Hati-hati! Inilah Bahaya Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Berapi

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 06 Desember 2021 | 13:04 WIB
Hati-hati! Inilah Bahaya Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Berapi
Gunung Semeru Erupsi menyeburkan abu vulkanik [Foto: Suarajatimpost]

Suara.com - Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru pada (4/12/2021) sore, mengguyur sekitar wilayah Kabupaten Malang dan Jawa Timur. Ternyata, ada bahaya abu vulkanik yang perlu untuk diketahui.

Hujan abu vulkanik tersebut terjadi secara bersamaan dengan guguran awan panas yang keluar akibat aktivitas Semeru. Ada bahaya abu vulkanik yang mengancam nyawa warga.

Berdasarkan laporan visual yang dibagikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), warga sekitar lereng Gunung Semeru berlarian pada saat guguran awan panas dan hujan abu mulai terlihat. Guguran awan panas Gunung Semeru bahkan masih terjadi hingga keesokan harinya (5/12/2021), sejauh kilometer dari ujung lidah lava. Warga diminta berhati-hati karena bahaya abu vulkanik.

Bahaya Abu Vulkanik

Pakar paru UNS yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Dr. Reviono, dr., Sp. P(K) menjelaskan, masyarakat patut berhati-hati dengan bahaya abu vulkanik karena abu vulkanik dari hasil letusan gunung berapi ukurannya sangat kecil, yaitu kurang dari 2µm dan mengandung sejumlah kandungan berbahaya yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi pernapasan.

Sejalan dengan hal itu, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Teach The Earth, abu vulkanik mengandung zat maupun gas berbahaya seperti aerosol, yang dibawa dalam abu vulkanik. Beberapa di antaranya yaitu karbon dioksida, sulfat (sulfur dioksida), asam hidroklorik, dan asam hidroflourat. Kandungan tersebut memiliki efek yang berbeda, tapi cukup membahayakan kita. Itulah bahaya abu vulkanik.

Material abu vulkanik pascaerupsi Gunung Merapi menempel pada tumbuhan di kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (25/6/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Material abu vulkanik pascaerupsi Gunung Merapi menempel pada tumbuhan di kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (25/6/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bahaya abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan. Pasalnya, aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru, mata, bahkan kulit. Gejala pernapasan yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan atau batuk, sesak napas, sampai kemungkinan bronchitis.

Sedangkan bahaya abu vulkanik lainnya meliputi gejala iritasi mata, dapat ditandai dengan mata menjadi gatal atau memerah, lecet atau adanya goresan pada kornea, hingga memicu konjungtivitis.

Sementara itu, salah satu efek jangka panjang dari bahaya abu vulkanik adalah silikosis. Silikosis ini merupakan sebuah penyakit yang mengakibatkan kerusakan paru-paru dan jaringan parut, dari paparan partikel silika kristal bebas.

baca juga

Mineral yang berhubungan dengan silikosis termasuk kuarsa, kristobalit, serta tridimit, terkandung di dalam abu vulkanik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh karenanya, warga diminta berhati-hati dengan bahaya abu vulkanik.

Tidak hanya itu saja, bahaya abu vulkanik juga dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman yang tumbuh di daerah yang terpapar abu vulkanik dan merusak serat-serat tanaman.

Mengutip dari laman National Geographic, abu vulkanik merupakan campuran batuan, mineral, dan partikel kaca yang keluar akibat letusan gunung berapi. Partikelnya yang sangat keras dan memiliki tepi bergerigi, dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, paru-paru, dan masalah pernapasan.

Oleh karena itu, masyarakat yang berada di sekitar lereng gunung berapi yang sedang erupsi sebaiknya berhati-hati dengan bahaya abu vulkanik. Segera berlindung dari hujan abu. Dengan begitu, kita dapat terhindar dari bahaya abu vulkanik.

Itulah informasi singkat mengenai bahaya abu vulkanik. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Menarik Kendaraan Hagglund yang Jelajahi Segala Medan Sisa Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Menarik Kendaraan Hagglund yang Jelajahi Segala Medan Sisa Erupsi Gunung Semeru

News | Senin, 06 Desember 2021 | 13:01 WIB

Viral Ibu Lindungi Anak Saat Semeru Erupsi, Wajahnya Hitam Kena Abu Vulkanik

Viral Ibu Lindungi Anak Saat Semeru Erupsi, Wajahnya Hitam Kena Abu Vulkanik

Lifestyle | Senin, 06 Desember 2021 | 12:51 WIB

Update Erupsi Gunung Semeru, 15 Orang Meninggal Hingga Pukul 11.10 WIB Hari Ini

Update Erupsi Gunung Semeru, 15 Orang Meninggal Hingga Pukul 11.10 WIB Hari Ini

Malang | Senin, 06 Desember 2021 | 12:42 WIB

Tak Tega Tinggalkan Ibu saat Erupsi Semeru, Wanita Tewas dalam Kondisi Berpelukan

Tak Tega Tinggalkan Ibu saat Erupsi Semeru, Wanita Tewas dalam Kondisi Berpelukan

News | Senin, 06 Desember 2021 | 12:00 WIB

Viral Tweet Wartawan Asing Izin Soal Video Semeru Pakai Bahasa Jawa Hasil Google Translate

Viral Tweet Wartawan Asing Izin Soal Video Semeru Pakai Bahasa Jawa Hasil Google Translate

Hits | Senin, 06 Desember 2021 | 12:29 WIB

Terkena Guguran Awan Panas Semeru, 6 Warga Kritis di RS Akibat Luka Bakar 80 Persen

Terkena Guguran Awan Panas Semeru, 6 Warga Kritis di RS Akibat Luka Bakar 80 Persen

News | Senin, 06 Desember 2021 | 11:02 WIB

Terkini

Jangan Harap Punya Pemimpin Berkualitas Jika Warganya Buta Politik

Jangan Harap Punya Pemimpin Berkualitas Jika Warganya Buta Politik

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 14:15 WIB

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:13 WIB

Stok Beras Jateng Melimpah 1,5 Juta Ton, tapi Kok Harga Malah Naik? Ini Kata Gubernur Ahmad Luthfi

Stok Beras Jateng Melimpah 1,5 Juta Ton, tapi Kok Harga Malah Naik? Ini Kata Gubernur Ahmad Luthfi

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 14:11 WIB

Harga Sawit Riau Periode 9-15 September Meroket, Nyaris Rp4 Ribu per Kg

Harga Sawit Riau Periode 9-15 September Meroket, Nyaris Rp4 Ribu per Kg

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 14:10 WIB

Wafat di Usia 78, Reniyanti Hoegeng Ternyata Sahabat Megawati Sejak Bersekolah di Cikini

Wafat di Usia 78, Reniyanti Hoegeng Ternyata Sahabat Megawati Sejak Bersekolah di Cikini

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:10 WIB

My Unfamiliar Family: Keluarga yang Hidup Bersama Tanpa Saling Memahami

My Unfamiliar Family: Keluarga yang Hidup Bersama Tanpa Saling Memahami

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 14:10 WIB

7 Zodiak Paling Ambisius, Pantang Menyerah Sebelum Keinginan Terwujud

7 Zodiak Paling Ambisius, Pantang Menyerah Sebelum Keinginan Terwujud

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 14:10 WIB

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:09 WIB

×