Viral Marinir Bangun Jembatan dari Pohon Kelapa, Publik: The Real Oknum

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Selasa, 28 Desember 2021 | 17:18 WIB
Viral Marinir Bangun Jembatan dari Pohon Kelapa, Publik: The Real Oknum
Viral Marinir dan Warga Bangun Jembatan dari Pohon Kelapa. (Lampungpro.co)

Suara.com - Aksi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang membangun jembatan dari batang pohon menjadi viral. Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS bersinergi bersama warga dalam membangun jembatan.

Dilasir dari Lampungpro.co -- jaringan Suara.com, pembangunan jembatan ini dilakukan setelah Jembatan Way Gebang amblas di terjang hujan pada Minggu (26/12/2021) malam. Putusnya jembatan yang menjadi penghubung utama Teluk Pandan dan Padang Cermin itu mengganggu aktivitas warga.

Sejumlah prajurit marinir bersama warga lantas bahu membahu membangung jembatan darurat. Mereka membangun jembatan dengan menggunakan batang pohon kelapa.

Proses pembangunan jembatan tersebut menjadi viral di media sosial setelah dibagikan sejumlah akun. Dalam video, terlihat prajurit marinir menggotong batang pohon kelapa yang berukuran besar bersama warga di pedalaman.

Mereka lalu meletakkan dan menyusun batang pohon itu sebagai penghubung dua jalan. Komandan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Harry Indarto menjelaskan, jembatan dari batang pohon kelapa itu hanya untuk sementara.

Menurutnya, jembatan darurat itu harus segera dibangun agar tidak menganggu aktivitas warga. Pasalnya, putusnya jembatan berpotensi memicu penumpukan kendaraan.

Viral Marinir dan Warga Bangun Jembatan dari Pohon Kelapa. (Lampungpro.co)
Viral Marinir dan Warga Bangun Jembatan dari Pohon Kelapa. (Lampungpro.co)

"Kami langsung turun memberi komando secara bersama, karena ini untuk kepentingan bersama. Karena jika pembangunan jembatan darurat tidak dilakukan secara cepat, akan semakin banyak tumpukan kendaraan,” kata Kolonel Harry Indarto.

Adapun proses pembangunan jembatan darurat ini tidak menggunakan bantuan alat berat. Jembatan ini dibangun secara manual dengan mengandalkan tenaga manusia, khususnya anggota marinir dan warga setempat.

Kolonel Harry berharap jembatan darurat ini bisa membuat akses pemotor tidak terganggu. Terlebih, warga telah menyeberangkan motor dengan jasa angkut buatan mereka selama jembatan putus. Aksi itu dinilai berbahaya.

"Jadi tidak perlu menunggu alat berat, kami langsung mengangkat batang pohon untuk jembatan darurat. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan akses untuk roda dua tidak terganggu lagi, hingga jembatan rampung diperbaiki Pemkab Pesawaran," jelas Kolonel Harry Indarto.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona berpesan agar warga tetap waspada saat menyeberang lewat jembatan darurat. Apalagi, sekarang cuaca di Kabupaten Pesawaran masih kerap diguyur hujan deras.

"Kita ketahui Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu daerah yang rawan bencana ketika musim penghujan, maka dari itu saya meminta kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun," pesan Dendi.

Lebih lanjut, Dendi menjelaskan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung terkait langkah perbaikan jembatan. Apalagi, jembatan itu menjadi satu-satunua akses ke kawasan wisata di pesisir Pesawaran.

"Hari ini saya turun bersama Dinas PU Pesawaran dan Dinas BMBK Provinsi Lampung. Kita masih menunggu satu dua hari ini untuk perbaikan jembatan ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini jembatan ini sudah bisa dilalui kembali," pungkasnya.

Proses pembangunan jembatan darurat oleh marinir dan warga itu mendapatkan perhatian warganet. Mereka menuliskan beragam pujian atas aksi gotong royong yang dilakukan oleh instusi TNI tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pria Minta Uang Parkir di Sudirman, Klaim Sudah Koordinasi Sama Satpol PP

Viral Pria Minta Uang Parkir di Sudirman, Klaim Sudah Koordinasi Sama Satpol PP

Jakarta | Selasa, 28 Desember 2021 | 16:00 WIB

Momen Mengharukan Ayah Menangis di Kursi Roda saat Saksikan Anak Pakai Gaun Pengantin

Momen Mengharukan Ayah Menangis di Kursi Roda saat Saksikan Anak Pakai Gaun Pengantin

Hits | Selasa, 28 Desember 2021 | 15:59 WIB

Beli iPhone di Online Shop, Wanita Syok saat Lihat Isi Paket, Warganet sampai Emosi

Beli iPhone di Online Shop, Wanita Syok saat Lihat Isi Paket, Warganet sampai Emosi

Hits | Selasa, 28 Desember 2021 | 15:51 WIB

Aktivis Antikekerasan Seksual Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kisahnya Viral

Aktivis Antikekerasan Seksual Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kisahnya Viral

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 15:48 WIB

Viral Kesederhanaan Bos Jalan Tol Makan di Warteg, Aksinya Bikin Warganet Salut

Viral Kesederhanaan Bos Jalan Tol Makan di Warteg, Aksinya Bikin Warganet Salut

Hits | Selasa, 28 Desember 2021 | 15:37 WIB

Ingat Warga Palembang, Jembatan Ampera Ditutup Pukul 19.00 pada Malam Tahun Baru

Ingat Warga Palembang, Jembatan Ampera Ditutup Pukul 19.00 pada Malam Tahun Baru

Sumsel | Selasa, 28 Desember 2021 | 15:35 WIB

Terkini

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB