Setahun Sejak Program Vaksinasi di Indonesia Dimulai, Bagaimana Hasilnya?

Siswanto | ABC | Suara.com

Minggu, 20 Februari 2022 | 13:34 WIB
Setahun Sejak Program Vaksinasi di Indonesia Dimulai, Bagaimana Hasilnya?
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Balita. (Elements Envato)

Suara.com - Tanggal 14 Januari tahun 2021lalu, Indonesia resmi memulai program inokulasi nasional, dimulai dari Presiden Joko Widodo. Kini setahun kemudian, apakah target vaksinasi sudah tercapai?

Pemberian vaksin tahun lalu dimulai secara bertahap mulai dari tenaga kesehatan, pelayan publik dan mereka yang bekerja di sektor esensial, sertakelompok lanjut usia sebelum pada Mei 2021 diberikan kepada masyarakat umum.

Awalnya, target vaksinasi di Indonesia adalah 70 persen dari 270 juta total populasi, atau sekitar 181,5 juta orang demi mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Laju vaksinasi di awal program inokulasisempatberjalan lambatdan menjadi sorotan setelahhitungan kalkulator Bloomberg dan John Hopkins yang dimuat media The Straits Times mengatakanperlu 10 tahun lebih bagi Indonesia untuk selesai memvaksinasi 70 persen dari total populasi.

Prediksi tersebut langsung ditampik saat itu oleh juru bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, yang mengatakan seluruh masyarakat diperkirakan akan selesai tervaksinasi dalam waktu 12 bulan.

Target vaksinasi 208 juta orangselesai 'sekitar Januari atau Februari 2022'

Namun, sejak Juli 2021 pemerintah menaikkan jumlah target minimal masyarakat Indonesia yang harus divaksinasi dari semula 181,5 juta menjadi 208,2 juta orang.

Ini karena perluasan cakupan vaksinasi, yang meliputi kelompok usia 12-17 tahun dan ibu hamil.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan target vaksinasi dua dosis untuk 208 juta orangbisa tercapai pada Februari 2022.

"

"Perkiraan kami di akhir tahun bisa dicapai angka sekitar 300 jutaan sehingga angka 400 jutaan [dosis] setelah ditambah target anak 12-17 tahun, kita bisa selesaikan sekitar Januari atau Februari 2022."

"

"[Itu berarti] satu tahun sesudah kita melaksanakan [program vaksinasi] 13 Januari 2021 ini," kata Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada 25 Agustus 2021.

Februari 2022, vaksinasi lengkap baru capai 66persen

Kini lebih dari satu tahun setelah program vaksinasi dimulai, data yang dilansir Kementerian Kesehatan per tanggal 15 Februari 2022 di laman vaksin.kemkes.go.id menunjukkan bahwa baru 65,86 persen penduduk dari total target yang sudah menerima dua dosis vaksinasi penuh atau sejumlah 137.159.005orang.

Bahkan tingkat vaksinasi lengkap kelompok lanjut usia yang masuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin sejak pertama kali program ini dimulai baru mencapai 50,79 persen.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat vaksinasi tertinggi, sementara tiga provinsi dengan tingkat vaksinasi terendah adalah Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, tingkat vaksinasi Indonesia juga tidak bisa dibilang tinggi jika dilihat dari angka vaksinasi lengkap.

Meski sedikit meleset dari target yang pernah disampaikan Menteri Kesehatan tahun lalu, JuruBicara VaksinasiCOVID-19 Kementerian Kesehatan, dr.Siti NadiaTarmizi mengatakan program vaksinasi di Indonesia "sudah on the track."

"Tapi memang ada daerah-daerah yang sulit yang masih menjadi tantangan, kendala geografis, hoaks, dan disinformasi, juga masih ditemukan penolakan [dari masyarakat] karena alasan agama yang juga menjadi salah satu tantangan," tutur dr Siti Nadia Tarmizi kepada jurnalis ABC Indonesia Hellena Souisa.

Dokter Siti Nadia mengatakan untuk menggenjot angka vaksinasi, Kemenkes mendorong pemerintah daerah untuk mencari inovasi-inovasi.

"

"Kita tahu ada beberapa hal yang sudah dilakukan, misalnya vaksinasi secara keliling, vaksinasi dengan cara mendatangi door-to-door, ini cara-cara yang kita lakukan juga. Stok vaksin sendiri, aman. Banyak sekali."

"

Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah mengejar vaksinasi pada lansia yang masih rendahdan vaksinasi dosis kedua.

"Selisih antara dosis pertama dan dosis kedua cukup besar ya, ada 55 juta. Jadi banyak juga masyarakat yang sudah waktunya mendapat dosis kedua, bahkan mungkin ada yang lebih dari enam bulan, yang belum mendapatkannya."

"

"Kita menargetkan pada akhir Maret 208 juta orang sudah mendapatkan dosis vaksinasi secara lengkap," kata dr Siti Nadia Tarmizi.

"

Untuk mencapai target ini, koordinator data Kawal COVID-19 Ronald Bessie menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan lembaga keagamaan untuk edukasi vaksin.

"Juga membuat strategi yang menjadikan vaksinasi syarat administrasi pemerintahan seperti mengurus SIM, bansos, masuk sekolah, masuk ke fasilitas-fasilitas umum, dan itu banar-benar dicekbarcode-nya," kata Ronald.

'Omicron bukan varian yang terakhir'

Sementara itu, epidemiolog dari Griffith University di Australia, dr Dicky Budiman mengatakan Indonesia harus waspada.

"Dengan angka vaksinasi sekarang, kalau disebut rawan, ya rawan, [tapi] kalaudisebut punyamodal, ya kita ada modal. Jauh sudah adamodal dibanding waktuDelta," tuturnya kepada ABC Indonesia.

"Idealnya kalau kita bicara Omicron ya sebenarnya tiga dosis pada 90 persen populasi yang sudah eligibledivaksinasi, itu yang ideal," tutur dr Dicky kepada ABC Indonesia.

Jumlah kasus harian Indonesia pada 16Februari 2022 menembus angka 64.000, menjadikannya rekor tertinggi sepanjang pandemi, termasuk saatpuncak Delta pada Juli tahun lalu yang hanya mencatat 56.000 kasus.

Dokter Dicky, mengingatkan bahwa "Omicron ini bukanlah varian terakhir dan ini bukan gelombang terakhir."

"[Sepengamatan saya] pola antargelombang akan terjadi paling cepat 4 sampai 6 bulan."

"

"Kecenderungannya ke depan dengan semakin membaiknya vaksinasi, gelombang ini makin mengecil dan makin ke pinggiran yang cakupan vaksinasinya lemah."

"

Bagaimana dengan klaim superimunitas?

Januari lalu, sebuah studi mengungkap 86,6 persen populasi Indonesia disebut telah memiliki titer antibodi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, sehingga super immunity diduga telah terbentuk di Indonesia.

Dugaan tersebut didapatkan dari hasil survei serologi, atau survei dengan cara memeriksa sampel darah responden,di 100 kabupaten atau kota sepanjang bulan November sampai Desember 2021.

Atas temuan survey serologi ini, dr Dicky Budiman mengingatkan agar masyarakat tidak salah memahaminya, seakan-akan 86,6persen penduduk sudah kebal.

"

"Anggapan [kebal] itu tidak tepat. Sero survey pada prinsipnya hanya memperlihatkan kondisi saat itu, sementara kita harusmelihat karakter penyakitnya juga."

"

Ia menambahkan, kekebalan yang terbentuk terhadap SARS COV-2 berbeda dengan cacar yang kekebalannya berlaku seumur hidup.

"Imunogenicity dari COVID-19 yang disebabkan SARS COV-2 ini tidak bertahan lama."

"

"Imunitas, baik yang diperoleh dari vaksinasi, maupun dari terinfeksi, ataudari terinfeksi kemudian divaksinasi dansebaliknya, semuanya itu akan menurun denganrangewaktu yang berbeda-beda. Ada yang satu tahun lebihtapi ada juga bahkan yang hanya beberapa bulan."

"

Selain vaksinasi, dr Dicky meminta semua lini mempraktikkanadaptasi kebiasaan baru dari hulu ke hilir, seperti pemakaian masker ataupenyesuaian ventilasi dan sirkulasi di gedung-gedung perkantoran.

Ia juga mengingatkan untuk terus melakukan3T dan 5M.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:13 WIB

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:06 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 08:54 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 08:44 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:34 WIB

Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton

Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:25 WIB

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:21 WIB

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:56 WIB

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:50 WIB

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB

AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?

AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB