Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia: Sejak Awal Masehi hingga Era Reformasi

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:27 WIB
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia: Sejak Awal Masehi hingga Era Reformasi
Ilustrasi Imlek, Sejarah perayaan Imlek di Indonesia (Freepik)

Suara.com - Tahukah kamu, sejarah perayaan Imlek di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak permulaan tahun Masehi? Pasalnya, pada saat itu masyarakat Tionghoa sudah bermigrasi. Tapi anehnya, istilah perayaan Imlek hanya dipakai oleh orang Tionghoa di Indonesia saja, karena istilah ini tidak dikenal baik di Tiongkok, maupun negara Jiran seperti Malaysia dan Singapura. Makin penasaran dengan sejarah perayaan Imlek di Indonesia, kan? Yuk, simak ulasan menarik di bawah ini.

Sebelum membahas sejarah Imlek di Indonesia, mari kita mengulik arti Imlek. Di daratan China, Imlek merupakan hari raya yang paling penting di mana dalam bahasa Mandarin, Imlek dikenal sebagai ‘Nongli Xinnian’ (Tahun Baru). Kata Imlek sendiri sebenarnya lebih lazim digunakan oleh etnis Tionghoa yang berada di luar daratan China (overseas China).

Berasal dari dialek Hokkian, Im adalah bulan, Lek adalah penanggalan, yang artinya ‘kalender bulan’. Momen saat malam menjelang tahun baru Imlek dikenal dengan nama ‘Chuxi’, yang berarti ‘malam pergantian tahun’. Selain itu, Imlek juga disebut ‘chunjie’, yang artinya ‘Festival Musim Semi’. Setelah mengetahui asal usul Imlek, mari kita ulas sejarah perayaan Imlek di Indonesia berikut.

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia

Mengutip buku yang berjudul Nusa Jawa karya Denys Lombard (2005), disebutkan bahwa ada seorang pendeta Buddha yang bernama Fa Hien sering berlayar dari tanah Tiongkok ke India dan sebaliknya.

Pada tahun 412 M, dalam perjalanan dari Sri Lanka untuk kembali ke Tiongkok, kapal Fa Hien terkena badai hingga akhirnya Fa Hien mendarat di Yawadwi (sekarang bernama Pulau Jawa dalam bahasa Sanskerta).

Sejak saat itu, ada banyak orang-orang dari tanah Tiongkok yang datang ke Indonesia dan hal tersebut membuat kebudayaan Tiongkok sangat berpengaruh bagi masyarakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia, khususnya masyarakat Jawa.

Imlek di Era Orde Lama

Setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945, perayaan Imlek sempat mengalami pasang surut. Pada masa Orde Lama, perayaan Imlek bisa dilakukan secara terbuka karena saat itu Presiden Sukarno membangun muhibah dengan pemerintah Tiongkok, sehingga perayaan Imlek diberikan tempat serta bisa dilaksanakan secara terbuka.

Kemudian pada tahun 1946, Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah 1946 No.2/Um tentang “Aturan tentang Hari Raya” tertanggal 18 Juni 1946. Aturan tersebut khususnya Pasal 4 mengatur tentang hari raya khusus untuk etnis Tionghoa.

Sehingga berdasarkan aturan tersebut, secara tegas dapat dinyatakan bahwa Hari Raya Tahun Baru Imlek Kongzili merupakan hari raya Agama Tionghoa yang ditujukan khusus hanya kepada etnis Tionghoa.

Masa Kelam Perayaan Imlek di Era Suharto

Selang tahun 1968-1999, perayaan Imlek di Indonesia dilarang untuk diselenggarakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Suharto melarang hal berbau Tionghoa, di antaranya adalah Imlek dilarang dirayakan secara terbuka.

Warga dilarang memasang atribut berbau warna merah yang jadi identik Imlek di tempat publik. Tak ada gegap gempita perayaan Imlek di penjuru negeri.

Hari raya Imlek yang sebelumnya menjadi hari libur nasional dihapus di era kepemimpinan Suharto. Bahkan, ritual ibadah pemeluk agama Khonghucu juga dibatasi, hanya boleh dilakukan tertutup dan perorangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yuk Dicatat, 5 Daftar Film China Terbaru Tayang di Tahun Baru Imlek

Yuk Dicatat, 5 Daftar Film China Terbaru Tayang di Tahun Baru Imlek

Your Say | Selasa, 18 Januari 2022 | 11:12 WIB

Asal Usul Kue Keranjang: Arti Warna dan Simbol Keberadaanya yang Identik dengan Perayaan Imlek

Asal Usul Kue Keranjang: Arti Warna dan Simbol Keberadaanya yang Identik dengan Perayaan Imlek

Lifestyle | Selasa, 18 Januari 2022 | 09:53 WIB

Cara Buat Kartu Ucapan Imlek Pakai Regards, Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Buat Kartu Ucapan Imlek Pakai Regards, Tanpa Aplikasi Tambahan

Jabar | Senin, 17 Januari 2022 | 19:53 WIB

Cara Membuat Kartu Ucapan Imlek Online Anti Ribet di Canva dan Regards, Bisa Download Gratis!

Cara Membuat Kartu Ucapan Imlek Online Anti Ribet di Canva dan Regards, Bisa Download Gratis!

News | Senin, 17 Januari 2022 | 18:37 WIB

Apa Arti Warna Merah saat Imlek? Ini Fakta Di Baliknya

Apa Arti Warna Merah saat Imlek? Ini Fakta Di Baliknya

Video | Selasa, 18 Januari 2022 | 07:00 WIB

20 Link Download Twibbon Imlek 2022, Pasang di Profil WhatsApp, Facebook, dan Instagram, Gong Xi Fa Cai

20 Link Download Twibbon Imlek 2022, Pasang di Profil WhatsApp, Facebook, dan Instagram, Gong Xi Fa Cai

Jakarta | Jum'at, 14 Januari 2022 | 13:36 WIB

Terkini

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:50 WIB

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:15 WIB