Bila Kasus Omicron Terus Naik, Pemerintah Jangan Ragu Tunda PTM

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:46 WIB
Bila Kasus Omicron Terus Naik, Pemerintah Jangan Ragu Tunda PTM
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. (Dok. DPR)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah untuk menunda pembelajaran tatap muka (PTM).

Ia mengungkapkan, PTM harus ditunda apabila kasus positif Covid-19 varian Omicron terus meningkat.

“Jangan ragu untuk menghentikan PTM 100 persen, jika kasus Covid-19 di tanah air melonjak," kata Netty kepada wartawan, Jumat (07/01/2022).

Mengutip data kasus positif, Netty memaparkan, kasus aktif di DKI Jakarta mencapai 1.170 kasus pada Kamis (6/1/2022).

"Hal ini harus jadi pertimbangan pemerintah untuk menunda penerapan PTM 100 persen," katanya.

Menurut Netty pemerintah harus mendengarkan masukan dan rekomendasi dari para ahli soal PTM.

"Banyak ahli yang meminta PTM 100 persen ini ditunda sementara sambil melihat situasi Covid-19 pasca adanya lonjakan kasus akibat Omicron," ujarnya.

Untuk diketahui, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, dalam empat minggu terakhir beberapa provinsi mengalami kenaikan jumlah kasus aktif Covid-19 yang konsisten, salah satunya DKI Jakarta.

"DKI Jakarta dan Kepulauan Riau mengalami kenaikan kasus aktif dalam 4 minggu berturut-turut, Kalimantan Selatan naik dalam 3 minggu berturut-turut, Aceh, Sumatera Utara, Banten, Bali, NTB, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua mengalami kenaikan dalam dua minggu berturut-turut," katanya dalam jumpa pers, Kamis (6/1/2022).

Dia menyebut peningkatan jumlah kasus aktif di beberapa provinsi ini disebabkan salah satunya oleh banyaknya orang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

"Pada beberapa daerah data kenaikan kasus banyak dikontribusikan oleh pencatatan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, Satgas juga mencatat jumlah penambahan kasus positif, kasus aktif, positivity rate, dan keterisian tempat tidur Covid-19 harian terus meningkat dalam 14 hari terakhir.

"Penambahan kasus harian terakhir telah mencapai angka 404, meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dua minggu sebelumnya yang hanya 136 kasus, terlebih penambahan kasus positif sebesar 400 kasus terakhir terjadi pada November 2021," ungkapnya.

Jumlah kasus aktif harian juga meningkat dalam seminggu terakhir menjadi 4.800, padahal pekan lalu masih 4.300 kasus. Positivity rate juga naik menjadi 0,19 persen dari pekan lalu yang hanya 0,07 persen.

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi secara nasional juga naik dalam 14 hari terakhir menjadi 3,35 persen dari dua pekan lalu yang hanya 1,38 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba PTM Terbatas di Lampung Selatan Diperpanjang hingga 31 Januari 2022

Uji Coba PTM Terbatas di Lampung Selatan Diperpanjang hingga 31 Januari 2022

Lampung | Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:27 WIB

Kasus Omicron Makin Mengganas di Malaysia, Penularan dari Arab Saudi

Kasus Omicron Makin Mengganas di Malaysia, Penularan dari Arab Saudi

Batam | Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:21 WIB

Update CovId-19 Global: Omicron Ngamuk, Hari Ini Nyaris 2000 Orang Meninggal di AS

Update CovId-19 Global: Omicron Ngamuk, Hari Ini Nyaris 2000 Orang Meninggal di AS

Health | Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:35 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB