facebook

Sudah Gabung Koalisi Pemerintah, PAN: Belum Ada Tawaran Khusus dari Presiden Isi Kabinet

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah
Sudah Gabung Koalisi Pemerintah, PAN: Belum Ada Tawaran Khusus dari Presiden Isi Kabinet
Ketua DPP PAN Saleh Daulay di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2021). [Suara.com/Novian]

Presiden Jokowi melakukan reshuffle dan meminta PAN untuk mengisi satu kursi maka figur akan dipersiapkan.

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku belum ditawari secara khusus untuk mengisi kursi menteri dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin hingga kini. Partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu mengaku akan senang hati jika dapat tawaran dan bisa bantu pemerintahan.

"Jadi kalau pembicaraan tawaran khusus itu kayaknya enggak ada deh," kata Ketua DPP PAN, Saleh Daulay, di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis (30/12/2021).

Saleh mengatakan, jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle dan meminta PAN untuk mengisi satu kursi maka figur akan dipersiapkan. Namun hingga kekinian Jokowi belum meminta PAN untuk menaruh kadernya dalam kabinet.

"Nah kalau sudah menawarkan pasti Ketua Umum ajak lagi kita bicara, pengurus DPP, pengurus harian semua akan diajak bicara untuk menentukan, oh kita ditawarkan posisi ini, siapa yang paling pas, apakah kita sanggup, apakah kita lebih baik masuk di dalam atau mungkin kita dorong dari luar saja, seperti sekarang. Kan kita tetap dukung," tuturnya.

Baca Juga: Adanya Temuan Kasus Omicron Transmisi Lokal, Politisi PAN Tantang Pemerintah Lakukan Ini

Saleh menambahkan, PAN kekinian tak dalam posisi mendesak Presiden untuk memberikan jatah kursi menteri semenjak bergabung dalam koalisi pemerintah. Menurutnya, PAN dalam posisi menunggu saja.

"Jadi kita juga jangan seakan-akan bicara reshuffle, seakan-akan kita mendesak presiden. Enggak ada. Jadi kami tenang saja, rapat tentang itu saja tidak ada," tuturnya.

Sementara itu Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan, partainya tidak muluk-muluk meminta posisi tertentu dalam kabinet semenjak bergabung dalam koalisi pada Agustus 2021 kemarin.

"Tidak ada maunya PAN. PAN ini bergabung ke pemerintah karena tantangan besar yang dihadapi pemerintahan dalam dimensi karena Covid-19. Tentu kami dalam hal ini melihat bahwa Presiden akan memutuskan yang terbaik yang dibutuhkan oleh kabinetnya," tuturnya.

Baca Juga: Desak Pemerintah Tunda Hapus BBM Pertalite, PAN: Jangan Persulit Masyarakat!

Komentar