Fraksi PKS Sebut Pemerintah Tak Ada Empati karena Sahkan UU IKN Ketika Masyarakat Hadapi Kesulitan Akibat Pandemi

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:57 WIB
Fraksi PKS Sebut Pemerintah Tak Ada Empati karena Sahkan UU IKN Ketika Masyarakat Hadapi Kesulitan Akibat Pandemi
Desain Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, ibu kota negara baru (instagram.com/nyoman_nuarta)

Suara.com - Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) kini telah disahkan menjadi Undang-Undang IKN. Meski begitu, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak pengesahan RUU tersebut menjadi UU.

Anggota DPR Fraksi PKS Suryadi Jaya P menyebut, pemerintah tak memiliki empati dengan membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Lantaran pada saat kondisi masyarakat Indonesia yang sedang sulit dan berjuang melawan Pandemi Covid-19, tiba-tiba pemerintah menyalurkan gambar Istana yang begitu megah.

"Kita melihat tidak ada masalah dengan Istana di Jakarta, istana di Bogor itu sangat representatif, tiba-tiba mau bangun Istana baru, di saat kita sedang susah, masyarakat sedang kesulitan secara ekonomi. Nah ini kita melihat tidak ada empati dari pemerintah," ujar Suryadi dalam diskusi publik  bertajuk 'UU IKN, Untuk Siapa? Perspektif atas Substansi dan Proses Pembentukan UU IKN' secara virtual pada Jumat (21/1/2022).

Suryadi menyinggung, akibat Pandemi Covid-19, utang pemerintah saat ini mencapai Rp 6.711 triliun. 

Selain itu, ia juga menyoroti kenaikan harga bahan pokok, angka pengangguran yang meningkat dan angka kemiskinan yang diprediksi akan meningkat. 

"Akibat Pandemi Covid-19 ekonomi kita sedang terpuruk hutang pemerintah Rp 6.700 T lebih. Kemudian harga meningkat bahkan angka pengangguran kita naik, angka kemiskinan kita juga naik pada angka 10,9 persen ya dan ini akan diprediksi akan terus meningkat," ucapnya.

Suryadi melanjutkan, PKS juga melihat adanya ketidakkonsistenan antara yang diungkap di dalam naskah akademik yaitu kondisi ekonomi yang berat, namun solusi yang diberikan justru menambah beban anggaran. 

Terlebih biaya yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru mencapai Rp 466 triliun. 

baca juga

"Dalam kajian awal walaupun ini akan terus berubah, dibutuhkan Rp 466 triliun membangun ibukota baru, di saat kita sedang punya hutang yang cukup besar," tutur Suryadi.

Suryadi memaparkan, jika dilihat dari skema pembiayaan, nantinya pembiayaan IKN akan menggunakan APBN secara keseluruhan. Karena dalam skemanya kata Suryadi,  20 persen menggunakan anggaran di APBN dan sisanya menggunakan KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha)

"Kalau kita mengkaji KPBU mungkin sekarang tidak membebani APBN, tetapi pada akhirnya akan membebani APBN. Karena badan usaha itu pertama opsinya adalah BUMN, BUMN ini kan milik negara," kata Suryadi. 

"Kalau BUMN rugi negara juga rugi, kalaupun swasta murni yang akan membangun, tetapi skemanya bisa pilihannya sewa-sewa itu akan APBN juga atau mungkin pembayaran jangka panjang, menjadi utang juga. Jadi seperti yang dikatakan bukan dari APBN berbentuk KPBU sesungguhnya itu APBN juga, hanya saja tidak dalam jangka pendek," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rencana Pemindahan Istana dan Sejumlah Kementerian di Tahun 2024 ke Ibu Kota Negara Baru, Masih Menunggu Aturan Resmi

Rencana Pemindahan Istana dan Sejumlah Kementerian di Tahun 2024 ke Ibu Kota Negara Baru, Masih Menunggu Aturan Resmi

News | Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:33 WIB

Tebak-Tebakan Calon Kepala Otorita IKN Nusantara, Jokowi Punya Banyak Pilihan

Tebak-Tebakan Calon Kepala Otorita IKN Nusantara, Jokowi Punya Banyak Pilihan

News | Jum'at, 21 Januari 2022 | 18:04 WIB

Tolak Pengesahan UU IKN di DPR, Fraksi PKS: Seperti Beli Tikus dalam Kresek, Barangnya Tidak Jelas!

Tolak Pengesahan UU IKN di DPR, Fraksi PKS: Seperti Beli Tikus dalam Kresek, Barangnya Tidak Jelas!

News | Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:57 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×