facebook

Tanggapi Pernyataan KSAD Dudung, Said Didu Panjatkan Doa Seperti Ini

Aprilo Ade Wismoyo
Tanggapi Pernyataan KSAD Dudung, Said Didu Panjatkan Doa Seperti Ini
Said Didu.[YouTube/MSD]

Said Didu tanggapi pernyataan KSAD yang menyebjut agar tidak terlalu dalam memperlajari agama.

Suara.com - Pengamat kebijakan publik yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, turut berkomentar terkait pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Said Didu menanggapi sebuah artikel yang memuat pernyataan KSAD Dudung yang menyebut jangan terlalu dalam mempelajari agama.

Said Didu lantas menuliskan sebuah doa yang isinya memohon agar tidak terjadi masa di mana agama dilarang dipelajari di Indonesia.

"Ya Allah jangan sampai tiba saatnya di negeriku agama dilarang dipelajari," tulis Said Didu dalam cuitannya, dikutip Suara.com, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Sindir Pernyataan KSAD Dudung, Felix Siauw Bahas Munafik: Mereka Tak Suka Agama

Lewat beberapa cuitan lain, Said Didu kembali menyoroti pernyataan KSAD Dudung. 

"Hampir tiap hari menyinggung agama," tulis Said Didu.

Cuitan Said Didu (twitter)
Cuitan Said Didu (twitter)

Diketahui dalam sebuah video yang diunggah akun Dispenad, KSAD Dudung Abdurachman menjelaskan soal penerapan rasa syukur yang sudah diciptakan oleh Allah SWT kepada hambanya untuk menunaikan salat.

Dudung pun menyinggung soal ilmana sebagai tingkatan keimanan umat Islam.

"Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama," ujar Dudung.

Baca Juga: Soal Permintaan Brigitta Lasut, Satu Batalyon TNI Bisa Bernasib jadi Ajudan Anggota DPR

Lebih lanjut Dudung menyebut mempelajari agama terdalam bisa berpotensi menimbulkan terjadinya penyimpangan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar