facebook

IDAI: Mulai Banyak Anak Positif Covid-19, PTM 100 Persen Harus Dievaluasi

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
IDAI: Mulai Banyak Anak Positif Covid-19, PTM 100 Persen Harus Dievaluasi
Sejumlah murid mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Labu 01, Jakarta, Senin (3/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Para tenaga kesehatan juga sudah menyurati pemerintah agar mengevaluasi proses pembelajaran tatap muka 100 persen.

Suara.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan saat ini sudah mulai banyak anak yang terpapar Covid-19 akibat lonjakan varian Omicron.

Piprim mengungkapkan hal tersebut berasal dari laporan-laporan sejumlah dokter anak yang mulai disibukkan merawat anak positif Covid-19.

"Ini dari beberapa anggota IDAI dokter-dokter anak yang di Jakarta sudah mulai banyak melaporkan bahwa mereka merawat pasien-pasien anak dengan swab PCR positif Covid-19, padahal sebelumnya kosong," kata Pimprim dalam diskusi CISDI, Kamis (27/1/2022).

Dia menyebut para tenaga kesehatan juga sudah menyurati pemerintah agar mengevaluasi proses pembelajaran tatap muka 100 persen di sekolah karena kasus Covid-19 mulai melonjak akibat varian Omicron.

Baca Juga: Kota Tangerang Sudah Setop, Wagub DKI Tetap Gelar PTM 100 persen: Kami Laksanakan Sesuai SKB 4 Menteri

"Kami IDAI bersama empat organisasi profesi lain sudah bersurat ke empat kementerian terkait untuk meminta meninjau kembali kebijakan PTM ini," tegasnya.

Kelima organisasi tersebut yakni Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Indonesia Intensif Indonesia (PERDATIN), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Ketua PERKI Isman Firdaus menambahkan, anak-anak berpotensi mengalami komplikasi berat jika terpapar Covid-19 varian Omicron.

"Yaitu multisystem inflammatory syndrome in children associated with COVID-19 (MIS-C) dan komplikasi long COVID-19 lainnya sebagaimana dewasa yang akan berdampak pada kinerja dan kesehatan organ tubuh lainnya," jelas Isman.

Oleh sebab itu, kelima organisasi profesi medis ini meminta pemerintah untuk memperbolehkan anak-anak atau orang tuanya untuk memilih belajar di rumah atau tatap muka di sekolah, bukan wajib PTM 100 persen.

Baca Juga: Dua Siswa SMAN 8 Jogja Positif COVID-19, PTM 100 Persen Dievaluasi

"Anak-anak yang sudah melengkapi vaksinasi Covid-19 dan cakap dalam melaksanakan protokol kesehatan dapat mengikuti PTM," jelasnya.

Kemudian, anak-anak yang memiliki komorbid diimbau untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter yang menangani.

Pemerintah juga diminta untuk transparan terkait kasus Covid-19 di sekolah agar memberi kenyamanan bagi orang tua murid untuk mengirim anaknya belajar tatap muka di sekolah.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar