CEK FAKTA: Rusia Kerahkan Truk Pembakar Mayat untuk Sembunyikan Bukti Korban di Ukraina, Benarkah?

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 25 Februari 2022 | 14:09 WIB
CEK FAKTA: Rusia Kerahkan Truk Pembakar Mayat untuk Sembunyikan Bukti Korban di Ukraina, Benarkah?
CEK FAKTA Rusia Kerahkan Truk Pembakar Mayat Untuk Sembunyikan Bukti Korban di Ukraina. (YouTube/Free Donbas)

Suara.com - Beredar kabar Rusia mengerahkan truk pembakar mayat untuk mengikuti tentara mereka saat melakukan invansi di Ukraina. Mesin pembakar mayat itu dikerahkan disebut untuk menyembunyikan bukti korban di Ukraina.

Kabar tentang mesin pembakar mayat yang diangkut truk ini beredar melalui berbagai publikasi berita dan dalam pernyataan oleh pejabat pemerintah Inggris.

Menurut Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, militer Rusia dapat menggunakan mesin krematorium bergerak di Ukraina untuk menutupi setiap korban dari pertempuran.

Menurut The Telegraph, dalam sebuah pernyataan, Wallace memberikan pernyataan sebagai berikut:

"Sebelumnya mereka telah mengerahkan krematorium bergerak untuk mengikuti pasukan di sekitar medan perang, yang menurut buku siapa pun mengerikan.

Jika saya adalah seorang tentara dan tahu bahwa jenderal saya memiliki sedikit kepercayaan pada saya sehingga mereka mengikuti saya di sekitar medan perang dengan krematorium bergerak, atau saya adalah ibu atau ayah dari seorang putra, berpotensi ditempatkan ke zona pertempuran, dan pemerintah saya berpikir bahwa cara untuk menutupi kerugian adalah krematorium keliling, saya akan sangat, sangat khawatir.

Ini adalah efek samping yang sangat mengerikan dari bagaimana orang Rusia memandang pasukan mereka dan bagi Anda yang bertugas, dan menjadi seorang tentara, mengetahui bahwa berjalan di belakang Anda adalah cara untuk menguapkan Anda jika Anda terbunuh dalam pertempuran mungkin mengatakan semua yang perlu Anda ketahui tentang rezim Rusia."

Lantas benarkah klaim itu?

PENJELASAN

baca juga

Menyadur Snopes.com, laporan mengenai Rusia telah mengerahkan truk pembakar mayat saat melakukan serangan ke Ukraina adalah tidak benar.

Faktanya, video dengan penampakan wujud truk yang mengangkut mesin krematorium itu sudah diunggah di YouTube sejak tahun 2015. Video itu berisi mengenai sebuah perusahaan asal St. Petersburg yang diduga menciptakan mesin itu, yakni Tourmaline.

Saat ditelusuri di situs resmi perusahaan, mesin itu digunakan untuk limbah biologis, yakni kremasi. Video asli dari laman itu sendiri sudah ada dari Agustus 2013, di mana rekaman menunjukkan bagaimana proses melakukan inisinerator untuk limbah biologis.

Sementara itu, pernyataan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengenai Rusia menggunakan mesin krematorium diungkapkan pada masa lalu, tepatnya saat terkait pertempuran di Ukraina timur pada tahun 2015.

Menurut anggota parlemen AS, tentara Rusia menggunakan krematorium tersebut saat itu. Mantan Ketua Komite Angkatan Bersenjata DPR AS Mac Thornberry mengatakan kepada Bloomberg pada tahun 2015 jika mesin itu untuk menyembunyikan korban dari pihak Rusia.

"Rusia berusaha menyembunyikan korban mereka dengan membawa krematorium keliling.Mereka berusaha menyembunyikan tidak hanya dari dunia tetapi dari orang-orang Rusia keterlibatan mereka," kata Thornberry.

Media Ukraina juga meliput ini pada tahun 2015. Menurut kepala badan keamanan Ukraina saat itu, Valentyn Nalyvaichenko, tujuh krematorium bergerak memasuki wilayah yang dikuasai militan di Ukraina pada Januari 2015.

Dia mengklaim masing-masing mesin itu telah membakar kurang lebih 8 tubuh setiap hari. Ia juga mengungkap adanya puluhan warga Rusia yang menelepon hotline Ukraina setiap hari untuk mencari kerabat mereka.

"Masing-masing krematorium ini membakar 8-10 tubuh per hari. Setiap hari, hotline Security Service Ukraina mencatat sejumlah besar panggilan telepon dari puluhan warga Rusia yang mencari kerabat mereka," ujar Nalyvaichenko.

"Atau tentara Rusia yang dikirim ke wilayah Ukraina. Pemerintah Ukraina akan bersikap manusiawi, dan akan mengembalikan mayat tentara Rusia kepada ibu mereka dengan semua dokumen dan barang pribadi," lanjutnya.

Thornberry menambahkan, dia telah melihat bukti krematorium. Walau begitu, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai informasi rahasia tersebut.

"Apa yang telah kami dengar dari Ukraina, mereka sebagian besar didukung oleh intelijen AS dan lainnya," ungkap Thornberry.

Perwakilan AS Seth Moulton, yang melakukan perjalanan ke Ukraina pada Maret 2015, juga mengkonfirmasi klaim Thornberry. Namun, ia tidak mengungkapkan sumbernya.

"Kami mendengar ini dari berbagai sumber di sana, cukup saya yakin dengan kebenaran informasi itu. Rusia jelas memiliki masalah dengan rumah mereka dan korban yang mereka ambil dari perang. Fakta bahwa mereka akan membakar tubuh tentara mereka sendiri adalah hal yang mengerikan dan memalukan," kata Moulton.

Pada saat itu, para pejabat AS percaya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sedang berjuang untuk mempertahankan tipu muslihat bahwa dia tidak memiliki tentara yang bertempur di Ukraina.

Selain itu, Putin juga disebut berusaha melenyapkan bukti tentara Rusia yang tewas, sehingga menyebabkan reaksi di negaranya. Kelompok-kelompok protes itu terdiri dari ibu-ibu para tentara yang tewas.

Mereka menolak upaya resmi untuk menyalahkan kematian pada individu-individu yang berkeliaran melintasi perbatasan. Komite Ibu Tentara juga menyalahkan Putin karena melanggar hukum internasional.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi Rusia mengerahkan truk pembakar mayat atau mesin krematorium untuk menyembunyikan jumlah korban tentara mereka saat melakukan invansi ke Ukraina adalah hoaks.

Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legenda AC Milan Andriy Shevchenko Bakar Semangat Rakyat Ukraina di Tengah Perang dengan Rusia

Legenda AC Milan Andriy Shevchenko Bakar Semangat Rakyat Ukraina di Tengah Perang dengan Rusia

Surakarta | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:48 WIB

Bak Bumi Dan Langit, Segini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia Vs Ukraina

Bak Bumi Dan Langit, Segini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia Vs Ukraina

News | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:48 WIB

Sembari Gendong Anak Kecil. Pensiunan TNI AD Gelar Aksi Tunggal "Stop War" Ukraina- Rusia di Manahan

Sembari Gendong Anak Kecil. Pensiunan TNI AD Gelar Aksi Tunggal "Stop War" Ukraina- Rusia di Manahan

Surakarta | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:25 WIB

PAN Dukung Pelaksanaan Pemilu 2024 Diundur, Konflik Rusia dan Ukraina Jadi Salah Satu Pertimbangan

PAN Dukung Pelaksanaan Pemilu 2024 Diundur, Konflik Rusia dan Ukraina Jadi Salah Satu Pertimbangan

Jogja | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:24 WIB

Ngeri, Ini Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Ekonomi Indonesia

Ngeri, Ini Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:24 WIB

Geram dengan Invasi Rusia ke Ukraina, Mantan Petinju Juara Dunia Vitali Klitschko Bersiap Angkat Senjata Ikut Perang

Geram dengan Invasi Rusia ke Ukraina, Mantan Petinju Juara Dunia Vitali Klitschko Bersiap Angkat Senjata Ikut Perang

Jogja | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:18 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×