facebook

Harapan Kapolri Ke RS Muhammadiyah: Dapat Berkembang Dengan Faskes Berstandar Internasional

Bangun Santoso | Muhammad Yasir
Harapan Kapolri Ke RS Muhammadiyah: Dapat Berkembang Dengan Faskes Berstandar Internasional
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara ground breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RS MBS), Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/1/2022). (Dok. Polri)

Kapolri menyebut Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yang memiliki concern dengan kegiatan kemaslahatan umat

Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap Rumah Sakit Muhammadiyah ke depannya dapat berkembang dengan fasilitas kesehatan (faskes) berstandar internasional. Sehingga, bisa mengurangi ketergantungan masyarakat yang hendak berobat keluar negeri.

Hal ini disampaikan Listyo saat menghadiri acara ground breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RS MBS), Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/1/2022). Dia menyebut Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yang memiliki concern dengan kegiatan kemaslahatan umat.

"Khususnya, terkait bidang kesehatan yang dimulai di tahun 1923 kemudian lanjut tahun 1924 dan sampai saat ini kurang lebih 115. Dan yang akan dilaksanakan ground breaking ini adalah rumah sakit yang ke-116," kata Listyo.

Dalam kesempatan itu, Listyo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammadiyah yang secara langsung berkontribusi dalam menangani pandemi Covid-19. Salah satunya, melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center atau MCCC.

Baca Juga: Kehilangan 3.000 Pengajar, Muhammadiyah Usul Guru Honorer Lulus PPPK Ditempatkan di Sekolah Asal

"Mulai dari bagaimana MCCC ini ikut berkontribusi dalam protokol kesehatan, merawat masyarakat yang sakit. Karena kurang lebih ada 86 lebih rumah sakit rujukan dipersiapkan dari Muhammadiyah untuk para penderita Covid-19," katanya.

Selain itu, Listyo juga menyebut Muhammadiyah turut pula membantu dalam mempercepat program vaksinasi. Berkat itu, kata dia, kekinian Indonesia berada di peringkat keempat dunia dengan jumlah vaksinasi sekitar 300 juta.

"Dan juga menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara terkait kemampuan kita mengendalikan laju Covid-19 dan ini semua tidak lepas dari kontribusi dari PP Muhammadiyah dalam kontribusi dan fokus dalam penanggulangan Covid-19," tuturnya.

Mantan Kabareskrim Polri tersebut pun menyatakan bahwa Polri bersama kementerian dan lembaga lainnya siap sedia mendukung kegiatan dan program Muhammadiyah. Khususnya, yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.

"Kami, Polri serta seluruh kementerian/lembaga dan elemen masyarakat tentunya terus mendukung upaya-upaya, kerja keras dari PP Muhammadiyah untuk terus berkontribusi di bidang kesejahteraan masyarakat, bidang kesehatan, dibidang pendidikan masyarakat," katanya.

Baca Juga: Akademisi Muhammadiyah se-Indonesia Tolak Gagasan GBHN dan Amandemen Terbatas, Ini Alasannya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar