Pemprov DKI Klaim Siswa Tak Terpapar Covid-19 di Sekolah, Kemampuan Tracing Dipertanyakan

Senin, 24 Januari 2022 | 15:47 WIB
Pemprov DKI Klaim Siswa Tak Terpapar Covid-19 di Sekolah, Kemampuan Tracing Dipertanyakan
Kegiatan PTM 100 persen di SMAN 71 Duren Sawit, Jakarta Timur, dihentikan sementara menyusul ditemukannya kasus COVID-19 yang memapar satu siswa, Senin (10/1/2022). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Suara.com - Jumlah siswa yang terpapar Covid-19 selama masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen terus bertambah. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim mereka tidak tertular di sekolah.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mempertanyakan kemampuan tracing atau penulusuran dari Dinas Kesehatan. Menurutnya, tidak bisa klaim Pemprov mengenai siswa tak tertular di sekolah tidak bisa diutarakan begitu saja.

Kecuali, jika memang Dinkes sudah melakukan tracing secara menyeluruh dan cermat kepada semua kontak erat tiap kasus.

"Contact tracing-nya harus cermat dulu. Kalau tidak cermat, ya sulit kita menentukan di mana penularannya,  bagaimana kita tahu kalau penularannya di rumah atau di jalan," ujar Miko saat dihubungi, Senin (24/1/2022).

Karena itu, Miko meminta agar Dinkes DKI melakukan tracing secara masif. Para siswa, guru, dan tenaga penunjang lainnya harus dites secara menyeluruh meskipun tidak memiliki kontak erat dengan positif Covid-19.

"Kalau kita lihat, klaster sekolah itu ada. Ya, artinya klasternya penularannya di sekolah. kalau klaster sekolahnya enggak ada, mungkin penularannya di rumah atau di jalan," jelasnya.

"Indonesia ini kan tidak memeriksa orang yang tanpa gejala, walaupun dia kontak dengan kasus," pungkasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, sebelumnya, menyebut sekolah tidak menjadi pusat penularan atau episentrum Covid-19. Sebab, kebanyakan para siswa disebutnya terpapar saat berada di luar sekolah.

"Belum bisa dipastikan penularan terjadi di sekolah. Justru dari data sementara, lebih banyak mereka terpapar itu bukan di sekolah, ada yang di rumah atau perjalanan," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Pemkab Bandung Barat Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu Meski Ada ASN yang WFH

Memang, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan tiap sekolah yang ditutup sementara hanya ditemukan 1-2 kasus Covid-19  saja. Paling banyak ditemukan 9 kasus di SMKN 35 Jakarta.

"Yang lain umumnya 1 sampai 2 kasus, kebanyakan 1 kasus malam. Itu artinya mereka terpapar tidak di sekolah, terpapar dari luar sekolah," jelasnya.

Karena itu, Riza menyatakan pihaknya akan memperkuat peran dari Satgas Covid-19 sekolah. Hal ini dilakukan agar penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dapat diterapkan secara disiplin oleh tiap warga sekolah.

"Kami juga tingkatkan tes, tracing kami tingkatkan. Kemudian percepatan vaksinasi, khususnya bagi anak-anak," kata dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI