Peneliti Australia Pelajari Potensi Ganja sebagai Obat Penurun Berat Badan

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 15 Februari 2022 | 12:04 WIB
Peneliti Australia Pelajari Potensi Ganja sebagai Obat Penurun Berat Badan
Ilustrasi ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi orang awam, tanaman ganja yang memiliki reputasi membuat orang ngemil mungkin tampak berlawanan dengan ide penggunaannya sebagai penurun berat badan.

Namun sudah beberapa tahun terakhir ini, komunitas ilmiah di berbagai negara memusatkan perhatian pada manfaat terapi ganja, termasuk potensi tanaman ini untuk digunakan mengobati obesitas.

Para peneliti di Universitas Curtin, Australia Barat, telah bekerja sama dengan produsen ganja medis Little Green Pharma, untuk menyelidiki kemungkinan penerapan tanaman tersebut dalam menurunkan berat badan.

Peneliti utama Profesor Marco Falasca menjelaskan, riset mereka menawarkan alternatif yang lebih aman untuk pilihan obat penurun berat badan dibandingkan dengan yang tersedia saat ini.

"Tidak banyak pengobatan untuk obesitas, dan semuanya memiliki efek samping," jelas Profesor Falasca.

"Senyawa yang ada dalam tubuh kita mengendalikan rasa kenyang dan semua mekanisme yang berhubungan dengan obesitas," katanya.

"Kita perlu menggunakan mekanisme yang sama seperti alam, dan dengan cara ini, kami yakin hasilnya akan memiliki lebih sedikit efek samping," tambahnya.

Profesor Falasca mengakui bahwa, karena stigma negatif tanaman ganja, masih ada keraguan dari kalangan dokter meresepkan ganja obat (cannabinoid) untuk pasien.

"Masalah stigma seputar penelitian ganja obat ini perlu diatasi," katanya.

"Cara terbaik yaitu memberikan bukti ilmiah bahwa metode perawatan ini berhasil," ujar Profesor Falasca.

Kepala Riset dan Inovasi di Little Green Pharma, Dr Leon Warne, berusaha menyuarakan pemikiran ini namun menurutnya sikap publik sebenarnya sudah berubah.

"Pasti ada dokter, yang jumlahnya terus berkembang, bisa melihat ... wilayah di mana obat ini dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien," kata Dr Warne.

Bagaimana cara kerjanya?

Dr Warne menjelaskan fungsi cannabinoid cukup rumit dan tubuh manusia memiliki sistem cannabinoid alami, mirip dengan yang ditemukan pada tanaman ganja.

Untuk mengilustrasikan cara kerjanya dalam kedokteran, ia menggunakan analogi gembok dan anak kunci, di mana reseptor tubuh bertindak sebagai kunci, sedangkan senyawa tanaman ganja berfungsi sebagai anak kunci.

"Ketika [cannabinoids tanaman ganja] masuk ke dalam gembok itu, mereka menggali cannabinoids alami di dalam tubuh untuk mendapatkan efek seperti yang kita lihat," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: 5 Pilihan HP Memori 512 GB Paling Murah hingga Tablet AI Xiaomi Terbaru

Terpopuler: 5 Pilihan HP Memori 512 GB Paling Murah hingga Tablet AI Xiaomi Terbaru

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 07:06 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan

Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:00 WIB

Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan

Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 07:05 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Foto | Kamis, 23 April 2026 | 21:35 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Terkini

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:03 WIB

Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:00 WIB

Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan

Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot

KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik

Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:40 WIB

Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing

Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:30 WIB

Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri

Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:13 WIB

Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka

Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:10 WIB

Dianggap Pengkhianat Bangsa, Anak Raja Iran Reza Pahlavi Dilempari Cairan Merah

Dianggap Pengkhianat Bangsa, Anak Raja Iran Reza Pahlavi Dilempari Cairan Merah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:09 WIB

Gereja Berusia 2 Abad di AS Porak-poranda Diamuk Si Jago Merah, 5 Petugas Damkar Jadi Korban

Gereja Berusia 2 Abad di AS Porak-poranda Diamuk Si Jago Merah, 5 Petugas Damkar Jadi Korban

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:02 WIB