Cerita Di Balik Kerusuhan Kazakhstan: Harga BBM Hingga Pertarungan Kekuasaan Anasir Asing

Bangun Santoso

Selasa, 11 Januari 2022 | 09:25 WIB
Cerita Di Balik Kerusuhan Kazakhstan: Harga BBM Hingga Pertarungan Kekuasaan Anasir Asing
Protes berujung kerusuhan akibat kenaikan harga BBM di Kota Almaty, Kazakhstan. (Foto: AFP)

Sampai 4 Januari, demonstrasi berlangsung damai, namun keesokan harinya ketika kelompok muda yang umumnya dari kaum terpinggirkan di pedesaan, kondisi berubah panas sampai menimbulkan kekerasan yang kemudian menewaskan sejumlah petugas keamanan.

Minta Bantu Blok Rusia

Foto udara kendaraan militer Rusia menunggu pemuatan ke pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan di Bandara Ivanovo, Rusia, pada (6/1/2021). [HANDOUT / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY / AFP]
Foto udara kendaraan militer Rusia menunggu pemuatan ke pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan di Bandara Ivanovo, Rusia, pada (6/1/2021). [HANDOUT / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY / AFP]

Kekerasan itu mendorong Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyebut demonstran "teroris dan bandit", padahal apa yang dilakukan gerombolan anak muda ini persis seperti dilakukan kaum muda lainnya di dunia ini termasuk kaum muda Amerika Serikat yang ramai menuntut kesetaraan ras tahun lalu.

Tapi di mana-mana kaum muda selalu menjadi kelompok yang paling berani berkonfrontasi sekalipun menghadapi peluru tajam.

Di luar kelompok-kelompok itu ada kelompok yang terdiri dari para kriminal dan kaum radikal yang memanfaatkan situasi ini untuk merusak citra aman Kazakhstan.

Zhovti yakin dua massa terakhir ini yang memicu kerusuhan sekalipun membawa agenda masing-masing. Mereka menyerang polisi dan mencuri senjata. Kelompok kriminal sendiri disebut-sebut sengaja ditanam dalam gerakan demonstrasi oleh elite penguasa negara itu sendiri.

Menghadapi situasi yang sepertinya bakal tak terkendali, Presiden Tokayev lalu meminta bantuan organisasi regional negara-negara bekas Uni Soviet, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO).

Dia mengundang CSTO yang beranggotakan Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan agar mengirimkan pasukan ke Kazakhstan guna memulihkan ketertiban. Tak lama kemudian, kontingen tentara Rusia berdatangan ke Kazakhstan.

Langkah ini langsung dikecam Barat, apalagi terjadi bersamaan dengan rencana pembicaraan krisis Ukraina antara Rusia dan AS.

baca juga

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pun menyindir bahwa biasanya ketika Rusia mengirim pasukan ke sebuah negara maka nantinya akan sulit ditarik kembali. Rusia balas mengkritik bahwa AS juga begitu terhadap banyak negara termasuk Irak.

Rusia menegaskan kehadiran pasukannya di Kazakhstan sah karena berpegang kepada perjanjian internasional CSTO, bukan aksi unilateral seperti dilakukannya di Krimea delapan tahun silam.

Tapi pembelaan Rusia ini tak menghilangkan anggapan Barat bahwa Rusia bermain api di Kazakhstan dengan menyiapkan langkah untuk mengulangi apa yang sudah dilakukannya di Krimea.

Sementara China yang memiliki perbatasan sepanjang 1.800-an km dengan Kazakhstan berusaha hati-hati.

Belakangan ini, China dan juga AS, aktif berbisnis di Kazakhstan yang oleh Rusia dipandang halaman depannya persis terhadap Ukraina dan Belarus di Eropa timur.

Kazakhstan juga menjadi jalur paling aman China untuk terhubung dengan Eropa dalam bingkai Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI).

Tapi China pragmatis bahwa siapa pun yang menjamin stabilitas di Kazakhstan akan baik juga untuk China.

China juga percaya diri siapa pun yang berkuasa di Kazakhstan mustahil mau mengecualikan China. Negara ini berusaha menunggu dan sebagaimana biasa tak ingin terkesan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

Tetapi jika dilihat lebih jauh lagi, koneksi Rusia-China-AS di Kazakhstan lebih merupakan akibat, ketimbang faktor yang melatarbelakangi kerusuhan.

Pertarungan Kekuasaan

Pasukan terjun payung Rusia berjalan menaiki pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan sebagai pasukan penjaga perdamaian di Bandara Chkalovsky, Rusia, pada (6/1/2021). [HANDOUT / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY / AFP]
Pasukan terjun payung Rusia berjalan menaiki pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan sebagai pasukan penjaga perdamaian di Bandara Chkalovsky, Rusia, pada (6/1/2021). [HANDOUT / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY / AFP]

Justru ada konsensus di kalangan media bahwa kekerasan Kazakhstan lebih merupakan pertarungan kekuasaan dalam elite penguasa Kazakhstan, khususnya antara Presiden Kassym-Jomart Tokayev dan mantan presiden Nursultan Nazarbayev yang sebelum ini menjadi penguasa terselubung di balik Tokayev.

Tokayev memang orang pilihan Nazarbayev ketika tokoh yang selama tiga dekade memerintah Kazakshtan itu mundur pada 2019.

Itulah yang membuat banyak orang Kazahkstan menilai Tokayev disetir oleh Nazarbayev yang memang mengisi jabatan ketua Dewan Keamanan yang amat berkuasa di negara itu.

Entah demi membenarkan pertarungan kekuasaan atau demi menangkal tudingan menjadi pion Nazarbayev, Tokayev mencopot Nazarbayev dari jabatan ketua Dewan Keamanan tak lama setelah kerusuhan di Almaty.

Tapi Nazarbayev mengaku dia hanya mengundurkan diri demi memberi jalan kepada Tokayev untuk memulihkan ketertiban.

Faktanya pencopotan tidak berhenti pada Nazarbayev karena orang-orang dekatnya ikut dicopot, termasuk Karim Massimov, mantan tangan kanan Nazarbayev yang juga eks kepala dinas intelijen Kazakhstan. Tudingannya berat sekali; mengkhianati negara.

Tokayev sendiri terlihat terus mengonsolidasikan kekuasaan seolah ingin memupus bayang-bayang Nazarbayev.

"Saya kira banyak kalangan yang terus menilainya orang yang dicalonkan Nazarbayev, bahwa Nazarbayev ada di belakang dia dan memanipulasi dia," kata mantan perdana menteri Kazakhstan Akezhan Kazhegeldin kepada Reuters.

Mantan orang kepercayaan Nazarbayev yang berubah menjadi tokoh oposisi yang kini mengasingkan di luar negeri itu menilai Tokayev sekarang memiliki kekuasaan eksekutif penuh sehingga "harus mengambil komando".

Intinya selalu ada dimensi internal dan eksternal ketiga sebuah negara bergejolak, apalagi negara kaya energi dan sestrategis Kazakhstan.

Sehingga tak mungkin menjadi semata urusan internal Kazakhstan, apalagi negara ini berbatasan dengan raksasa seperti Rusia yang enggan melepaskan cengkeraman kepada sebagian besar negara-negara bekas Uni Soviet dan merasa berkepentingan dengan yang terjadi di negara-negara itu.

Tetapi persoalan Kazakhstan tak akan selesai hanya dengan membuat generalisasi bahwa pelaku protes bandit atau teroris.

Sebaliknya ketidakpuasan massa, khususnya terhadap keluarga Nazarbayev yang dianggap klan kleptokrat dan masih mengendalikan negeri ini, adalah hal yang juga harus dijawab pemerintah Tokayev dan sepertinya tengah dijawab.

Gejolak di negara di mana banyak pihak termasuk perusahaan multinasional pun berkepentingan di dalamnya, salah satunya raksasa minyak Chevron, memang selalu multidimensional.

Belum lagi resonansinya ke negara-negara Asia Tengah lainnya yang rata-rata diperintah rezim otoriter namun bisa menjamin stabilitas yang tak saja baik bagi kawasan sekitarnya tapi juga baik untuk negara-negara yang berkepentingan dengannya.

Dalam perspektif ini, gejolak Kazakhstan mungkin tak akan berkepanjangan karena Kazakhstan yang tidak stabil bakal merusak kepentingan yang lain termasuk tiga raksasa; Rusia, China dan AS. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerusuhan Kazakhstan: 5.800 Orang Ditahan, 164 Orang Tewas Dalam Seminggu

Kerusuhan Kazakhstan: 5.800 Orang Ditahan, 164 Orang Tewas Dalam Seminggu

News | Senin, 10 Januari 2022 | 13:08 WIB

Ngeri! 164 Orang Tewas Selama Kerusuhan Di Kazakhstan

Ngeri! 164 Orang Tewas Selama Kerusuhan Di Kazakhstan

News | Senin, 10 Januari 2022 | 07:40 WIB

Redam Kerusuhan di Kazakhstan, Rusia Kirim Pasukan Besar-besaran

Redam Kerusuhan di Kazakhstan, Rusia Kirim Pasukan Besar-besaran

Foto | Minggu, 09 Januari 2022 | 17:25 WIB

Negara Kacau Dilanda Kerusuhan, Presiden Kazakhstan Keluarkan Perintah "Tembak Mati"

Negara Kacau Dilanda Kerusuhan, Presiden Kazakhstan Keluarkan Perintah "Tembak Mati"

News | Minggu, 09 Januari 2022 | 12:21 WIB

Mantan Kepala Keamanan Kazakhstan Ditangkap, Diduga Berkhianat

Mantan Kepala Keamanan Kazakhstan Ditangkap, Diduga Berkhianat

Sumbar | Sabtu, 08 Januari 2022 | 19:06 WIB

Diduga Berkhianat, Eks Pejabat Keamanan Karim Massimo Kazakhstan Ditangkap

Diduga Berkhianat, Eks Pejabat Keamanan Karim Massimo Kazakhstan Ditangkap

Jogja | Sabtu, 08 Januari 2022 | 16:32 WIB

Perusuh Tanpa Peringatan, Presiden Kazakhstan Tegas Perintahkan Tembak Mati

Perusuh Tanpa Peringatan, Presiden Kazakhstan Tegas Perintahkan Tembak Mati

Bogor | Sabtu, 08 Januari 2022 | 11:15 WIB

Terkini

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

×