Capaian Kinerja KLHK dalam Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Tahun 2021

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Selasa, 21 Desember 2021 | 19:14 WIB
Capaian Kinerja KLHK dalam Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Tahun 2021
Dok: KLHK

Suara.com - Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno menyampaikan capaian kinerja direktorat yang dipimpinnya hingga akhir tahun 2021 pada saat Diskusi Refleksi Akhir Tahun KLHK di Jakarta, (17/12/2021).

Wiratno menyampaikan, banyak persoalan yang perlu diselesaikan dengan cara-cara yang tidak biasa.

“We can’t solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them, quote dari Albert Einstein tersebut kurang lebih sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh Direktorat Jenderal KSDAE dalam beberapa tahun terakhir ini,” terangnya.

Menurut Wiratno, masalah lingkungan saat ini tidak bisa diselesaikan dengan cara atau teori saat ini, sehingga dibutuhkan teori masa depan, oleh karena itu muncul inovasi dan kreatifitas.

Bekerja di konservasi adalah bekerja dengan spirit, tidak terjebak target dan angka, tetapi harus ada konten dan konteks, serta harus memiliki prinsip penting yaitu spirit kepeloporan, keberpihakan, kepedulian, konsistensi, dan kepemimpinan. Selain itu prinsip 2A (Awake and Alert), harus bangun dan terjaga untuk menjaga kawasan dan melayani masyarakat.

Wiratno menjelaskan, berbagai capaian kinerja Direktorat Jenderal KSDAE hingga penghujung tahun 2021. Dalam hal pengelolaan kawasan konservasi, capaian kemitraan konservasi yang secara nasional sejak 2018 sampai dengan November 2021 menjangkau kawasan hutan seluas 176.588 Ha, melalui 347 perjanjian kerjasama di 55 UPT, di 69 kawasan konservasi, serta melibatkan 261 desa, 246 mitra, dan 12.621 jiwa.

Selain kemitraan konservasi, Direktorat Jenderal KSDAE juga berkewajiban untuk melaksanaan pembinaan usaha ekonomi masyarakat yang bermukim di daerah penyangga kawasan konservasi. Upaya ini dilakukan agar dapat menciptakan hubungan yang positif antara masyarakat dengan kawasan konservasi itu sendiri. Selama dua tahun terakhir, kegiatan pemberdayaan masyarakat ini telah menghasilkan 1.359 jenis usaha ekonomi produktif di 644 desa, 965 kelompok, serta melibatkan 26.157 orang anggota kelompok.

Kemudian, sebagai bagian dari penanganan area terbuka pada kawasan konservasi, dilakukan upaya-upaya pemulihan ekosistem. Pada periode 2015-2019, dari target pemulihan ekosistem seluas 100.000 Hektare (Ha) dapat dicapai seluas 84.067 Ha atau sebesar 84,07%. Adapun untuk periode 2020-2024, ditargetkan pemulihan ekosistem seluas 200.000 Ha. Hingga tahun 2021, telah dicapai realisasi pemulihan ekosistem seluas 50.251 Ha atau sebesar 25,13%. Pemulihan ekosistem juga dilakukan melalui skema kemitraan konservasi. Hingga saat ini, pemulihan ekosistem dengan skema kemitraan konservasi telah dilakukan pada area seluas 13.830 Ha, pada 18 UPT Direktorat Jenderal KSDAE.

Terkait konservasi spesies dan genetik, untuk mengantisipasi kepunahan spesies, Direktorat Jenderal KSDAE melakukan upaya-upaya konservasi spesies secara insitu dan eksitu. Upaya konservasi insitu antara lain dilakukan melalui pengelolaan habitat, penanganan konflik, serta eradikasi invasive alien species dan zoonosis. Adapun upaya konservasi eksitu dilakukan melalui pengembangbiakan spesies, restocking hasil penangkaran, serta melakukan rescue, rehabilitasi dan release.

Pada tahun 2020-2024, Direktorat Jenderal KSDAE menargetkan pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi pada 70 juta Ha area indikatif dengan potensi keanekaragaman hayati tinggi. Sampai dengan November 2021, telah dilaksanakan inventarisasi dan verifikasi pada areal seluas 15 juta Ha atau sebesar 21,50% dari target. Hal ini tentu penting untuk kembali memetakan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia, serta kemudian kembali merencanakan pengembangan jaringan kawasan konservasi.

Capaian lain dari upaya konservasi species dan genetik pada tahun 2021 yaitu, pelepasliaran sejumlah 27.792 individu satwa, kelahiran 2.790 individu satwa, upaya-upaya repatriasi satwa liar, serta restocking satwa liar ke habitatnya.

Dalam hal pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi, adanya pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 membuat sebagian besar kawasan wisata ditutup secara temporer untuk membatasi mobilisasi dan interaksi masyarakat.

Namun demikian, pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi pada dasarnya adalah upaya yang non ekstraktif tetapi sangat menguntungkan. Potensi fisik keanekaragaman hayati tetap terjaga namun tetap menguntungkan secara ekonomi. Tidak dapat dipungkiri bahwa 60% aktivitas wisata dilakukan di alam. Wisata alam dilakukan melalui experience tourism based, back to nature trend, diversifikasi produk wisata, serta pelibatan masyarakat lokal.

Potensi wisata alam di kawasan konservasi antara lain terdiri atas 102 lokasi pendakian gunung, 1.200 lokasi yang menyajikan keindahan panorama alam, 820 lokasi air terjun, 160 danau dan waduk, 274 gua, serta 51 lokasi untuk keperluan wisata bahari (Masterplan PPA 2017-2070, 2017).

Yang perlu dilakukan kemudian adalah pengembangan konsep quality tourism pada kawasan konservasi. Hal ini diharapkan akan mengubah perilaku wisatawan, perbaikan manajemen wisata, perbaikan sarpras dan infrastruktur, serta pengembangan metode promosi dan pemasaran wisata alam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK Luncurkan SILIN Merbau dan SI-CAKAP

Wujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK Luncurkan SILIN Merbau dan SI-CAKAP

News | Selasa, 30 November 2021 | 08:43 WIB

KLHK dan PPKH Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Perbukitan Menoreh

KLHK dan PPKH Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Perbukitan Menoreh

News | Minggu, 28 November 2021 | 20:37 WIB

KLHK Sumatera Gagalkan Penjualan 36,7 Kg Sisik Trenggiling dan 1 Paruh Rangkong

KLHK Sumatera Gagalkan Penjualan 36,7 Kg Sisik Trenggiling dan 1 Paruh Rangkong

News | Minggu, 28 November 2021 | 08:40 WIB

Bantu Pulihkan Lingkungan, KLHK Libatkan Kaum Muda untuk Berperan Aktif

Bantu Pulihkan Lingkungan, KLHK Libatkan Kaum Muda untuk Berperan Aktif

News | Minggu, 28 November 2021 | 08:07 WIB

Gelar Aksi di Depan Gedung KLHK, Masyarakat Tano Batak Tuntut TPL Ditutup

Gelar Aksi di Depan Gedung KLHK, Masyarakat Tano Batak Tuntut TPL Ditutup

News | Jum'at, 26 November 2021 | 19:39 WIB

Indonesia Terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO

Indonesia Terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO

Bisnis | Jum'at, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Terkini

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB