Jumlah Korban Akibat Ledakan Truk Bahan Bakar di Haiti Bertambah, Jadi 75 Orang

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 16 Desember 2021 | 21:33 WIB
Jumlah Korban Akibat Ledakan Truk Bahan Bakar di Haiti Bertambah, Jadi 75 Orang
Ilustrasi kebakaran. (Shutterstock)

Suara.com - Jumlah korban tewas akibat ledakan truk yang mengangkut bahan bakar di Haiti naik menjadi 75 hingga Rabu (15/12/2021).

Menyadur Channel News Asia Kamis (16/12/2021), menurut pihak berwenang, para korban tewas tersebut adalah warga yang berebut bahan bakar yang tumpah dari truk.

Petugas penyelamat menemukan 61 mayat di lokasi kecelakaan, yang terjadi pada Senin malam waktu setempat di kota terbesar kedua Haiti, Cap-Haitien.

Sementara itu, direktur rumah sakit Cap-Haitien mengatakan bahwa 14 orang meninggal saat dirawat karena luka.

"Kami membutuhkan semua bantuan yang bisa kami dapatkan. Rumah sakit tidak terbiasa dengan begitu banyak korban luka," kata Jean Gracia Coq, direktur Rumah Sakit Universitas Justinien.

"Kelangkaan membuat orang lengah dan tidak mengambil tindakan pencegahan yang harus diambil berkaitan dengan bahan bakar," sambungnya.

Ledakan besar tersebut menghanguskan beberapa rumah dan toko di dekatnya, serta menghancurkan mobil dan sepeda motor yang sedang lewat.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa truk bahan bakar itu terbalik setelah pengemudinya berusaha menghindari tabrakan sepeda motor.

Seorang pedagang kaki lima bernama Marie-Ange Celicourt membawa temannya ke rumah sakit akibat terluka karena ledakan itu.

"Dia datang kepada saya berteriak: 'Saya terbakar! Saya terbakar!'" kata Celicourt (39), sambil menunggu di rumah sakit.

"Kasusnya serius. Dokter memberi tahu saya bahwa salah satu paru-parunya terbakar, tetapi kami belum memberi tahu dia," sambungnya.

Kedutaan Besar AS di Haiti dalam sebuah pernyataan menyatakan belasungkawa kepada korban luka dan keluarga korban tewas.

Petugas penyelamat telah menyelesaikan pencarian di daerah itu, kata Frandy Jean, kepala pemadam kebakaran Haiti untuk wilayah utara.

Dampak ledakan diperparah karena warga menyimpan bahan bakar di rumah mereka dan karena beberapa mendekati truk ketika terbalik.

"Sopir telah memperingatkan orang-orang untuk tidak mendekati truk itu," kata Jean kepada Reuters. "Mereka tidak mendengarkan. Mereka membawa telepon mereka, yang mereka gunakan (sebagai senter), dan beberapa mencoba melubangi tangki dengan palu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran di Balikpapan Barat, Sembilan Saksi Diintrogasi, Belum Temukan Penyebab

Kebakaran di Balikpapan Barat, Sembilan Saksi Diintrogasi, Belum Temukan Penyebab

Kaltim | Kamis, 16 Desember 2021 | 19:46 WIB

Karhutla di Kaltim Januari-Februari Seluas 4.813 Hektar, Isran Noor: Menunjukkan Penurunan

Karhutla di Kaltim Januari-Februari Seluas 4.813 Hektar, Isran Noor: Menunjukkan Penurunan

Kaltim | Kamis, 16 Desember 2021 | 18:55 WIB

Truk Tronton Terbakar di Jalan Tol Japek, Begini Kronologinya

Truk Tronton Terbakar di Jalan Tol Japek, Begini Kronologinya

Bekaci | Kamis, 16 Desember 2021 | 17:49 WIB

Terkini

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:06 WIB

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:46 WIB

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:30 WIB

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB