Array

Catatan Akhir Tahun PDIP untuk Anies: 6 Program Tak Jalan Hingga Kebanyakan Retorika

Selasa, 21 Desember 2021 | 18:57 WIB
Catatan Akhir Tahun PDIP untuk Anies: 6 Program Tak Jalan Hingga Kebanyakan Retorika
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pelantikan dan Pengukuhan struktural DPP Forum RT/RW DKI Jakarta periode 2021-2026, di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/12/2021). [Dok. Pemprov DKI Jakarta]

Suara.com - Fraksi PDI-Perjuangan menyampaikan catatan akhir tahun kinerja Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya di tahun 2021. PDI-P menilai banyak program yang belum dijalankan hingga Anies yang terlalu banyak retorika.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jakarta, Gembong Warsono, dalam penyampaian Laporan Akhir Tahun Fraksinya di Creative Hall, MBLOC Space, Kebayoran Baru.

“Sebut saja normalisasi sungai, Rumah DP Nol, dan Oke-Oce. Tiga hal itu realisasinya tahun ini tetap jalan di tempat,” ujar Gembong, Selasa (21/12/2021).

Gembong menjelaskan hingga akhir tahun 2021 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan normalisasi atau pun naturalisasi sungai sama sekali. Padahal program ini berdampak besar terhadap penanggulangan banjir Ibukota.

"Justru program sumur resapan yang menelan anggarannya hingga Rp411 M pada tahun 2021, pembangunannya tidak memperhatikan aspek teknis sehingga menghancurkan fasilitas umum di lokasi tersebut," kata Gembong.

Terkait dengan Rumah DP 0 rupiah, hingga tahun 2021 ini yang terealisasi hanya sebanyak 967 unit saja. Ini hanya mencakup 0,3 persen dari total target di Rancangan Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Untuk program Oke-Oce yang kini berganti nama jadi Jakpreneur, 281.812 UMKM telah mendaftar di website Jakpreuner. Dari total jumlah tersebut, baru sekitar 6.000 UMKM yang berhasil mendapatkan akses permodalan.

Gembong menilai Anies kerap bermain kata-kata untuk menunjukan capaiannya. Ia menyebut target menghasilkan 200 ribu pengusaha sudah terlampaui. Padahal, 281.813 orang itu baru mendaftar.

"Jadi diklaim begini, bahasanya melampaui dari target pendaftarnya. Padahal yang sudah mencapai tujuh tahapan yang bisa dikatakan wirausahawan baru itu baru 6.000 UMKM kita dari target 200 ribuan," kata Gembong.

Baca Juga: Revisi UMP Jakarta 2022 Dinilai Bikin Gaduh, DPRD Bakal Panggil Pemprov DKI

"Menata kota tidak hanya berputar pada retorika yang sudah ada. Tidak mencapai target tapi terlampaui, masa rakyat ibukota yabg cerdas mau diputar dengan kata-kata seperti itu," Gembong menambahkan.

Selain ketiga program tersebut, Gembong menyebut masih banyak program-program prioritas lainnya yang tidak dijalankan seperti Pembangunan LRT, Rehabilitasi Total bangunan Sekolah. Dengan demikian, ia menyebut ada enam total program yang tidak berjalan.

“Kami rasa, tahun 2021 ini Bapak Gubernur kehilangan fokus untuk mengejar pekerjaan rumah yang sudah kami sampaikan di tahun lalu, dan memilih untuk fokus terhadap hal-hal yang tidak substansial seperti Formula E,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI