Lira Merosot Hingga 45%, Petani Mengaku Jual Tanah dan Warga Kurangi Makan

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:05 WIB
Lira Merosot Hingga 45%, Petani Mengaku Jual Tanah dan Warga Kurangi Makan
BBC

Suara.com - Mata uang nasional Turki, lira, merosot hingga 45% terhadap dolar tahun ini tetapi Presiden Recep Tayyip Erdogan sejauh ini tampak tidak terganggu.

Penurunan lira mencapai titik terendah pekan ini, tetapi pemimpin Turki yang telah lama berkuasa itu tetap mempertahankan pendekatannya berupa "perang ekonomi yang mandiri" dengan ditopang suku bunga rendah.

Lalu mengapa Presiden Erdogan mempertahankan model, yang menurut para kritikus, berisiko mengerek inflasi, pengangguran dan tingkat kemiskinan, dan apa artinya bagi warga Turki?

Kebijakan tak lazim

Alasan sederhana keterpurukan lira adalah kebijakan ekonomi tak lazim yang ditempuh Erdogan, yakni mempertahankan suku bunga rendah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Turki dan potensi ekspor dengan nilai tukar yang kompetitif.

Bagi banyak ekonom, jika inflasi naik yang dilakukan untuk mengendalikannya adalah menaikkan bunga. Tapi Presiden Erdogan Erdogan memandang suku bunga sebagai "keburukan yang s

"Semua serba mahal," kata Sevim Yildirim kepada BBC di sebuah pasar buah. "Dengan harga seperti ini, tak mungkin bisa menyediakan makanan utama untuk keluarga."

Inflasi tahunan meningkat di atas 21% di Turki, tetapj Bank Sentral Republik Turki, dikendalikan oleh Erdogan, hanya menurunkan suku bunga dari 16% ke 15%, pemotongan ketiga tahun ini.

Baca juga:

Inflasi meningkat di seluruh dunia, dan bank sentral di masing-masing negara membicarakan kenaikan suku bunga. Tidak demikian di Turki, karena Presiden Erdogan yakin inflasi pada akhirnya akan turun.

Dalam tempo dua tahun ia telah memecat tiga presiden bank sentral dan baru pekan ini ia mengganti menteri keuangan. Jadi nilai tukar lira terus merosot.

Harga meroket

Perekonomian Turki tergantung pada impor untuk memproduksi barang-barang mulai dari makanan hingga tekstil sehingga kenaikan nilai dolar berdampak langsung pada harga barang-barang keperluan.

Sebagai contoh tomat, bahan penting dalam masakan Turki. Untuk menanam tomat, petani memerlukan gas dan pupuk yang harus diimpor.

Harga tomat naik sampai 75% pada Agustus dibanding harga satu tahun sebelumnya, menurut Kamar Dagang di Antalya, sentra pertanian di kawasan pesisir selatan.

"Bagaimana kami bisa untung dalam kondisi ini?" tanya Sadiye Kaleci, yang menanam anggur Pamukova, kota kecil sekitar tiga jam perjalanan dari Istanbul.

"Kami menjual dengan harga rendah, harga belinya mahal," keluh perempuan itu. Untuk tanaman anggurnya, ia perlu membeli diesel, pupuk dan sulfur.

Petani lain, Feride Tufan, mengaku satu-satunya cara bertahan adalah menjual aset-asetnya: "Kami melunasi utang dengan menjual tanah dan perkebunan anggur kami. Tapi jika kami menjual semuanya, kami tidak punya apa-apa lagi yang tersisa."

Mata uang lira begitu bergejolak sehingga harga-harga berubah setiap hari.

"Saya sudah mengurangi semua pengeluaran," ungkap Hakan Ayran ketika sedang berbelanja di pasar. "Untuk menutupi kebutuhan semua orang mengurangi makan dan tak seorang pun berbelanja."

Karyawan supermarket mengunggah kenaikan harga di media sosial, menunjukkan harga sebelumnya dan harga sekarang.

https://twitter.com/zamgunlugu/status/1465737016176431108?s=20


Barang-barang itu bervariasi seperti margarine (di atas) dan minyak zaitun, teh, kopi, sabun cuci serta tisu toilet.

Sebuah toko roti di kota terbesar ketiga Turki, Izmir, memasang pengumuman untuk menjelaskan kenaikan harga dengan mencantumkan kenaikan harga bahan-bahan yang diperlukan seperti tepung, minyak dan wijen. Pengumuman itu ditutup dengan kata-kata: "Semoga Tuhan menyertai kita."

https://twitter.com/etkilihaber/status/1463826208920154115?s=20


Uang dalam mata uang asing menjadi persoalan bagi sektor swasta dan sebagian besar perusahaan menahan produk mereka di gudang karena lebih menguntungkan dibanding menjualnya, karena votalitas lira dan inflasi.

Semua ini menambah angka kemiskinan dan melebarkan jurang pendapatan serta jurang kekayaan.

Anak-anak muda marah

Antrean terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum dan kantor pemerintah yang menawarkan roti dengan harga miring.

Pada waktu yang sama, partai-partai oposisi mendesak pemilihan umum yang dipercepat. Ketika lira merosot 18% dalam tempo sehari pada tanggal 23 November, terjadi unjuk rasa dan puluhan warga ditangkap.

Namun ungkapan kemarahan yang paling bisa diamati dari kalangan generasi muda Turki disampaikan lewat Twitter, streaming langsung di Twitch, video TikTok dan YouTube.

"Saya tidak senang dengan pemerintah sama sekali. Saya tidak bisa membayangkan masa depan bagi saya sendiri di negara ini," kata seorang pemuda kepada wartawan di salah satu saluran YouTube.

Satu dari lima warga muda di Turki menganggur; bahkan jumlah perempuan yang menganggur lebih besar lagi.


Turki tercatat sebagai negara tertinggi keempat di dunia dari segi jumlah penduduk muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah atau mendapat pelatihan, menurut OECD.

Kelompok penduduk muda ini membandingkan taraf hidup mereka dengan taraf hidup di negara-negara lain.

"Bagi warga muda di Amerika Serikat atau Eropa, mereka bisa dengan mudah membeli ponsel iPhone dengan gaji mereka, kata seorang pemuda berusia 18 tahun. "Kalau pun saya bekerja sampai berbulan-bulan, saya tak mampu membelinya. Itu tak pantas terjadi pada saya."

Generasi muda siap memainkan peran penting di dunia politik Turki yang telah diperintah oleh partai pimpinan Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sejak 2002.

Hampir sembilan juta warga Turki yang dilahirkan sesudah akhir 1990-an akan mempunyai hak memilih dalam pemlu tahun 2023 dan fakta itu bisa menimbulkan masalah bagi AKP.

'Tak mungkin menerka-nerka'

Keberhasilan partai berkuasa antara lain ditopang adanya dana asing setelah krisis keuangan tahun 2008.

Akan tetapi sebagian besar pertumbuhan ekonomi digerakkan oleh belanja pemerintah dan pinjaman yang lebih diarahkan ke industri konstruksi.

Akibatnya, produksi tetap tetap tergantung pada impor dan ekonomi diombang-ambingkan oleh fluktuasi mata uang.

Tak banyak orang yang percaya model ekonomi Erdogan bakal menolong lira Turki.

Di tengah ketidakpastian itu, ekonom Arda Tunca mengatakan tak dapat diperkirakan apa yang akan terjadi di kemudian hari.

"Inilah pertama kalinua kami menerapkan model yang benar-benar di luar teori ekonomi. Ketika terjadi krisis sebelumnya kami dapat menerka-nerka apa yang akan terjadi. Sekarang tidak mungkin," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Sport | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:55 WIB

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB