facebook

Viral! Driver Taksi Online Penabrak 2 Jambret di Tebet Minta Maaf karena Berbohong, Begini Kata Polisi

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Viral! Driver Taksi Online Penabrak 2 Jambret di Tebet Minta Maaf karena Berbohong, Begini Kata Polisi
Petugas memasang garis polisi di lokasi tewasnya dua pelaku jambret di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/10/2021). [Tangkapan layar Instagram@merekamjakarta]

"Itu kasus betul penjambretan," kata Zulpan.

Suara.com - Pada Oktober 2021 lalu, dua orang terduga pelaku begal dilaporkan tewas usai ditabrak pengemudi taksi online bernama Eko di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Belakangan ini, mencuat kabar jika dua korban tewas yang ditabrak Eko bukan merupakan pelaku begal.

Kabar itu dibagikan oleh akun Twitter @imcutieaw. Dalam unggahannya akun itu menyebutkan jika Eko membuat fitnah dan melakukan playing victim. 

"Inget berita viral ini ga? 3 bulan yg lalu, ojol (car) menabrak dua orang jambret? you have to know the facts. Ternyata yg ditabrak si Eko ini bukan jambret!!! Yes, si Eko yg mengaku korban playing victim, dia fitnah si pengendara yg udah meninggal :)," tulis akun itu sebagainana dikutip Suara.com, Jumat (28/1/2022).

Akun tersebut juga mengunggah dua rekaman video yang memperlihatkan pria yang disebut Eko itu meminta maaf karena telah berbohong atas tewasnya 2 pengendara yang disebut sebagia pelaku jambret. Tampak pria berkaos merah itu meminta maaf dalam posisi bersimpuh di lantai. 

Baca Juga: Warga Keluhkan CCTV usai Maling Motor Beraksi di Pos RW 02 Kebon Baru, Camat Tebet Bilang Begini

Tampak pula ada wanita berkerundung yang disebut sebagai istri pria berkaos merah itu. Di dalam video juga terdapat pria dan wanita yang sedang duduk yang disebut-sebut sebagai pihak keluarga terkait pemberitaan tewasnya 2 jambret yang ditabrak oleh Eko. 

Viral video driver taksi online playing victim terkait kasus tabrak mati 2 jambret di Tebet. (ist/tangkapan layar)
Viral video driver taksi online playing victim terkait kasus tabrak mati 2 jambret di Tebet. (ist/tangkapan layar)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan buka suara terkait hal tersebut. Dalam kesempatan di Mapolda Metro Jaya siang ini, dia menyatakan bahwa kasus tersebut murni penjambretan.

"Itu kasus betul penjambretan," kata Zulpan.

Zulpan menyampaikan, pihaknya telah menerbitkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3) karena dua pelaku penjambretan itu telah tewas. Tidak hanya itu, polisi juga mempunyai bukti yang mengarah kalau peristiwa itu murni penjambretan merujuk pada rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.

"Polisi sudah SP3 karena pelakunya meninggal dunia, pelapornya sopir Gocar, jadi terkait itu memang betul ada pidananya, ada bukti kejadian jambret, ada saksi dan ada rekaman CCTV sehingga dihentikan," tegas dia.

Baca Juga: Terekam CCTV, 2 Terduga Maling Motor di Kebon Baru Dicurigai Ada Orang Dalam

Kronologi Kasus

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar