Soroti Blusukan Jokowi Sebabkan Kerumunan Warga, Pengamat: Mungkin Ada Pesan Lain

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:39 WIB
Soroti Blusukan Jokowi Sebabkan Kerumunan Warga, Pengamat: Mungkin Ada Pesan Lain
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberikan pernyataan soal perkembangan Covid-19, Kamis (3/2/2022). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Blusukan Presiden Jokowi di tengah lonjakan kasus Covid 19 menuai berbagai kritikan lantaran menyebabkan kerumunan warga yang antusias ingin melihatnya.

Melansir Terkini.co.id -- jaringan Suara.com, Salah satunya dari pengamat komunikasi politik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, Kunto Adi Wibowo.

Menurut Kunto, Jokowi tidak perlu melakukan blusukan untuk menaikkan tingkat kepuasan publik. Sebab, hingga saat ini kepuasan publik terhadap Jokowi masih dalam tahap aman. Hal tersebut terlihat dari hasol beberapa sirvei yaitu dikisaran 60-70 persen.

Selanjutnya, Direktur Eksekutif lembaga survei Kedaikopi itu justru melihat blusukan Jokowi tidak etis secara politik. Dia beralasan jumlah kasus Covid 19 sedang mengalami peningkatan seperti saat ini.

"Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi jadi enggak prudent, enggak bijaksana, dalam terkait kasus covid meningkat," kata Kunto, Jumat (4/2/2022).

Tangkapan layar video warga berkerumun hingga saling dorong demi kaus yang dilempar Jokowi di Toba. (Twitter)
Tangkapan layar video warga berkerumun hingga saling dorong demi kaus yang dilempar Jokowi di Toba. (Twitter)

Lebih lanjut Kunto membaca dua pesan berbeda dari sikap Jokowi saat bersikukuh blusukan kala lonjakan kasus Covid 19. Pertama, Jokowi ingin berinvestasi dalam urusan kepuasan publik.

Dia menilai, mungkin Jokowi merasa akan menghadapi krisis kepuasan publik beberapa bulan ke depan karena puncak kasus Covid 19, pembatasan sosial, dan perekonomian yang belum membaik.

Oleh karena itu, blusukan yang dilakukan oleh Jokowi kali ini dinilai Kunto sebagai salah satu langkah untuk mengamankan kepuasan publik di sejumlah daerah.

"Mungkin ada pesan lain ya enggak usah takut lah sama Omicron supaya roda ekonomi enggak terganggu. Itu mungkin pesan lain dari blusukan Pak Jokowi yang mengundang banyak orang," ungkapnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan blusukan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sejumlah titik di Sumatera Utara menjadi sorotan publik. Pasalnya, kegiatan blusukam tersebut memicu kerumunan di tengah kabar meningkatnya kasus Covid 19 gelombang ketiga.

Sejak hari Rabu 2 Februari 2022, perhatian masyarakat tertuju pada kedatangan Jokowi. Tampak masyarakat mulai berdesakan ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Pasar Prosa, Kabupaten Toba.

Hal serupa juga terlihat ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Kabupaten Dairi pada Kamis 3 Februari 2022.

Seperti yang dilansir dari Terkini.id bahwa pesawat nirawak yang diterbangkan Sekretariat Presiden menangkap gambar warga berdesak-desakan di pinggir jalan menanti Presiden Jokowi melintas.

Paspampres dan TNI-Polri dikerahkan membentuk pagar betis untuk menghalau warga. Akan tetapi, tetap saja beberapa warga berhasil menjebol pagar itu dan mendekat ke RI 1.

Ditegaskan oleh pihak Istana bahwa pihaknya tidak mau ikit campur dalam peristiwa tersebut. Sebab menurut Sekretaris Presiden, setiap kunjungan yang dilakukan pasti telah melalui protokol kesehatan yang ketat. 

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT KAI: Omicron Belum Pengaruhi Permintaan Perjalanan Kereta Api

PT KAI: Omicron Belum Pengaruhi Permintaan Perjalanan Kereta Api

Lifestyle | Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:37 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Soroti Kasus Hukum Korban Perempuan dan Anak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Soroti Kasus Hukum Korban Perempuan dan Anak

Banten | Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:36 WIB

Koordinasi dengan BPBD, Bupati Sleman Minta Warga Waspada Bencana Dampak Cuaca Ekstrem

Koordinasi dengan BPBD, Bupati Sleman Minta Warga Waspada Bencana Dampak Cuaca Ekstrem

Jogja | Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:35 WIB

Inmendagri Atur Penyelenggaraan Mandalika MotoGP 2022, Penonton Dibatasi 10 Persen dan Wajib Dua Kali Vaksin

Inmendagri Atur Penyelenggaraan Mandalika MotoGP 2022, Penonton Dibatasi 10 Persen dan Wajib Dua Kali Vaksin

Sumsel | Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:35 WIB

Ananta Rispo Ceritakan Detik-Detik Penangkapan Fico Fachriza, Polisi Disangka Tamu

Ananta Rispo Ceritakan Detik-Detik Penangkapan Fico Fachriza, Polisi Disangka Tamu

Entertainment | Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:34 WIB

4 Hukuman untuk Anak yang Harus Dihindari, Tidak Mendengar Penjelasannya!

4 Hukuman untuk Anak yang Harus Dihindari, Tidak Mendengar Penjelasannya!

Your Say | Sabtu, 05 Februari 2022 | 14:34 WIB

Terkini

Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak

Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:20 WIB

Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak

Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:15 WIB

5 WNI Termasuk Jurnalis Ditangkap Israel, TB Hasanuddin: Negara Harus Gerak Cepat!

5 WNI Termasuk Jurnalis Ditangkap Israel, TB Hasanuddin: Negara Harus Gerak Cepat!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:39 WIB

Pengembangan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan

Pengembangan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:28 WIB

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:10 WIB

Tanpa 'Woro-woro', Pramono Anung Pindahkan Pedagang Taman Puring demi Fasilitas Difabel

Tanpa 'Woro-woro', Pramono Anung Pindahkan Pedagang Taman Puring demi Fasilitas Difabel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:05 WIB

Hanya 20 Hari Jadi Menag Ad Interim, Muhadjir Effendy Dicecar KPK Soal Alokasi Kuota Haji

Hanya 20 Hari Jadi Menag Ad Interim, Muhadjir Effendy Dicecar KPK Soal Alokasi Kuota Haji

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:01 WIB

Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa Ormas GRIB Jaya Gegara Konten Kritik Hercules, Ini 8 Faktanya!

Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa Ormas GRIB Jaya Gegara Konten Kritik Hercules, Ini 8 Faktanya!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:53 WIB

Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla

Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:39 WIB

Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen

Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:37 WIB