Puluhan Orang Tewas di Dalam Mobil karena Terjebak Badai Salju di Pakistan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 10 Januari 2022 | 10:23 WIB
Puluhan Orang Tewas di Dalam Mobil karena Terjebak Badai Salju di Pakistan
Badai salju di Pakistan. (Twitter/@needasalam)

Suara.com - Kota resor Murree, sekitar 70 kilometer (45 mil) timur laut Islamabad, dibanjiri turis pekan lalu setelah salju yang sangat lebat mengubahnya menjadi negeri ajaib musim dingin.

Menyadur France24, Senin (10/1/2022), liburan musim dingin itu berubah jadi bencana ketika badai salju mulai terjadi sejak Jumat dan seterusnya.

Badai membuat pohon-pohon tumbang dan memblokir akses masuk dan keluar kota yang sempit di mana lokasinya menempel di bukit dan lembah curam di ketinggian 2.300 meter.

"Itu bukan salju dan bahkan bukan salju lebat, belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Tariq Ullah, pejabat administrasi di dekat Nathia Gali pada AFP, Minggu.

"Dengan ketinggian empat hingga lima kaki dalam beberapa jam. (Saya) tidak pernah melihat badai salju yang begitu besar dalam hidup saya."

"Ada angin kencang, pohon tumbang, longsoran salju. Orang-orang di sekitar ketakutan, masing-masing memiliki kisah penderitaannya sendiri."

Pejabat mengatakan hampir 100 ribu pengunjung dalam ribuan kendaraan memadati kota pada hari Jumat, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang sangat besar bahkan sebelum badai salju.

Setidaknya 22 orang tewas di dalam mobil yang terjebak salju pada Jumat malam, baik karena kedinginan, atau keracunan karbon monoksida dari asap knalpot mesin yang menyala agar tetap hangat.

Mereka termasuk 10 anak - enam yang meninggal bersama ibu dan ayah mereka, seorang polisi.

baca juga

"Kami menyalakan pemanas dan pergi tidur," kata surat kabar Dawn mengutip asisten inspektur Naveed Iqbal dalam panggilan terakhir kepada putranya di ibu kota.

Perdana Menteri Imran Khan mengatakan terkejut dengan tragedi itu. Hujan salju yang belum pernah terjadi sebelumnya dan serbuan orang "membuat admin distrik tidak siap".

Beberapa surat kabar Pakistan mengecam administrator, mencatat biro cuaca negara itu memperingatkan badai salju yang mendekat pada 6 Januari.

"Semua otoritas terkait secara khusus disarankan untuk tetap 'AWAS' selama periode perkiraan," kata Pusat Prakiraan Cuaca Nasional Kamis, menambahkan "hujan salju lebat" dapat menyebabkan penutupan jalan di Murree dan di tempat lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Kunjung Dapat Jodoh, Pria Pakistan Pasang Baliho Dirinya di Jalan

Tak Kunjung Dapat Jodoh, Pria Pakistan Pasang Baliho Dirinya di Jalan

Batam | Sabtu, 08 Januari 2022 | 20:00 WIB

FPCCI Klaim Warga Pakistan Punya Aset Gabungan Kripto Senilai Rp284 Triliun

FPCCI Klaim Warga Pakistan Punya Aset Gabungan Kripto Senilai Rp284 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Desember 2021 | 11:46 WIB

Sebuah Saluran Limbah di Pakistan Meledak, 12 Orang Tewas dan Belasan Luka-luka

Sebuah Saluran Limbah di Pakistan Meledak, 12 Orang Tewas dan Belasan Luka-luka

News | Minggu, 19 Desember 2021 | 16:32 WIB

Terkini

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

×