alexametrics

Bisnis Moncer Masa Pandemi, Perusahan Layanan Kesehatan Ini Lakukan Ekspansi

Erick Tanjung | Achmad Fauzi
Bisnis Moncer Masa Pandemi, Perusahan Layanan Kesehatan Ini Lakukan Ekspansi
Ilustrasi--Platform layanan kesehatan (Dok: Istimewa)

Namun ketika pandemi semakin terlihat kebutuhan pasar retail akan layanan jasa kesehatan, ujar Rokhmad.

Suara.com - Bisnis layanan kesehatan moncer di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, banyak perusahaan pelayanan kesehatan yang melakukan ekspansi bisnis.

Salah satunya, PT Primed Sumber Berkah Utama yang berencana melakukan ekspansi bisnis dengan mendirikan layanan kesehatan di berbagai lokasi Indonesia.

Saat ini, Primed telah melayani lebih dari 1 juta screening test untuk deteksi dini Covid-19 dan belasan pusat isolasi terpadu dengan perawatan terstruktur bagi pasien telah didirikan serta dikelolanya

"Namun ketika pandemi semakin terlihat kebutuhan pasar retail akan layanan jasa kesehatan. Dengan demikian kamipun terus membuka jalan dan peluang untuk berkembang di market tersebut," kata Presiden Direktur PT Primed Sumber Berkah Utama Rokhmad Triyanto dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Disambut Baik Pelaku Pariwisata, Pembatalan PPKM Level 3 Jadi Ujian Berat Indonesia

Rokhmad mengatakan, ekspansi cabang laboratorium klinik di berbagai lokasi merupakan target utama perusahaan. Bali menjadi pilihan Primed untuk ekspansi bisnis seiring dengan adanya gelaran internasional yaitu KTT G20 di Bali.

"Bali menjadi daerah yang mendapatkan perhatian dunia, apalagi tahun depan ada KTT G20 di Bali. Banyak kegiatan internasional yang diadakan disini. Kami sangat berharap Primed dapat menancapkan kaki lebih kuat lagi di Pulau Dewata ini. Potensi wellness and health tourism di Bali besar dan sedang berkembang dari segi industrinya," imbuh dia.

Dalam hal ini, tambah Rokhmad, Primed juga membuka kesempatan partnership bagi masyarakat dan pelaku bisnis yang ingin mencoba peluang dibidang kesehatan.

"Kami pun selalu beradaptasi sehingga bisa membangun relevansi dengan berbagai sektor market. Disisi lain, memperkuat hubungan emosional dengan target market untuk membangun loyalitas merupakan sisi yang tidak dapat ditinggalkan," pungkas Rokhmad.

Baca Juga: Pandemi COVID-19 Masih Terjadi, Wisata Alam Diprediksi Menjadi Tren 2022

Komentar