mendukung Bapak untuk tampil dalam kontestasi Pilpres tahun 2024," kata Deden seperti yang dikutip dari akun Instagram @dpdri.

Baca Juga: Motret Nenek-Nenek Tetangga, Hasil Fotonya Malah Bikin Warganet Terharu

Unggahan tersebut tentu mendapatkan kecaman publik. Sebab akun milik pemerintah malah dianggap disalahgunakan.

Komentar