alexametrics

Indonesia Peringkat ke-4 Cakupan Vaksinasi Terbanyak di Dunia, Lampaui Brasil

Rizki Nurmansyah | Ummi Hadyah Saleh
Indonesia Peringkat ke-4 Cakupan Vaksinasi Terbanyak di Dunia, Lampaui Brasil
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinjau vaksinasi anak di Grobogan, Jawa Tengah. [Foto: BPMI Sekretariat Presiden]

Sebanyak 169 juta rakyat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia berada di posisi keempat dunia terkait cakupan vaksinasi Covid-19 terbanyak pada minggu ini dan melampaui Brasil.

Menkes Budi mengatakan, sebanyak 169 juta rakyat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

"Alhamdulillah minggu ini Indonesia berhasil naik ke peringkat keempat dunia melampaui Brasil, dari sisi jumlah rakyat yang difasilitasi, kita bisa menembus angka 169 juta rakyat Indonesia yang sudah divaksinasi dosis pertama melampaui Brasil yang 166 juta," ujar Budi, Senin (10/1/2022).

Posisi Indonesia terkait vaksinasi, kata Budi, di bawah China, India dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Penularan Lebih Ganas dari Delta, Tapi Menkes Sebut Pasien Omicron Tak Perlu Dirawat di RS

"Kita ada di bawah China 1,2 miliar, India 880 juta dan Amerika Serikat 246 juta," ucap dia.

Selain itu, Budi menuturkan per Minggu (9/1/2022), jumlah vaksinasi yang telah diberikan sebanyak 288 juta dosis untuk sekitar 170 juta dari dosis pertama dan 116 juta untuk dosis kedua.

Mantan Wamen BUMN itu menyebut terkait vaksinasi, hampir di semua provinsi mencapai 70 persen.

Adapun vaksinasi di Provinsi Aceh dan Provinsi Kalimantan Barat juga baru mencapai 70 persen.

"Yang minggu lalu masuk adalah provinsi Aceh ini selamat untuk Provinsi Aceh dan Provinsi Kalimantan Barat," tutur dia

Baca Juga: BPOM Terbitkan Izin Darurat Lima Vaksin Covid-19 untuk Booster

Namun kata dia, masih terdapat lima provinsi yang belum mencapai 70 persen. Lima provinsi tersebut yakni Sumatera Barat, Sulawesi Barat Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Stok vaksin yang ada dipegang pemerintah sekarang total ada 446 juta. Jadi kalau sudah disuntikkan 288 juta masih ada lebih dari 150 juta dosis yang kita bisa suntikan," katanya.

Komentar