facebook

Sudah Dibicarakan Sejak Tahun Lalu, Travel Bubble Batam-Singapura Bukan Keputusan yang Terburu-buru

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Sudah Dibicarakan Sejak Tahun Lalu, Travel Bubble Batam-Singapura Bukan Keputusan yang Terburu-buru
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan RI Febry Calvin Tetelepta. [KSP]

Pemerintah resmi membuka pintu pariwisata di Batam, Bintan dan Singapura dengan skema travel bubble pada Senin (24/1/2022).

Suara.com - Pemerintah resmi membuka pintu pariwisata di Batam, Bintan dan Singapura dengan skema travel bubble pada Senin (24/1/2022). Menurut  Deputi I Kepala Staf Kepresidenan RI Febry Calvin Tetelepta, keputusan tersebut tidak diambil pemerintah secara tergesa-gesa.

Febry mengungkapkan kalau keputusan itu sudah direncanakan secara matang bahkan melalui perhitungan dan pertimbangan berbagai risiko yang ada.

"Kebijakan ini sudah cukup lama dibahas, termasuk salah satunya rapat koordinasi di KSP pada Mei tahun lalu. Tapi kondisi Covid-19 yang tidak menentu di kedua negara membuat rencana ini tertunda beberapa kali. Jadi pembukaan travel bubble Batam-Bintan dan Singapura ini bukan keputusan sekejap mata,” ungkap Febry di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (24/1/2022).

Febry menerangkan kalau pembukaan destinasi wisata di wilayah Batam dan Bintan Kepulauan Riau dengan penerapan travel bubble (Indonesia dan Singapura) sudah memperhatikan betul kesiapan lokasi hingga penerapan protokol kesehatan. Itu dilakukan guna memastikan wisatawan benar-benar hanya melakukan mobilitas di wilayah yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Syarat Pembukaan Travel Bubble di Kepri dari Sandiaga Uno

Dalam hal persiapan teknis, Febry menyebut kalau Bintan Resort telah memiliki Lab Tes Cepat Molekuler (TCM) yang terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi. Pemberlakuan TCM di kawasan Nongsa juga sedang dalam proses.

Kemudian penerapan Bluepass yang dipersiapkan untuk keperluan pelacakan bagi pekerja dan wisatawan.

“Diharapkan dengan persiapan itu penyebaran Covid-19 bisa dicegah,” kata Febry.

Lebih lanjut, ia menilai kalau travel bubble tersebut menjadi momentum penting setelah dua tahun pariwisata di Kepulauan Riau lesu akibat pandemi. Dibukanya kembali destinasi wisata di Batam dan Bintan untuk wisatawan mancanegara, akan membuat ekonomi di dua wilayah tersebut menggeliat kembali.

“Lagoi Bintan dan KEK Nongsa merupakan pusat pariwisata dan industri digital yang dapat memberikan multiplier effect yang tinggi terhadap masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Sandiaga Uno ke Batam, Ansar Ahmad Curhat soal Pariwisata, Minta Travel Bubble Segera Dibuka

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar