Demi Keadilan, Pemerintah Didesak Tunda dan Gratiskan Vaksin Booster

Erick Tanjung, Stephanus Aranditio

Minggu, 09 Januari 2022 | 14:53 WIB
Demi Keadilan, Pemerintah Didesak Tunda dan Gratiskan Vaksin Booster
Ilustrasi--Vaksinasi Covid-19 [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Koalisi Masyarakat untuk Akses Keadilan Kesehatan mendesak pemerintah untuk menunda dan menggratiskan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster Covid-19 bagi masyarakat umum.

Koalisi menjelaskan, vaksinasi booster yang rencananya akan digelar pada 12 Januari besok harus ditunda karena masih banyak wilayah di Indonesia yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen.

"Rencana vaksin booster berbayar itu perlu ditunda dan digratiskan. Kami sangat mendukung program vaksinasi yang berkeadilan, dalam arti memastikan akses terhadap vaksin itu betul-betul menempatkan kelompok paling resiko mendapatkan perlindungan terlebih dahulu," kata Firdaus Ferdiansyah dari LaporCovid-19, Jumat (17/12/2021).

Koalisi menyoroti vaksinasi terhadap kelompok lansia saja masih belum mencapai target secara nasional sehingga seharusnya selesaikan dulu target ini baru melakukan vaksinasi booster.

"Jika program vaksinasi tidak ada skema khusus untuk memberikan vaksinnya kepada kelompok rentan dan pemerataan vaksin untuk semua, maka pemberian vaksin booster bukanlah langkah yang bijak karena akan menempatkan mereka yang belum mendapatkan vaksin sama sekali semakin rentan terinfeksi," tegasnya.

Menurutnya, pemilihan daerah-daerah yang sudah bisa melakukan vaksinasi booster juga bisa berdampak pada ketidakadilan vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Artinya daerah lain yang memiliki kerentanan yang tinggi karena cakupan vaksinasi yang rendah justru akan semakin rentan, ini jelas menunjukkan ketidakadilan akses terhadap vaksin," tutur Firdaus.

Berdasarkan data pemerintah, 544 kabupaten kota se-Indonesia, baru 244 daerah yang bisa melakukan vaksinasi booster. Artinya orang-orang yang tinggal di 270 kabupaten/kota lainnya tidak bisa dapat vaksin dosis ketiga ini.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.265.666 orang Indonesia, masih terdapat 5.792 kasus aktif, 4.115.747 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 144.127 jiwa meninggal dunia.

baca juga

Pemerintah juga telah menyuntikkan 169,786,156 dosis (81.52 persen) vaksin pertama dan 116,720,762 dosis (56.04 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerima Vaksin Covid-19 Lebih Mudah Terinfeksi Omicron? Ini Faktanya

Penerima Vaksin Covid-19 Lebih Mudah Terinfeksi Omicron? Ini Faktanya

News | Minggu, 09 Januari 2022 | 10:15 WIB

Sebelum Terima Booster, Masyarakat Diimbau Lengkapi Vaksin COVID-19

Sebelum Terima Booster, Masyarakat Diimbau Lengkapi Vaksin COVID-19

Jawa Tengah | Minggu, 09 Januari 2022 | 14:00 WIB

Syarat dan Kriteria Penerima Vaksin Booster Gratis Mulai 12 Januari 2022

Syarat dan Kriteria Penerima Vaksin Booster Gratis Mulai 12 Januari 2022

News | Sabtu, 08 Januari 2022 | 13:13 WIB

Terkini

Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:46 WIB

Mulai Nanti Malam, Akses Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Hanya Lewat Satu Pintu

Mulai Nanti Malam, Akses Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Hanya Lewat Satu Pintu

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:44 WIB

7 Rekomendasi Serial Drama untuk Temani Akhir Pekan, Wajib Masuk Watch List

7 Rekomendasi Serial Drama untuk Temani Akhir Pekan, Wajib Masuk Watch List

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 11:42 WIB

Desil Tidak Berubah Meski Sudah Update Data, Ini Penyebabnya

Desil Tidak Berubah Meski Sudah Update Data, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:42 WIB

5 Rekomendasi Smart TV 55 Inch untuk Home Theater Ruang Keluarga, Gambar Lebih Tajam

5 Rekomendasi Smart TV 55 Inch untuk Home Theater Ruang Keluarga, Gambar Lebih Tajam

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 11:40 WIB

Jelang Duel Timnas Indonesia vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Minta Skuadnya Tidak Panik

Jelang Duel Timnas Indonesia vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Minta Skuadnya Tidak Panik

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:39 WIB

Menkeu Suahasil Cuma Kasih Jempol Saat Ditanya Cara Yakinkan Masyarakat Move On dari Purbaya

Menkeu Suahasil Cuma Kasih Jempol Saat Ditanya Cara Yakinkan Masyarakat Move On dari Purbaya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:35 WIB

3 Shio Diprediksi Paling Hoki Oktober 2026, Hidupnya Bakal Berubah Total!

3 Shio Diprediksi Paling Hoki Oktober 2026, Hidupnya Bakal Berubah Total!

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:34 WIB

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

×