facebook

Cerdas dan Menohok! Deddy Corbuzier Skakmat Biang Keladi 'Tempat Jin Buang Anak'

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
Cerdas dan Menohok! Deddy Corbuzier Skakmat Biang Keladi 'Tempat Jin Buang Anak'
Deddy Corbuzier. (Instagram/mastercorbuzier)

Siapa yang mau invest tempat jin buang anak? Gua mau. Justru cuma monyet yang gak mau," tandas Deddy Corbuzier.

Suara.com - Nama Edy Mulyadi tengah menjadi sorotan karena diduga menghina Kalimantan dengan menyebut daerah itu sebagai "tempat jin membuang anak". Pernyataan kontroversial Edy itu langsung panen kritikan menohok dari berbagai pihak, salah satunya adalah Deddy Corbuzier.

Melalui akun Instagramnya, Deddy langsung skakmat sosok yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak. Terlebih, sosok diduga Edy itu menyebut tidak akan ada orang yang mau pindah ke ibu kota negara di Kalimantan Timur.

"Jin buang anak dan monyet (emoji ngakak)," tulis Deddy Corbuzier sebagai caption Instagram seperti dikutip Suara.com, Selasa (25/1/2022).'

Deddy menjelaskan kata-kata "tempat jin buang anak" itu populer pada tahun 1980-an. Kala itu, seorang insinyur sekaligus pebisnis Tanah Air, Ciputra nekat membangun Bintaro Jaya yang dikenal sangat sepi sebagai investasi.

Baca Juga: Menohok! Wanita Asli Kalimantan Ini Semprot Edy Mulyadi: Kau Kira Anak yang Kami Lahirkan Ini Anak Monyet?

"Tempat jin buang anak, kata-kata itu populer tahun 1980-an ketika Insinyur Ciputra membangun Bintaro Jaya yang tempatnya masih sepi banget," jelas Deddy.

Ternyata, investasi itu juga menarik perhatian keluarga Deddy Corbuzier. Ia menyebut ayahnya sampai nekat berutang demi membeli tanah di daerah Bintaro.

Deddy Corbuzier Skakmat Biang Keladi 'Tempat Jin Buang Anak'. (Instagram/@mastercorbuzier)
Deddy Corbuzier Skakmat Biang Keladi 'Tempat Jin Buang Anak'. (Instagram/@mastercorbuzier)

Tanah seluas 150 meter itu dibeli sang ayah seharga Rp 10 juta pada tahun 1980. Delapan belas tahun sesudahnya, tepatnya 1998, Deddy membeli tanah itu dari tangan ayahnya senilai Rp 100 juta.

"Bokap gue beli tanah di sana 150 meter tahun 1980, utang ke saudara-saudaranya Rp 10 juta harganya. Tahun 1998, gue beli tanah itu ke bokap gue, 100 juta," beber Deddy.

Tak disangka, Deddy masih belum menjual tanah itu hingga sekarang. Ia menyebut nilai tanah yang dulu dibeli seharga Rp 10 juta, kini telah melesat menjadi Rp 4 miliar.

Baca Juga: Sejumlah Masyarakat Dayak Gelar Ritual Potong Kepala Hewan, Nama Edy Mulyadi Disebut

"Sekarang tahun 2022, tanah yang masih punya gue itu harganya 4 miliar," kata Deddy.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar