Menurutnya, saat dia menyampaikan hal tersebut, kepolisian tidak keberatan dengan acara yang mereka gelar.
"Hanya menerima laporan setelah itu tidak ada lagi responnya. Sepertinya tidak keberatan," ujar AR.
Kemudian dia juga mengungkapkan saat acara mereka gelar ada aparat kepolisian yang mengawal. Namun polisi berada di belakang panggung.
"Betul ada (polisi) cuma di belakangan panggung," ujarnya.
Selain itu, saat mereka menggelar konvoi juga turut dikawal oleh kepolisian.
"Yang ikut konvoi banyak (ada aparat)," ujarnya.
Selain itu ia menyebut saat acara yang mereka gelar juga terdapat beberapa simbol ISIS, termasuk saat konvoi berlangsung.
Ketika ditanya apakah polisi mengetahui bahwa atribut yang dikenakan merupakan simbol ISIS, AR menjawab tidak memperhatikannya.
"Saya tidak perhatikan yang mulai. Beliau (polisi) masuk, tapi yang jelas ada," ujarnya.
Untuk diketahui, Munarman didakwa merencanakan dan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.
Hal tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus dugaan tindak pidana terorisme yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (8/12/2021) lalu.