Syahdan Husein Lawan Tuduhan Menghasut: Ini Ketidakpuasan Pemuda dengan Politik Penuh Intrik

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Senin, 02 Maret 2026 | 17:40 WIB
Syahdan Husein Lawan Tuduhan Menghasut: Ini Ketidakpuasan Pemuda dengan Politik Penuh Intrik
Admin Gejayan Memanggil Syahdan Husein. [Suara.com/Faqih Fathurra]
baca 10 detik
  • Syahdan Husein membacakan nota pembelaan atas dakwaan penghasutan kerusuhan Agustus 2025 di PN Jakarta Pusat pada 2 Maret 2026.
  • Syahdan menyatakan kerusuhan adalah dampak pembatasan partisipasi politik dan mengkritik rezim sebagai negara kekuasaan otoriter.
  • Pembelaan menyoroti rekayasa MK, politik dinasti, ekonomi yang memburuk, dan menuntut pembubaran DPR RI.

Suara.com - Syahdan Husein membacakan nota pembelaan atau pledoi atas dakwaan penghasutan dalam kerusuhan besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025.

Sang aktivis dituding telah menggerakkan massa melalui siaran pers Gejayan Memanggil dan berbagai konten protes di media sosial.

"Apakah demikian saya melakukannya di kerusuhan yang terjadi pada akhir bulan Agustus 2025 tersebut? Bukankah ini semua dari rentetan konflik yang ada di Indonesia sejak Jokowi dan Prabowo berkuasa?" ujar Syahdan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Syahdan menegaskan bahwa gelombang perlawanan pemuda merupakan imbas dari partisipasi politik yang dibatasi serta cengkraman oligarki yang kian kuat.

Ia menilai rezim Prabowo-Gibran telah membangun Machtstaat atau negara kekuasaan yang lebih mengutamakan kontrol koersif daripada kedaulatan rakyat.

"Otoritarian, konservatisme, populisme kanan, dan kesewenang-wenangan penguasa telah menjadi pemicu pemantik ketidakpuasan pemuda dalam memperhatikan isu politik yang penuh konflik dan segala intrik," tutur Syahdan.

Lebih lanjut, Syahdan melihat pemerintahan saat ini sudah mengalami cacat berat sejak awal karena adanya rekayasa usia calon wakil presiden di Mahkamah Konstitusi.

Ia mengkritik keras praktik politik dinasti yang menempatkan anak, menantu, hingga keponakan penguasa dalam berbagai jabatan strategis di pemerintahan dan BUMN.

Syahdan juga menuntut pembubaran DPR RI karena lembaga legislatif tersebut dianggap hanya menjadi tukang stempel kebijakan eksekutif yang nirempati terhadap rakyat.

baca juga

Selain masalah politik, ia memaparkan data penurunan populasi kelas menengah sebesar 17,13 persen akibat tekanan ekonomi dan inflasi yang tidak terkendali.

"Kita melihat sendiri bagaimana rezim memang tidak becus mengelola pemerintahan," sorotnya.

Syahdan menutup pledoi dengan menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang ia suarakan adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, bukan sebuah penghasutan kriminal.

"Aspirasi itu benar-benar didasarkan kenyataan yang ada," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:23 WIB

Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!

Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 21:06 WIB

Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?

Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:59 WIB

Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual

Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:48 WIB

Terkini

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Health | Selasa, 03 November 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

×